Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun
Bab 25


__ADS_3

Hadiah yang akan diterima oleh Reo jika berhasil menyelesaikan labirin terakhir dalam game petualangan ini sangat besar, bisa meningkatkan kemampuan dan keterampilannya di dalam dunia game.


Sayangnya situasi di labirin game petualangan bersama Monster ternyata cukup menantang dan membingungkan bagi Reo. Labirin tersebut terdiri dari banyak lorong, jalan buntu, dan terowongan yang rumit yang dapat membingungkan dan memakan waktu untuk ditemukan jalan keluarnya.


Dan petunjuk yang diberikan oleh sistem tetap saja membuatnya bingung karena banyaknya belokan.


"Tadi petunjuk sistem ke arah kanan apa kiri ya?" gumam Reo bertanya.


Setelah membuka gerbang labirin, Reo sudah melupakan semua yang tadi menjadi petunjuk sistem. Dia pusing dengan banyaknya jalan yang harus dia lalui, karena jalan yang di depannya saat ini ada lima.


"Persimpangan belok kanan, lalu..."


"Ah, yang penting masuk dulu."


Akhirnya Reo memutuskan untuk jalan sesuai apa yang dia ingat. Dia akan mengingatnya sambil melihat lihat keadaan yang akan dilaluinya.


Tapi pada kenyataannya Reo menemukan rintangan dan teka-teki dalam labirin yang dia pilih. Pintu yang membawanya ke jalan selanjutnya terkunci, dengan mekanisme yang memerlukan pemecahan teka-teki untuk membuka jalan keluar.


"Wah, bagaimana ini?" tanya Reo dengan usahanya untuk bisa memecahkan teka-teki yang ada pada daun pintu.


Teka-teki tersebut mirip sebuah sandi, yaitu rahasia yang ada di daun pintu ini yang akan bawa ke labirin lebih dalam


Kode akses adalah 4,2,7.


"Apa itu?" Reo berpikir sejenak.


Reo mulai memikirkan angka-angka yang tertera pada kode yang ada di pintu. "Apa ini huruf abjad?"


"Tidak-tidak!"


Reo membantah pikirannya sendiri jika kedua nggak itu adalah kode pada huruf abjad, jadi dia mulai berpikir lagi.


Ctek


Reo menjentikkan jari jempol dan telunjuk, setelah mengingat sesuatu.


"Jawabannya adalah angka-angka tersebut merupakan urutan angka di atas huruf pada tombol telepon. Jadi, kode akses adalah GCA." Reo berseru.


Clek


Ternyata benar dan pintu labirin terbuka.


[Ding]


[Selamat Mr. Anda menyelesaikan rintangan pertama pada labirin. Silahkan melanjutkan perjalanan]


Senyum Reo mengembang sempurna karena dia berhasil. Kini di depannya ada lorong yang gelap tanpa adanya cahaya yang bisa memberikan penglihatan pada matanya.


"Ini gelap sekali."


Reo mulai berjalan dengan hati-hati. Tangannya juga meraba-raba bagian depan dan samping, takut jika ada sesuatu yang menghalanginya.

__ADS_1


"Bisakah aku mendapatkan cahaya?"


Reo bertanya dengan bergumam, berharap sistem memberinya penjelasan.


[Ding]


[Anda bisa membeli peralatan alat bantu di toko sistem. Ada juga beberapa senjata yang bisa dibeli dengan harga dengan tingkatan tertentu sesuai dengan manfaat senjatanya]


"Ah, baik kalau begitu. Aku mau membeli senter saja."


[Ding]


[Senter sistem dengan harga 5 poin. Senter ini bisa digunakan untuk penerangan dalam kegelapan labirin, tapi hanya bertahan selama 10 menit]


"Hanya sepuluh menit?"


[Benar Mr. Anda harus bisa keluar dari jalan gelap ini sebelum sebelum senter padam]


"Apa tidak ada senter yang bisa menyala lebih lama dari senter itu?"


[Ada, tapi level Anda belum memungkinkan untuk bisa membelinya meskipun ada poin]


"Ok. Aku akan membeli senter yang ini."


[Ding]


Klik


[10%]


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


[Ding]


Senter tiba-tiba muncul dan mau nyala sendiri di depan tubuh Reo, seakan-akan menjadi penunjuk jalan yang harus dia lalui.


