Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun
Bab 41


__ADS_3

Sistem Seribu Akun.


Selama beberapa jam, Reo berdiam diri di apartemennya tanpa ada yang tahu apa sebenarnya yang dia lakukan.


Klik


Bip bip bip


[Ding]


[Selamat datang Mr. Are you ready to accept the account system]


"Aku ingin memeriksa kekayaan dari semua akun-akun yang bertugas."


Klik


[Ding]


[Sistem Akun Seribu memproses]


Bip bip bip


[10%]


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


[Ding]


100 akun untuk usaha saham : Rp. 5,2 M


10 akun untuk yayasan : # Pemasukan Rp. 7,2 juta # Pengeluaran Rp. 5,75 juta


100 akun untuk judi online : Rp. 3,47 M


50 akun untuk game yang dia inginkan : 1530 poin


100 akun untuk promosi iklan : Rp. 4,25 juta

__ADS_1


140 akun untuk Bitcoin : Rp. 1,5 M


[Laporan akun selesai, Mr]


"Ada peningkatan yang cukup besar. Terima kasih Sistem Seribu Akun."


[Ada lagi yang perlu dikerjakan, Mr?]


"Untuk sementara waktu ini, lakukan dan lanjutkan sesuai dengan biasanya."


[Siap, Mr]


[Klik tombol enter untuk melanjutkan, klik off untuk berhenti]


Klik


Bip bip bip


"Arghhh..."


Reo merenggangkan otot-ototnya yang terasa sangat kaku setelah selesai melakukan pemeriksaan Sistem Seribu Akun miliknya. Kini dia ingin tidur, memulihkan tenaga dan menenangkan pikirannya.


Semua orang, termasuk ibu dan ayahnya tidak pernah tahu, apa kesibukan Reo setelah kuliah. Mereka berpikir bahwa Reo beristirahat setelah lelah dengan semua kegiatan kuliah dan tugas-tugas seharian.


Reo sangat tertarik pada dunia investasi dan bisnis. Ia memiliki dan memanfaatkan semuanya dengan menggunakan "Sistem Seribu Akun" untuk mendapatkan keuntungan dan uang yang banyak. Reo juga sangat tertutup dan merahasiakan aktivitasnya dari orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarganya sendiri.


Di dunia investasi dan perdagangan, Reo adalah seorang yang cerdas dan berbakat dalam bidang investasi dan bisnis. Dia memiliki kemampuan untuk mengembangkan sistem trading yang efektif dan menghasilkan keuntungan yang signifikan berkat bantuan Sistem Seribu Akun.


Reo sangat sibuk dengan Sistem Seribu Akun miliknya, yang digunakan untuk mengoperasikan bisnis dan investasi. Dia menghabiskan banyak waktu untuk mengelola dan memantau sistem tradingnya, di dalam apartemennya sendirian


dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dan uang yang banyak. Daripada harus menghabiskan waktu di luaran sana tanpa ada tujuan yang jelas.


Dalam menjalankan Sistem Seribu Akun miliknya, Reo menggunakan teknik dan strategi trading yang kompleks, seperti analisis teknis, analisis fundamental, atau bahkan algoritma trading otomatis. Dia juga terus memantau pergerakan pasar dan melakukan perdagangan secara aktif untuk menghasilkan keuntungan.


Karena sifat bisnis dan investasi yang seringkali memerlukan ketelitian dan konsentrasi yang tinggi, Reo menghabiskan banyak waktu di dalam apartemennya untuk mengoperasikan Sistem Seribu Akun miliknya. Tapi dia tidak kiper juga, sebab dia memiliki banyak teman baik di kampus maupun di luar kampusnya.


***


Setelah selesai kelas, Reo berkumpul dengan teman-temannya untuk mengerjakan tugas kelompok. Mereka memutuskan untuk mengerjakannya di luar kampus, di sebuah kafe yang tidak jauh dari kampusnya agar lebih mudah dan cepat.


Reo dan teman-temannya membicarakan rencana kerja mereka untuk menyelesaikan tugas kelompok tersebut. Mereka membahas tugas masing-masing dan memutuskan bagaimana membagi pekerjaan untuk menyelesaikan tugas sesuai deadline.


"Lumayan berat tugas kali ini, tapi aku yakin kita bisa menyelesaikan tugas kelompok ini dengan baik. Sudah siap untuk memulai?" tanya Reo pada teman-temannya.


"Sudah siap nih, apa yang harus dilakukan pertama kali?" tanya temannya yang memakai topi bergambar sayap.

