Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun
Bab 29


__ADS_3

Reo yang baru saja keluar dari dunia game petualangan bersama Monster akhirnya tertidur selama 10 jam lamanya karena kelelahan. Untungnya sang ibu sedang tidak berada di rumah. Begitu terbangun dia kaget dengan keadaannya sendiri, yang seperti baru saja terbangun dari mimpi.


"Hahhh... apa aku bermimpi?"


"Wow, apa yang terjadi? Rasanya seperti aku baru saja terbangun dari mimpi. Apakah ini benar-benar mimpi?"


"Tidak-tidak. Aku tertidur selama 10 jam, setelah keluar dari dunia game. Hhhh, aku benar-benar lelah setelah bermain game selama berjam-jam."


Reo mengambil nafas dalam-dalam dan mencoba merenungkan apa yang telah terjadi selama beberapa jam terakhir. Ia ingat bahwa dia telah memasuki sebuah dunia game yang penuh dengan petualangan dan monster. Ia mengingat bagaimana ia berkeliling di dalam dunia game tersebut dan menaklukkan setiap monster yang ia temui.


"Ya, aku ingat sekarang. Aku bermain game petualangan dan mengalahkan monster-monster di dalamnya. Tapi, semakin lama aku bermain, semakin sulit untuk membedakan antara dunia nyata dan dunia game. Apa sistem akan membantuku pulih?"


"Apa mungkin itu karena aku terlalu sering memainkan game? seharusnya aku harus lebih banyak belajar untuk menyeimbangkan hidup dan melakukan aktivitas lain di luar sekolah. Ada sistem yang bisa membawaku ke manapun aku mau."


"Ya, benar. Seharusnya seperti itu. Aku harus mengurangi akun game dan memanfaatkannya untuk keperluan yang lebih bermanfaat juga. Ada saatnya aku perlu berkumpul dengan teman-temanku dan tidak terjebak lagi dengan dunia game."


Sekarang Reo memiliki rencana untuk menambah akun yang kemarin dia gunakan untuk usaha sahamnya sebesar 100 akun akan ditambah pada saat mengurangi akun game itu sendiri. Dia tidak mau menyia-nyiakan Sistem Akun Seribu untuk kesenangan game saja.


"Betul. Aku telah mempelajari banyak hal dari game tersebut. Tapi aku harus ingat bahwa hidup ini tidak hanya tentang game. Aku juga harus fokus pada tujuan hidup dan menjaga keseimbangan dalam hidup ini dengan baik, memanfaatkan kemudahan sistem yang ada."


"Chuki?"


Reo terkejut melihat ada boneka mirip seperti bola, karena hanya bulat saja, tapi bergambar kepala kucing.


Puk puk puk


"Apa Chuki jadi boneka?" tanya Reo dengan menepuk-nepuk pipinya sendiri.


Namun, semakin lama sulit bagi Reo untuk membedakan antara dunia nyata dan dunia game. Ia merasa seperti dunia game telah menjadi kenyataan baginya dan ia merasa seperti dia sedang benar-benar berada di dalam dunia game tersebut. Apalagi dia melihat keberadaan Chuki yang berbentuk boneka bola.


"Aku haus."


Setelah beberapa saat, Reo memutuskan untuk bangkit dan pergi ke dapur untuk mengambil minum. Ketika ia melintasi ruang tamu, ia melihat sejumlah barang yang berantakan di sekitar. Reo teringat bahwa ia telah menyerang monster.


"Apa aku menyerang monster di dapur seperti yang berada di labirin?" Reo bertanya-tanya dengan kebingungannya.


Saat ia duduk di ruang tamu dan makan keripik kentang, Reo mulai memikirkan apakah dirinya terlalu banyak berpikir. Ia merasa seperti ia terlalu sering memainkan game tersebut dan kehilangan kendali atas hidupnya. Ia merasa seperti ia kehilangan fokus pada tujuan hidupnya dan terlalu terobsesi dengan game tersebut.

__ADS_1


Namun, pada saat yang sama, Reo juga merasa bahwa game tersebut memberinya pengalaman yang sangat berharga. Ia merasa seperti ia telah mempelajari banyak hal tentang ketekunan, kerja keras, dan kemampuan untuk beradaptasi. Ia juga merasa bahwa ia telah mengembangkan kemampuan strategi dan memecahkan masalah.