Tapi nyatanya jalan ini memang panjang dengan lika-liku yang cukup banyak. Selain itu, ada beberapa jalan yang ternyata berkerikil tajam. Kaki Reo sudah mulai terasa perih, karena kemungkinan sudah ada yang terluka dan berdarah.


"Ihsss..."


Reo meringis menahan rasa sakit yang dirasakan pada telapak kakinya. Dia masuk ke dalam dunia game petualangan ini tanpa alas kaki, karena tadi dia sedang duduk sendirian kursi belajar yang ada di kamarnya.


Sampai pada tikungan tajam yang ada di sebelah kanan, senter tiba-tiba padam. Untungnya keadaan jalan setelah tikungan tidak lagi gelap. Tapi tetap saja ada rintangan yang harus dia kerjakan setelah selesai dari jalan gelap tadi.

__ADS_1


"Meong..."


"Kucing?"


Reo kaget saat mendengar suara kucing yang mengaung di bawah kaki kirinya. "Apa kamu monster jahat?" tanya Reo mundur.


Dia harus tetap waspada terhadap apapun yang dia temui di dalam labirin ini. Apalagi jika itu berbentuk hewan-hewan, Katena bisa jadi itu adalah monster yang sebenarnya.


"Meong."


"Apa kamu kucing baik, atau benar monster?" tanya Reo sekali lagi.


Tapi di saat Reo berpikir bahwa kucing tersebut adalah monster, mendadak kucing tersebut benar-benar berubah menjadi lebih besar dan bergigi panjang dan runcing.


"Eh, kamu beneran monster?!"


"Meong... geeerrr..."


"Aku mau membeli senjata untuk melawan monster kucing!"


Reo berteriak keras untuk keinginannya membeli senjata dari sistem, supaya bisa digunakan untuk menghadapi monster kucing.


[Ding]


[Level pemula: Level Mr masih belajar dan belum memiliki banyak pengalaman dalam game. Tingkatan kekayaan masih rendah, dengan jumlah koin modal dari level sistem. Belum miliki emas untuk membeli senjata]


"Apa?"


Ternyata Reo harus menghadapi monster kucing dengan kemampuannya sendiri, guna mengumpulkan item yang dapat membantunya mendapatkan hadiah dan harta yang bisa digunakan untuk membeli senjata-senjata saat melawan monster musuh dan bertahan hidup di dalam labirin.


Dalam situasi yang sulit seperti ini, Reo harus bisa mempertimbangkan strategi dan taktik yang tepat untuk keluar dari labirin yang berisi Monster kucing dan mengalahkannya. Jika mampu, dia akan menaklukkan monster kucing ini supaya bisa menjadi monster teman yang kapan membantunya menghadapi monster monster berikutnya.


Sekarang ini, Monster kucing itu telah berubah menjadi makhluk yang menyerupai kucing, namun memiliki ukuran yang lebih besar dan sosok yang lebih menakutkan.


Monster kucing tersebut memiliki gigi dan cakar yang tajam, dan dipastikan kemampuannya untuk melompat dan mengejar Reo bisa dengan cepat. Kucing tersebut juga memiliki bulu yang tebal dan kini berwarna sangat gelap, serta mata yang menyala dengan warna yang mencolok.


Benar-benar menakutkan bagi Reo, yang tidak memiliki senjata atau alat bantu untuk melawannya.


Akhirnya Reo berpikir untuk lari sejauh mungkin, karena dia tidak memiliki senjata jadi dia membutuhkan keterampilan dan strategi untuk melawannya. Selain itu, monster kucing ini juga sudah siap untuk melompat dan menerkamnya.


Tap tap tap


"Tidak! Aku tidak lari karena takut, tapi harus berlari menjauh terlebih dahulu agar bisa terhindar dari cakarannya." Reo berteriak sambil berlari kencang.


Tapi sayang, kakinya yang sudah berdarah saat ada di lorong gelap dan terkena kerikil tajam menyulitkannya untuk berlari sekencang-kencangnya. Dia tidak bisa menjauh sejauh mungkin, karena monster kucing bisa dengan mudah menangkapnya.


"Geeerrr..."


"Arghhh..."


Reo diterkam monster kucing dari arah belakang, dengan kaki depan kucing yang mengenai punggungnya.

__ADS_1


__ADS_2