Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun
Bab 20


__ADS_3

[Ding]


[Perjalanan di mulai]


Reo mengarahkan tanda panah dengan cepat, guna menyelesaikan misi tantangan yang harus dia kerjakan dalam waktu 5 menit.


Ada peta di sudut layar, yang bisa digunakan untuk acuan dalam permainannya kali ini. Jadi, Reo bisa pergi mengikuti arah mana dari peta tersebut. Meskipun peta itu juga ada beberapa rintangan yang harus dilalui dan tidak boleh gagal jika ingin sampai pada tahap akhir.


Hutan, ada pohon besar dan sungai dengan airnya yang mengalir deras dan tebing curam. Rei harus bisa menjaga diri agar tidak terpeleset atau jatuh. Jika hal itu terjadi, maka satu jarinya akan terasa kesemutan.


"Aughhh!"


Reo berusaha untuk cepat meninggalkan area tersebut, dengan arah yang berlawanan agar bisa mencapai kotak rahasia yang bersinar dalam peta.


Meskipun ini ada di dalam dunia game, tapi ternyata Reo rasa benar-benar ada di dalam medan petualangan tersebut.


Akhirnya Reo bisa menemukan kontak yang tadi tampak bersinar, dan waktunya juga sudah habis selama satu setengah menit.


[Ding]


[Mr mendapatkan satu kotak misteri]


"Hah, masih jauh dan waktuku tinggal sedikit."


[Poin bertambah]


Reo mengerutkan keningnya heran, melihat bagaimana poinnya justru bertambah di saat dia mengeluh. Padahal tadi, di saat dia bersemangat, poin hadiah justru kosong.


[Ding]


Level penguna sistem : 1


Poin : 14


Bonus : 200 poin


Kotak misteri : 2


"Hah, cepat sekali bertambah. Tapi apa maksud dari hadiah ini? Padahal aku belum sampai." Reo berpikir keras dengan cara kerja sistem yang sedang dia operasikan.


Jadi, setiap akun yang dia gunakan, memiliki aturan sendiri-sendiri. Tidak semua akun bisa dia kendalikan dengan cara dan kemauanya sendiri, melainkan Reo yang harus takluk dan bisa memahami bagaimana cara kerja akun tersebut. Dan sekarang Reo dipaksa untuk berpikir secara cepat, bagaimana cara kerja akun yang sekarang dia gunakan.


Reo cepat mengaktifkan Sistem Seribu Akun, untuk membuka toko. Dia ingin mendapatkan alat atau sarana yang bisa digunakan untuk mempercepat misi tantangan ini.


"Akun Seribu, buka toko Sistem!"


Klik


[Ding]


Bip bip bip


[10%]


[20%]


[40%]


[60%]

__ADS_1


[80%]


[100%]


[Ding]


[Toko sistem terbuka. Mr mau membeli barang dari toko?]


"Ada pintu pintu Dora Emon?"


Reo ingin membeli pintu ke mana saja di toko sistem, yang bisa membantunya untuk pergi ke mana saja. Dia tidak mau kehilangan waktu dan kesempatan.


[Ada Mr. Anda mau membelinya?]


"Ya, aku butuh pintu tersebut."


[Silahkan lakukan transaksi. Harga pintu Dora Emon 150 poin]


"Baiklah. Aku beli pintu Dora Emon."


[Ding]


Bip bip bip


[10%]


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


[Ding]


Akhirnya Reo bisa menggunakan pintu Dora Emon untuk pergi ke tempat-tempat yang dijadikan target, meskipun tangannya terasa kesemutan. Jadi, setiap ada barang toko ataupun kesalahan dalam penggunaan sistem, pasti ada efek yang dialami oleh Reo.


Cepat Reo beraksi,sehingga dia bisa pergi ke lembah-lembah dan bukit, bahkan ke gua, sesuai dengan petunjuk peta yang ada pada game petualangan.


[Ding]


[Waktu habis. Silahkan hitung pendapatan]


Level penguna sistem : 1


Poin : 25


Bonus : 420 poin


Kotak misteri : 5


[Ding]


Bip bip bip


Klik

__ADS_1


Huhfff...


Akhirnya, meskipun tadi sempat digunakan untuk keperluan pembelian pintu Dora Emon, Reo berhasil mengumpulkan poin, bonus dan kotak misteri sehingga jumlah bisa bertambah.


***


Dengan usaha Reo, Seribu Akun yang pernah rusak telah kembali dan bisa dikendalikan olehnya dengan satu akun yang aktif.


Tidak ingin kehilangan kontrol lebih jauh, Reo memutuskan untuk belajar lebih dalam tentang keamanan siber dan bagaimana melindungi akun online-nya. Dia merasa tertarik pada ide bahwa dia bisa melindungi dirinya sendiri dan membantu orang lain yang mungkin menghadapi situasi yang sama.


Dia menghabiskan malam-malam nya untuk mencoba meretas akun yang sudah diretas dan mengambil alihnya kembali. Walaupun beberapa kali gagal, dia tidak menyerah dan terus mencoba hingga akhirnya berhasil mengambil alih seribu akun yang sudah diretas.