Reo mulai berpikir tentang cara untuk menyeimbangkan kehidupannya dan menjaga agar game tidak mengambil alih hidupnya.


"Sepertinya akun game memang harus dikurangi. Lebih baik aku menambah akun untuk investasi saham yang sudah pasti menghasilkan."


Akhirnya Reo kembali ke dalam kamar untuk mengecek ponsel pintarnya. Dia akan melihat bagaimana kinerja akun-akun yang sudah dia bagi-bagi sesuai dengan tugasnya.


Reo melihat ponsel pintarnya dan menemukan bahwa akun yang beroperasi dengan akun-akun saham masih bekerja. Dia mulai mengerjakan tugas dan misi yang ada pada akun-akun tersebut.


Reo terlihat sibuk dengan ponsel pintarnya dan tampak terfokus pada layar perangkatnya. Setelah memeriksa beberapa aplikasi, dia menemukan bahwa akun-akun saham yang dia operasikan masih aktif. Wajahnya mulai berseri-seri dan tangan kanannya mulai bergerak dengan cepat saat dia memulai untuk menyelesaikan tugas dan misi yang ada pada akun-akun tersebut.


Reo tampak serius dan fokus dalam menyelesaikan tugas dan misi yang ada pada akun-akun saham tersebut. Dia terlihat memeriksa dan membandingkan data-data yang ada di layar ponselnya, melakukan analisis pasar, dan menentukan strategi untuk memaksimalkan keuntungan dari investasi yang dia lakukan.


Waktu terus berjalan dan Reo masih terlihat sibuk dengan ponsel pintarnya. Terkadang dia mengangkat kepalanya dan menatap ke arah jendela dengan tatapan kosong, mungkin saat dia sedang memikirkan strategi yang lebih baik atau mungkin sedang memantau perkembangan pasar saham yang dia investasikan.


Tapi meskipun terlihat sangat sibuk, Reo tidak tampak tegang atau cemas. Sebaliknya, dia terlihat sangat bersemangat dan antusias dalam mengambil keputusan investasi dan mengejar keuntungan dari investasi yang dia lakukan.


Meskipun terkadang terlihat seperti sedang dalam dunia sendiri, Reo tampak sangat profesional dan terorganisir dalam mengelola akun-akun sahamnya. Dia tampak sangat serius dan bertanggung jawab dalam menjalankan investasi tersebut, dan sangat terampil dalam mengelola risiko dan mengambil keputusan investasi yang tepat.


Setalah itu Reo mulai membagi tugas yang diberikan pada akun-akun yang lain. Tapi sebelum itu dia mengatur jadwal Akun yang bekerja sesuai dengan kebutuhan.


[Ding]


Bip bip bip


100 akun untuk usaha saham.


10 akun untuk yayasan.


100 akun untuk judi online.


50 akun untuk game yang dia inginkan.


"Masih ada sisa banyak."


[Ding]

__ADS_1


[Mr mau memberikan tugas lain untuk akun yang belum bekerja?]


"Ya, aku mau memanfaatkan akun-akun yang lainnya. Semuanya harus digunakan sehingga bermanfaat untuk bisa mendapatkan keuntungan."


Reo mulai mengatur beberapa akun, yang dia gunakan untuk jasa iklan dan promosi online. Akun ini akan membantu para pencari jasa iklan untuk memasang iklan produk mereka.


"Sepertinya 100 akun cukup."


[Mr mau memberi tiga 100 akun untuk jasa iklan? atau ada yang lainnya lagi?]


"Sepertinya itu dulu. Nanti dari iklan-iklan yang masuk, mungkin saja ada kebutuhan lain yang memerlukan akun. Nantinya akan diaktifkan akun-akun yang lainnya juga untuk keperluan itu."


[Ding]


[Mengaktifkan 100 akun untuk iklan]


Klik


Bip bip bip


[10%]


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


[Ding]


[Pengelolaan 100 akun untuk iklan berhasil. Masih ada 140 akun yang belum memilliki tugas yang harus dilakukan]


"Baiklah. Aku akan memikirkannya lagi nanti sebaiknya aku bersalah terlebih dahulu."

__ADS_1


__ADS_2