Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun
Bab 48. Ekstra Part


__ADS_3

Rahasia Cinta yang Rumit


Reo menatap Anna dengan penuh kerinduan dan cinta kasih. "Anna, betapa aku merindukanmu. Kapan kita bisa seperti pasangan yang lain?"


Anna tersenyum malu-malu, tapi dia juga menunduk sedih. "Aku juga merindukanmu, Reo. Tapi kita harus berhati-hati."


"Ya, aku tahu. Ayahmu masih memiliki pandangan buruk padaku." Reo tahu dengan posisinya.


Reo dan Anna bertemu setelah sekian lama berpisah. Anna, seorang gadis cantik, adalah teman masa kecil Reo yang dulu terkenal karena kedudukannya sebagai anak orang terkaya di daerah mereka. Namun, ketenarannya tersebut membuat Anna terlihat sombong, dan itu menciptakan sekat antara mereka berdua dan juga temannya yang lain.


Namun, saat mereka bertemu kembali, keduanya menemukan bahwa mereka masih memiliki perasaan yang kuat satu sama lain. Meskipun cinta mereka saling terpendam, mereka memilih untuk menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi. Hal ini disebabkan oleh ketakutan Anna terhadap ayahnya yang memiliki reputasi sebagai seorang lintah darat.


Sebelumnya, ayah Anna pernah mengalami masalah dengan Reo akibat hutang ibu Reo. Hal ini menciptakan ketegangan antara keluarga mereka. Namun, meskipun konflik masa lalu tersebut, cinta antara Reo dan Anna tidak bisa dipungkiri.


Situasi mereka saat ini menjadi rumit dan penuh dengan tantangan. Anna harus menjaga hubungan mereka tetap rahasia agar ayahnya tidak mengetahuinya. Dia khawatir bahwa jika ayahnya menemukan hubungan mereka, itu dapat mengancam keselamatan dan kebahagiaan mereka.


"Iya, dia tidak pernah melupakan hutang ibumu. Dia sangat keras terhadapmu. Maafkan ayahku."


Reo tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Tapi itu masa lalu, Anna. Kita tidak bisa membiarkan itu menghancurkan hubungan kita."


Anna mengangguk setuju mendengar perkataan Reo tentang permasalahan keluarga mereka.


"Aku setuju. Kita harus bersama, meskipun harus menyembunyikan semua ini terlebih dahulu. T-api, tapi sampai kapan, Reo?" tanya Anna yang mulai berkaca-kaca.


Reo dan Anna berusaha keras untuk mempertahankan cinta mereka, sambil berusaha mengatasi rintangan yang ada. Mereka harus menyembunyikan pertemuan mereka, berkomunikasi secara diam-diam, dan melibatkan teman-teman terdekat mereka sebagai kaki tangan untuk membantu menjaga rahasia ini.


Suasana hubungan mereka menjadi tegang dan berisiko bagi kedua belah pihak. Namun, cinta mereka yang mendalam memotivasi mereka untuk terus berjuang dan menghadapi tantangan ini. Mereka berharap suatu hari nanti mereka dapat hidup dengan bebas dan bahagia tanpa ada tekanan dari latar belakang keluarga atau ketakutan akan reaksi ayah Anna.


Baik Anna maupun ayahnya, yaitu Hendrix, tidak pernah mengetahui siapa sebenarnya Reo yang sekarang telah menjadi seorang milyarder tingkat dunia.


"Saya berjanji akan selalu melindungimu dan menjaga rahasia ini. Kita bisa melakukannya bersama-sama. Jika saatnya nanti, aku akan datang untuk melamar kamu ke rumah. Bertemu dengan ayahmu."

__ADS_1


Anna menggenggam tangan Reo dengan erat, berharap hubungan mereka akan bertahan dan Reo menepati janjinya.


"Terima kasih, Reo. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpamu."


Reo meremas jemari tangan Anna dengan lembut. "Aku juga tidak bisa hidup tanpamu, Anna. Kita akan menghadapi rintangan ini bersama-sama."


Mereka berdua tersenyum penuh kebahagiaan, dengan kedua tangan mereka yang masih saling menggenggam. Mereka selalu menampilkan moment pertemuan seperti ini.


"Oh ya, apakah ada cewek yang sedang mendekati kamu?" tanya Anna mencari tahu.


"Kenapa?" tanya Reo polos. "Apakah kamu cemburu?" tanya Reo lagi.