Reo tidak pernah mengungkapkan kepada siapa pun di lingkungannya, bahkan ibunya juga, mengenai Sistem Seribu Akun ini. Dia merasa lebih nyaman bekerja di belakang layar dan merasa bahwa ini adalah panggilan hidupnya. Dia menyadari bahwa keamanan siber adalah masalah yang sangat penting di dunia digital saat ini dan bahwa orang-orang membutuhkan ahli keamanan siber yang dapat membantu mereka melindungi diri mereka dari serangan siber.


Meskipun demikian, menjadi pengusaha sukses di bidang keamanan siber bukanlah pekerjaan yang mudah. Reo harus belajar terus-menerus dan mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah. Dia juga harus terus memperbarui keahliannya dan selalu siap menghadapi tantangan baru yang muncul.


Dia juga sudah berhasil dalam misi tantangan yang dihadapi, dengan waktu dua Minggu. Yaitu pembuatan yayasan amal untuk anak-anak kurang mampu dan beruntung.


Di saat Ryanoir datang ke rumahnya, Reo membicarakan tentang rencannya itu.


"Hai, pak Ryan. Apa kabar?" sapa Reo, begitu dia masuk ke dalam rumah sepulang sekolah, dan sudah ada Ryanoir yang sedang berbincang-bincang dengan ibunya.


"Hai Reo, kabar bapak baik."


Reo menyalami tangan Ryanoir dengan sopan, kemudian pamit untuk pergi membersihkan diri dan berganti pakaian terlebih dahulu.


Beberapa saat kemudian, Reo sudah kembali ke ruang tamu. Ikut berbincang-bincang dengan laki-laki yang akan menjadi ayahnya itu, bersama ibunya juga.


"Ibu masak dulu ya, kamu temani pak Ryanoir berbincang." Lay pamit pada Reo, dan anaknya itu hanya mengangguk saja.


"Pak, emhhh...


"Ada apa Reo?"


Reo ingin membahas rencananya, tapi dia ragu untuk membicarakannya saat ini takut jika ibunya ikut mendengarkan.


"Bisa kita keluar sebentar? ada yang ingin Reo bicarakan." Akhirnya Reo mengajak Ryanoir untuk keluar, membicarakan tentang rencana yayasan yang akan dia dirikan.


Untungnya Ryanoir setuju, sehingga Reo pamit terlebih dahulu dengan ibunya. Minta ijin untuk pergi keluar sebentar, karena ada sesuatu yang ingin dibeli dan dia meminta tolong untuk diantar Ryanoir.


"Saya ada amanah dari teman yang anaknya konglomerat. Dia ingin membuat yayasan amal untuk membantu anak-anak yang tidak mampu mendapatkan pendidikan yang layak. Dia berharap yayasan itu bisa membantu anak-anak yang tidak mampu yang pernah Reo alami juga."


Ryanoir menganggukan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh Reo padanya. "Tentu saja, Reo. Bapak senang jika bisa membantu kamu. Apa yang bisa Bapak bantu?"


"Reo perlu bantuan dalam mengatur semua hal administratif, seperti membuat dokumen pendirian yayasan, mendapatkan izin dari pemerintah, dan mengelola keuangan yayasan."


"Hemmm, baiklah, bapak mengerti. Apa kamu sudah memikirkan bagaimana caranya untuk mengumpulkan dana yayasan? itu adalah hal yang sangat penting."


"Ya, semua sudah berpikir tentang itu. Ada saham yang berhasil menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Jadi rencananya beberapa untuk dijual dan mengalokasikan sebagian keuntungan untuk yayasan amal."


"Itu bagus, Reo. Bapak akan membantumu dalam mengelola dana dari yayasan amal. Kita akan membuat rencana keuangan yang baik agar dana dapat digunakan secara efektif."


"Terima kasih banyak, Ryan. Reo sangat senang dan menghargai bantuan bapak."


"Tidak perlu mengucapkan terima kasih, Reo. Bapak senang bisa membantu kamu dalam hal ini. Kapan kamu ingin memulai yayasan ini?" tanya Ryanoir antusias juga.


"Reo berharap kita bisa memulainya dalam beberapa hari ke depan. Reo akan mempersiapkan dokumen-dokumen pendirian yayasan dan kita akan mengurus segala sesuatunya bersama-sama."


"Nanti Reo akan cari tenaga bantuan untuk membantu, bapak. Reo sudah memasang iklan di beberapa media sosial."

__ADS_1


Reo memang sudah memasang iklan dari akun-akun yang dimilikinya untuk mencari tenaga ahli yang akan mengurus yayasan yang akan didirikan. Jadi Reo tidak harus merepotkan Ryanoir, calon ayahnya itu secara langsung. Apalagi saat ini Ryanoir dan ibunya Reo sudah mulai membicarakan tentang rencana pernikahan mereka, setelah sebulan yang lalu resmi bertunangan. Jadi Reo tidak mungkin membiarkan calon ayahnya itu bekerja sehingga lelah sendiri, mengurus segala sesuatu yang diperlukan untuk pendirian yayasannya.


Dia akan meminta kepada orang-orang yang memang sudah ada di bidangnya, agar bisa membantu mengelola yayasannya dengan baik dan lebih profesional.


__ADS_2