
Di tempat kerjanya, Lay banyak melamun. Tapi di saat melamun, Lay juga melihat-lihat keadaan saat pembeli memang sedang sepi.
"Lay. Lay..."
Salah satu teman sesama penjaga toko, memanggil-manggil nama Lay. Tapi yang dipanggil tidak menoleh juga, membuat orang tersebut berdiri dan mendekatkan ke tempat duduknya Lay.
Puk
"Ehhh..."
"Ck, melamun aja sih! ada apaan?" tanya temannya Lay ingin tahu.
"Gak apa-apa," jawab Lay singkat.
Lay tidak mau memberikan penjelasan apapun, karena dia sedang banyak pikiran pikir tentang lamaran Ryanoir padanya semalam. Dia belum memberikan jawaban apapun, karena semalam Ryanoir langsung pulang setelah selesai diobati.
Untungnya waktunya toko tutup, sehingga Lay dan temannya itu tidak bisa melanjutkan perbincangan mereka. Lay juga bisa bernafas lega karena tidak mendapatkan pertanyaan-pertanyaan dari temannya lagi.
"Huhfff..."
"Mau aku antar?"
Lay menoleh ke arah sumber suara. Ternyata ada pemilik toko, yang memang sudah memiliki perhatian lebih padanya. Tapi Lay segera menggelengkan kepalanya, kemudian mengucapkan terima kasih.
"Tidak usah Koh, terima kasih."
Cepat-cepat Lay pulang, supaya pemilik toko tidak lagi mencari-cari alasan untuk bisa mengantarnya pulang.
Sudah beberapa kali Lay menolak tawaran seperti ini, karena merasa tidak nyaman dengan keadaannya sendiri. Dia tidak mau jika ada omongan-omongan yang tidak seharusnya, karena dia memang tidak mau membuat hubungan antara Bos dengan pegawainya menjadi buah bibir di antara pada pegawai yang lain.
"Lay, kenapa tidak pernah mau diantar sih?"
Lay menoleh ke arah temannya, kemudian hanya tersenyum saja tanpa mau menjawab pertanyaan tersebut.
"Aku duluan ya!" pamit Lay, setelah mendapatkan angkutan yang menuju ke rumahnya.
Di dalam angkutan yang menuju ke rumah, ibunya Reo merasa bimbang dengan tawaran Ryanoir. Namun setelah berpikir panjang, ia akhirnya berpikir untuk menerima lamaran tersebut. Salah satu alasan utama mengapa ia mau menerima lamaran Ryanoir adalah, karena ia merasa bahwa anaknya juga memerlukan sosok ayah yang bisa dijadikan panutan. Dan dia berpikir jika Ryanoir merupakan sosok yang bisa diandalkan dan lebih baik dari segi kenyamanan Reo dan dirinya sendiri.
Ibu Reo berpikir bahwa pemilik warnet adalah sosok yang tepat untuk menjadi ayah bagi anaknya. Selain itu, ia juga berpikir bahwa pemilik warnet sudah banyak membantu mereka selama ini. Oleh karena itu, ia merasa bahwa menerima pinangan tersebut adalah suatu keputusan yang tepat.
***
"Sistem Seribu Akun, @bukanaku."
Klik
Bip bip bip
__ADS_1
[Ding]
[Selamat datang Mr. Are you ready to accept the account system]
"Aku mau menautkan Sistem Seribu Akun ke ponsel pintar yang sudah aku miliki."
[Silahkan tekan tombol enter untuk melakukan tautan, setelah mengetik id ponsel pintar tersebut di layar Sistem]
Reo melakukan apa-apa yang telah ditentukan oleh Sistem Seribu Akun, agar keberadaan sistem tidak hanya ada di layar LED tersebut, sehingga dia bisa mengaksesnya dari ponsel pintar untuk waktu kapanpun yang diinginkannya.
Klik
[Ding]
Bip bip bip
[10%]
[20%]
[40%]
[60%]
[80%]
"Arghhh..."
Setelah proses selesai, layar ponsel yang ada di meja berkedip-kedip mensinkronkan password akun yang telah dimasukkan Reo. Tapi tak lama kemudian, badannya Reo langsung mengejang dan terasa sangat gatal.
"Awww... ini, ihsss..."
"Aduh... Ck, ini gatal sekali!"
Reo menggaruk-garuk seluruh tubuhnya yang terasa sangat gatal, dengan rasa kram dan kesemutan juga, setelah tadi sempat kejang-kejang sebentar.