Reo memang tidak tahu apa maksud dari pertanyaan Anna, selain berpikir bahwa kekasihnya itu sedang cemburu seandainya ada gadis lain yang mendekati dirinya.


"Maaf, sayang. Aku, maksudku aku kemarin-kemarin minta temanku untuk mengawasimu. Hihihi... maaf ya, aku tidak memberitahu terlebih dahulu. Dia adalah Ani."


Reo mengerutkan keningnya mendengar jawaban yang diberikan oleh Anna. Untungnya Anna langsung memberikan penjelasan sehingga Reo mengerti maksud dari pertanyaan kekasihnya yang tadi.


"Tapi, apakah kamu memang tidak tertarik dengannya?" tanya Anna menegaskan.


Anna tentu saja khawatir, takut jika jawaban yang diberikan oleh Reo tadi hanya untuk menutupi sesuatu.


"Aku tidak pernah deket dengan siapapun, terutama seorang gadis, secara khusus."


Mendengar penjelasan Reo, meskipun hanya singkat, Anna tersenyum senang kemudian menganggukkan kepalanya. Dia tahu, karena Ani juga sudah memberitahu jika Reo sulit untuk didekati. Anna percaya jika Reo adalah kekasihnya yang setia.


"Terima kasih, sayang. Kamu masih menjaga dan merawat cinta kita."


Reo meraih tangan Anna lagi, kemudian menciumnya dengan lembut punggung tangan tersebut.


"Aku tidak pernah memikirkan gadis lain selain dirimu, sayang. Tidak perlu ada orang lain lagi yang kamu minta untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Ani. Itu justru membuat masalah, jika sampai aku atau Ani benar jatuh cinta."

__ADS_1


Wajah Anna langsung berubah. Dia merasa bersalah atas apa yang dia lakukan.


"Maaf, sayang. A-ku, aku hanya ingin memastikan. Dan aku percaya, kamu memang setia setelah Ani memberikan laporan padaku. Maaf, ya?"


Reo mengangguk dan tersenyum mendengar permintaan maaf kekasihnya. "Aku akan mengajakmu bertemu dengan ibu jika kamu sudah siap."


Perkataan Reo yang terakhir ini justru membuat Anna gugup. Dia takut jika ibunya Reo menentang hubungan mereka berdua. Anna takut jika Lay, ibunya Reo, tidak setuju karena dia adalah anaknya Hendrix.


Melihat perubahan wajah kekasihnya, Reo cepat menenangkan. "Kamu jangan khawatir, sayang. Ibu tidak mungkin menolak hanya karena kamu adalah anaknya tuan Hendrix."


"A-ku, aku..."


"Sayang, aku akan menyakinkan ibu. Kamu tenang ya?"


Anna mengangguk pasrah. Dia percaya bahwa Reo akan memperjuangkan dirinya, karena Reo juga yang sudah banyak membantunya berubah menjadi lebih baik setelah semua kejadian yang menimpa mereka di masa lalu.


***


Ternyata, Ani, temannya Anna suka dengan Reo. Padahal awalnya Ani hanya diminta Anna untuk mengawasi Reo sebab kampus mereka berbeda. Tapi lama-lama Ani justru suka dengan Reo.


"Bagaimana hatiku bisa sesakit ini melihat mereka berdua bertemu dan mengungkapkan perasaan cinta meskipun hanya lewat depan dengan mata?" Ani bergumam seorang diri tak jauh dari tempat Reo dan Anna bertemu.


Situasi ini memperumit hubungan antara Reo, Anna, dan Ani. Awalnya, Anna meminta Ani untuk mengawasi Reo karena mereka berkuliah di kampus yang berbeda. Namun, seiring berjalannya waktu, Ani malah jatuh cinta pada Reo.


Ani, sebagai teman dekat Anna, merasa dilema karena ia menyadari perasaannya terhadap Reo. Di satu sisi, ia ingin menghormati persahabatannya dengan Anna dan tidak ingin melanggar kepercayaan yang diberikan. Namun, di sisi lain, perasaan cintanya pada Reo semakin kuat dan sulit untuk diabaikan.


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Anna, apakah kamu akan benci denganku jika tahu apa yang aku rasakan ini?"


"Maafkan aku, Anna. Tapi, aku benar-benar mencintai Reo."

__ADS_1


__ADS_2