Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun
Bab 17


__ADS_3

Sistem Akun Seribu sudah bisa dioperasikan oleh Reo kapan saja, karena sudah ada di dalam ponsel pintar miliknya.


Saat ini dia sedang berada di ruko, menemani ibunya yang berjualan bersama dengan beberapa pelayan toko. Tapi Reo ada di ruangan atas, menemani ibunya yang sedang membuat laporan pemasukkan dan pengeluaran barang-barang.


Jadi ibunya sibuk di meja kerjanya, sedangkan Reo juga sibuk sendiri dengan ponselnya di sofa singel yang ada di sudut ruangan.


Klik


Bip bip bip


[Ding]


[Selamat datang Mr. Are you ready to accept the account system]


"Aku ingin membobol keamanan judi online milik lintah darat yang membuat keonaran kemarin."


[Anda bisa melakukannya dengan memanfaatkan seribu akun milik Mr]


"Ah, ya itu benar. Tapi, apa yang harus aku lakukan?"


[Aktifkan terlebih dahulu 100 akun sebagai akun hacker yang akan mampu dalam mengelabui keamanan sistem online, dengan demikian 100 akun akan berhasil membobol keamanan judi online milik lintah darat]


Reo ingin memberikan pelajaran pada Lintah darat, yang merupakan salah satu organisasi kriminal yang cukup terkenal di wilayahnya. Mereka sering melakukan tindakan kejahatan seperti memeras dan mengancam warga sekitar untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis ilegal yang mereka jalankan. Apalagi jika warga sudah memiliki hubungan hutang, mereka tidak akan pernah memberikan ampun bila ada kesalahan.


"Apa yang bisa aku lakukan?"


[Anda bisa membeli pil di toko, dengan jenis pil NTS yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja otak]


"Bagaimana cara kerjanya pil NTS?"


[Setelah membeli dan meminum pil tersebut, Mr akan memiliki kecerdasan 100% lebih cerdas dari otak biasa. Mr bisa menggunakan untuk meng_hacker situs judi online yang dituju. Bisa juga untuk meningkatkan aktivitas saham yang Anda miliki]


"Apa itu bisa terjadi?"


[Jika selesai menggunakan pil tersebut maka rasa kantuk akan datang dan tidak mungkin bisa ditahan]


"Begitu ya, jadi efek tidur itu karena otak sudah diperas untuk bekerja lebih keras?"


[Benar Mr. Anda mau mencoba?]


"Baiklah. Aku akan mencobanya."


Klik


[Ding]


Level penguna sistem : 0


Poin : 4


Bonus : 0


Kotak misteri : 0


Barang toko yang mau di beli : pil NTS


Harga pil : 100 poin


Diskripsi pil : Meningkatkan kinerja otak manusia menjadi 100 % dalam jangka waktu 5 jam

__ADS_1


[Tekan enter untuk melanjutkan, tekan off untuk berhenti]


Karena Reo merasa penasaran dengan keunggulan dan kemampuan pil NTS, dia akhirnya membeli poin untuk menambah jumlah poin yang dibutuhkan untuk membeli pil NTS tersebut.


Klik


[Ding]


Bip bip bip


[10%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


"Argh..."


Ternyata pada saat pil itu masuk ke dalam mulutnya, Reo merasakan rasa gatal yang amat sangat disekitar mulutnya. Tapi dia berusaha untuk menahannya dengan menutup mulutnya sendiri dengan tangan, agar ibunya tidak mendengar erangannya yang sedang kesakitan.


Kini saatnya Reo beraksi.


"Akun Seribu!"


Klik


[Ding]


Bip bip bip


[10%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


Akhirnya 100 akun yang dimiliki oleh Sistem Seribu Akun bekerja sesuai dengan permintaan Reo. Akun-akun tersebut menyebar, mencari titik lemah dari situs judi online milik Lintah darat Hendrik, yang merupakan ayah dari temannya Reo sendiri. Yaitu Anna.


Ketika Reo berhasil membobol keamanan judi online milik lintah darat, keonaran pun terjadi. Akun-akun yang berhasil mendapatkan akses masuk ke sistem tersebut mulai menjawab dan menebak beberapa pertanyaan yang ada dalam judi online tersebut. Akibatnya, pusat keamanan judi diterobos, dan jebol.


Bip bip bip


[Ding]


[Akun Seribu berhasil. Semua keuntungan masuk ke brankas Sistem]


"Benarkah?"