__ADS_1


"Pertama-tama, kita membuat daftar tugas yang perlu dilakukan dan siapa yang akan menangani tugas tersebut. Setelah itu, kita bisa mulai mengerjakan bagian masing-masing." Reo memberikan penjabaran.


"Baiklah, apa yang harus gue lakuin?" tanya temannya yang memakai kemeja kotak-kotak.


Reo berpikir sebentar, kemudian memberikan usulan. "Bagaimana jika kamu mencari beberapa artikel jurnal terkait topik kita? Sementara aku dan teman lainnya akan membuat kerangka kerja untuk tugas ini."


"Oke, aku bisa membantu mengedit bagian yang kamu buat nantinya, Reo. Sementara yang lain, atau kamu bisa mulai menulis bagian pengantar."


"Baiklah, aku akan mulai menulisnya sekarang."


Reo tersenyum senang melihat teman-temannya cekatan dan mengambil bagian masing-masing sesuai dengan kebutuhan. "Bagus, jadi kita sudah mulai bekerja. Jangan ragu untuk saling bertanya jika ada pertanyaan atau masalah ya. Mari kerja keras bersama!"


Setelah itu, mereka mulai mengerjakan tugas kelompok, dengan Reo melakukan riset dan mengorganisir hasil kerja kelompok. Reo dan teman-temannya saling membantu satu sama lain jika ada pertanyaan atau masalah teknis yang harus dipecahkan.


Mereka bekerja bersama selama beberapa jam sampai mereka mencapai target yang telah ditetapkan. Setelah selesai mengerjakan tugas kelompok, Reo dan teman-temannya meninjau ulang pekerjaan mereka dan memastikan semuanya sudah selesai sebelum mengirimkan hasil tugas kelompok tersebut.


Seorang mahasiswi, duduk di sudut kafe yang sama dengan Reo. Dia tertarik pada sosok Reo sehingga memperhatikan Reo saat pertama kali bertemu dengannya di kelas dan di lingkungan kampus. Dia merasa tertarik pada kepribadian Reo, kecerdasan, atau cara berbicara yang menarik.


Mahasiswi tersebut sampai rela mengikuti kemana Reo pergi bersama teman-temannya saat mengerjakan tugas.


"Aku melihat dia berbeda," gumam mahasiswi tersebut sambil tersenyum tipis.


Dia mencoba mencari informasi tentang Reo dari teman-temannya lewat akun sosial media. Dan sekarang dia mencoba berinteraksi dengan Reo yang sedang mengerjakan tugas bersama kelompoknya.


Keesokan harinya, akhirnya mahasiswi tersebut memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Reo.


"Hai, maaf mengganggu. A-ku, aku baru saja melihat kamu dari jauh dan ingin tahu apakah kamu mahasiswa di jurusan yang sama denganku?" tanya mahasiswi tersebut pura-pura tidak tahu apa-apa tentang Reo.


"Hai, tidak apa-apa. Ya, aku juga mahasiswa di jurusan ini. Nama aku Reo. Siapa nama kamu?" tanya Reo santai.


"Salam kenal Reo, aku Nia. Aku juga baru saja masuk di jurusan ini. Sudah lama kamu kuliah di sini?" tanya Nia penuh perhatian.


"Sudah dua tahun aku kuliah di sini. Bagaimana denganmu, bagaimana rasanya menjadi mahasiswa baru?" tanya Reo balik.


"Agak menakutkan, tapi juga sangat menyenangkan. Aku suka belajar hal-hal baru dan bertemu dengan orang-orang yang berbeda. Kamu suka kuliah di sini?" Nia tampak antusias dengan percakapannya ini.


"Ya, aku suka sekali. Ada banyak kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri di sini. Jadi, bagaimana pandanganmu tentang kuliah di sini?"


"Aku belum bisa memberikan pandangan yang pasti karena baru saja bergabung. Tapi aku sangat berharap bisa belajar banyak di sini dan meraih impianku." Nia menjawab dengan malu-malu.


"Itu bagus, Nia. Aku yakin kamu bisa berhasil di sini dengan kerja keras dan tekad. Jangan ragu untuk bertanya atau meminta bantuan jika kamu membutuhkan sesuatu, ya."


Mendengar perkataan Reo yang menawarkan bantuan, Nia tersenyum senang. "Terima kasih, Reo. Aku akan berusaha semaksimal mungkin."


Kini mereka berdua masuk ke dalam kelas dan ikut bergabung bersama dengan teman-teman yang lain. Siap untuk kegiatan belajar mengajar di kelas.

__ADS_1


__ADS_2