Tapi Reo merasa sangat gembira dan antusias setelah berhasil menautkan Sistem Seribu Akun dari layar LED ke ponsel barunya. Ia merasa bahwa ini adalah kemajuan besar dalam hidupnya karena sekarang ia dapat mengakses sistem tersebut kapan saja dan di mana saja, tanpa harus menggunakan layar LED yang tidak bisa dibawa kemana-mana. Dia bisa mengaktifkan Sistem Seribu Akun, setiap kali dia ingin menggunakannya.
Setelah menautkan sistem tersebut, Reo mulai menjelajahi berbagai fitur baru yang ada di dalamnya.
"Aku merasa sangat tertarik dengan kekuatan baru yang dimiliki oleh sistem."
Akhirnya Reo mulai bermain dengan berbagai macam cara game baru yang ada di dalamnya dan merasa senang, karena nantinya pasti bisa mengalahkan level-level yang sebelumnya tidak bisa ia lakukan.
Tidak hanya itu, Sistem Seribu Akun juga memiliki banyak keuntungan lainnya. Ia bisa mengakses berbagai situs web dan aplikasi yang sebelumnya dibatasi di layar LED. Reo juga bisa mengatur akun-akun sosial medianya dengan lebih mudah dan cepat.
Ada juga toko sistem yang memberikan penawaran barang-barang bermanfaat, yang tentunya bisa membantu apapun yang dibutuhkannya nanti.
__ADS_1
"Sistem Seribu Akun, @bukanaku."
Klik
Bip bip bip
[Ding]
[Selamat datang di toko sistem. Modal poin dari sistem ada 5, yang bisa digunakan untuk berbelanja. Menukar poin dengan barang-barang yang dibutuhkan pada saat menyelesaikan misi]
"Maksudnya... aku bisa berbelanja di toko sistem, jika ada kesulitan dan aku membutuhkan bantuan pada saat ada misi tantangan?"
[Tentu saja, tapi tetap ada Syarat dan ketentuan yang berlaku]
[Setiap barang memiliki harga yang berbeda-beda, tergantung dari kegunaan barang tersebut]
"Maksudnya... ini seperti minimarket?"
[Benar Mr. Anda bisa membeli barang-barang tersebut untuk bisa membantu Anda setiap ada misi tantangan dan menyulitkan]
"Baiklah kalau begitu. Apakah aku bisa mencobanya sekarang?"
[Tentu saja bisa Mr. Anda sudah memiliki 5 poin sebagai modal dari sistem untuk berbelanja]
"Tapi... apa ya kira-kira yang akan aku beli untuk pertama kalinya belanja?"
[Tunggu sampai sistem memberikan misi tantangan. Atau Anda ingin mengajukan?]
"Hah, mengajukan?"
[Iya Mr. Anda bisa mengajukan misi tantangan pada sistem. Tapi poin yang ada di brankas Sistem akan berkurang, karena itu sama artinya Anda telah membeli]
Reo mencoba untuk memahami, apa yang dimaksud oleh sistem sebagai peraturan baru dari hasil upgrade barusan. Dia akan mempelajarinya perlahan-lahan, supaya bisa menjalani apapun yang berkaitan dengan sistem nantinya.
"Sepertinya Aku ingin menjadi lebih pintar. Dua hari lagi ada tes di sekolah, dan aku ingin mencoba membeli kecerdasan dari toko Sistem."
Reo justru menginginkan hal yang tidak-tidak, yang tentunya mustahil untuk orang-orang awan pada umumnya.
[Tentu saja bisa Mr. Anda bisa membeli pil kecerdasan dari toko sistem. Tapi tentu saja ada efeknya]
"Efek? apa sama seperti efek obat-obatan yang dari apotek atau resep dokter?"
[Tentu saja sama. Efek umum dari obat adalah mengantuk. Jadi Mr bisa merasa sangat mengantuk jika selesai meminum obat tersebut]
Reo mengangguk-anggukkan kepalanya, memahami bagaimana cara kerja Sistem Seribu Akun yang sekarang.
Semua yang ada di dalam Sistem Seribu Akun miliknya ini, sudah berubah sejak di-upgrade dan ditautkan pada ponsel pintar yang baru saja dibelinya tadi, bersamaan dengan pembayaran hutang yang telah di tangung Ryanoir pada penagih hutang pagi tadi.
__ADS_1
"Yeee... Aku bisa!"