Level penguna sistem : 1


Poin : 4

__ADS_1


Bonus : 100 poin


Kotak misteri : 1


[Anda memiliki hadiah kotak misteri]


"Apa isinya?"


[Anda bisa membukanya kapan saja, jadi tidak perlu takut jika kotak misteri akan menghilang]


Ternyata waktu sudah 5 jam penuh, dan Reo telah kehabisan waktunya sebelum sempat membuka kotak misteri.


Namun demikian, dalam aksinya yang berhasil tersebut, Reo benar-benar kelelahan. Dia tidak dapat menahan efeknya dan jatuh pingsan di lantai. Tubuhnya terasa lelah dan kehabisan tenaga, serta perasaannya bercampur antara senang dan khawatir karena tindakannya dapat membahayakan dirinya sendiri.


Setelah beberapa saat lamanya, Reo terbangun dan merasa bingung karena dia tidak tahu di mana dia berada. Dia merasakan rasa sakit di kepala dan di bagian tubuhnya yang lain. Dia melihat sekelilingnya dan menyadari bahwa dia berada di ruko bagian atas. Tapi ibunya sudah tidak berada di tempatnya yang tadi.


Dia berusaha berdiri, tapi kepalanya terasa pusing dan kedua kakinya tidak kuat. Dia merasa kesulitan saat berjalan dan segera memutuskan untuk duduk kembali.


Saat dia sedang duduk, dia mulai memikirkan tentang keberhasilannya dalam membobol keamanan judi online milik Lintah darat dengan 100 akun hacker. Dia merasa sangat senang atas keberhasilannya kali ini, tetapi pada saat yang sama dia juga merasa sedih dan khawatir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Tidak. Akun-akun tersebut tidak dapat dikenali karena merupakan akun hacker, dan jumlahnya juga sangat banyak sehingga sulit untuk dilacak."


Reo bergumam seorang diri, meyakinkan bahwa Sistem Seribu Akun tidak mungkin bisa terlacak dengan adanya 100 akun yang berkerja sebagai hacker. Dia sudah sering membuktikannya sendiri jika Sistem Seribu Akun jarang gagal.


"Jika ayahmu bangkrut, kamu tidak bisa sombong lagi Anna!"


Di saat ingat dengan temannya, Anna, yang sombong dan sering merendahkan teman-temannya, Reo merasa geram sendiri. Dia akan membuktikan pada anak lintah darat tersebut, jika dia juga bisa membeli mobil dengan model keluaran terbaru.


Reo sudah tidak lagi bisa berbicara atau bergumam. Dia kembali memejamkan matanya, karena rasa kantuk yang luar biasa.


***


"Di mana Reo?"


Lay mencari-cari keberadaan anaknya yang tidak terlihat. Dia berjalan menyusuri lorong lorong yang ada diantara rak-rak toko, supaya bisa menemukan Reo.


"Mbak, liat Reo gak?"


"Gak, Bu."


"Bukannya tadi sama Ibu di atas? Dia menyusul Ibu, tadi."


Lay mengerutkan keningnya, mendengar jawaban yang diberikan oleh kedua penjaga toko. Dia sendiri tidak menyadari, kalau anaknya ada di ruang atas bersama-sama dengannya tadi.


"Coba aku lihat dulu deh. Itu anak akhir-akhir ini suka aneh," gumam Lay mulai berjalan menuju ke tangga, yang akan membawanya ke ruangan atas.


Setelah tiba di lantai atas, Lay tidak menemukan keberadaan Reo. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, dan akhirnya menemukan anaknya yang tertidur di lantai yang tidak jauh dari sofa singel.


"Eh... malah tidur di lantai," gumam Lay mengeleng beberapa kali, melihat keadaan anaknya yang tampak pulas dan tidak memperhatikan keadaan tidurnya.


Puk puk puk


"Sayang, ayo bangun."


"Reo..."


Tapi Reo tetap tertidur pulas tanpa merasa terganggu dengan kedatangan ibunya. Bahkan pada saat pipinya ditepuk-tepuk Lay, supaya cepat bangun, Reo tetap tidak bergeming dan juga membuka matanya.


"Reo... Reo!"

__ADS_1


Lay masih berusaha membangunkan anaknya karena sekarang hari sudah malam dan toko ini akan segera tutup.


__ADS_2