
Melamar Anna kepada Tuan Hendrix
Setelah wisuda, Reo datang ke rumah Anna untuk melamar. Tapi dia datang seorang diri, karena ingin memastikan terlebih dahulu jika dia akan diterima oleh ayahnya Anna, yaitu Tuan Hendrix.
Reo memutuskan untuk mengunjungi rumah Anna seorang diri, dengan tujuan untuk bertemu dengan Tuan Hendrix secara pribadi dan membicarakan niatnya untuk melamar Anna. Dia ingin memperoleh persetujuan dan restu dari ayah Anna sebelum melanjutkan hubungan lebih jauh.
Tuan Hendrix tidak pernah tahu, jika Reo yang sekarang adalah salah satu orang terkaya di dunia. Bahkan Anna sendiri juga tidak tahu. Dan Reo juga tidak ada maksud untuk memberitahukan hal tersebut pada Anna.
"Selamat malam, Tuan Hendrix."
Hendrix yang tidak mengenali Reo, menganggukan kepalanya saja. Dia bahkan berpikir bahwa Reo datang untuk urusan pinjaman atau sejenisnya.
"Yah, dia teman dekat Anna."
Akhirnya Anna keluar, beritahu ayahnya tentang siapa Reo yang datang malam ini ke rumah mereka. Sayangnya, ayahnya Anna justru bersikap seolah-olah tidak menyukai kedatangan Reo, setelah mengetahui jika bukan untuk kepentingan uang.
"Saya berharap kita bisa berbicara sebentar dengan Anda, Tuan Hendrix." Reo mengutarakan maksud kedatangannya dengan suara yang terdengar sangat tenang.
"Hemmm, tentu saja. Ada apa? Dan apa maksud dari "teman dekat" tadi?" tanya Tuan Hendrix dengan mengerutkan keningnya.
"Saya datang ke sini karena ada sesuatu yang ingin saya sampaikan. Saya ingin melamar Anna, putri Anda."
Tuan Hendrix terkejut mendengar jawaban yang diberikan oleh tamunya ini. Dia memperhatikan dengan seksama, bagaimana keadaan Reo saat ini. Dia mulai memberikan penilaian pada pemuda yang berani datang ke rumahnya untuk melamar anaknya.
"Oh, begitu. Itu tentu merupakan langkah besar. Apa yang membuatmu yakin bahwa kamu adalah pria yang tepat untuk Anna?" tanya Tuan Hendrix ingin tahu alasan Reo.
Kemungkin Tuan Hendrix curiga dengan Reo. Dia pikir bahwa Reo datang untuk melamar Anna karena ingin memanfaatkan kesempatan, sebab dia adalah orang kaya. Apalagi, dia juga tidak melihat ada sesuatu yang berharga di tubuhnya Reo.
Pakaian dan jam tangan Reo, terlihat pasaran. Reo juga datang ke rumahnya dengan menggunakan mobil biasa bukan mobil sport atau mobil mewah lainnya.
Reo tersenyum tipis melihat bagaimana Tuan Hendrix yang sedang membuat penilaian tentang dirinya.
"Saya mencintai Anna dengan sepenuh hati, Tuan Hendrix. Saya telah mengenalnya dengan baik dan dia adalah seorang gadis yang luar biasa. Saya berjanji akan menjaga dan melindungi Anna dengan segenap kemampuan saya."
Anna, tersipu malu-malu dengan menundukkan kepalanya saat mendengar pujian untuknya, yang diberikan Reo secara tidak langsung.
"Tentu, itu bagus untuk didengar. Namun, sebagai ayah, saya ingin memastikan bahwa kamu dapat memberikan masa depan yang baik bagi Anna. Apa pekerjaanmu dan berapa penghasilanmu sehari, sebulan atau bahkan satu tahun?" Tuan Hendrix mengintrogasi.
__ADS_1
"Saya memang belum pekerja secara resmi di sebuah perusahaan ataupun industri lainnya. Saya juga baru lulus kuliah. Tapi jika untuk keuangan, saya ada untuk setiap harinya, setiap bulan dan tahun."
Mendengar jawaban tersebut, Tuan Hendrix tersenyum sinis. Dia menilai bahwa Reo adalah pemuda yang sombong dengan menyepelekan pertanyaannya.
"Itu terdengar bagus, tapi bagaimana kamu bisa memberikan kehidupan yang aman dan nyaman bagi Anna di masa depan? Aku khawatir jika Anna harus hidup dalam kesusahan atau ketidakpastian."
"Tuan Hendrix, saya memahami kekhawatiran Anda. Saya berkomitmen untuk memberikan kehidupan yang sejahtera bagi Anna. Meskipun saya belum membicarakan rincian tentang keuangan saya, saya meyakinkan Anda bahwa Anna tidak akan pernah merasa kekurangan dalam pernikahan kami."
Anna sudah terlihat sangat khawatir. Dia cemas dan tidak tenang, takut jika ayahnya akan menolak lamaran Reo.
"Baiklah. Aku akan menerima lamaranmu, tapi dengan persyaratan."
Reo mengangguk pasti. Meskipun dia tidak tahu apa yang menjadi persyaratan yang harus dia lakukan untuk mendapatkan restu dari Tuan Hendrix, tapi dia yakin jika dia bisa memenuhi apapun persyaratan tersebut.
Tuan Hendrix sendiri, sebagai ayahnya Anna, ingin memastikan bahwa Reo adalah orang yang tepat untuk menjadi pasangan hidup anak perempuannya. Karena Tuan Hendrix tidak tahu tentang kekayaan Reo, dia jadi menganggap bahwa Reo harus memenuhi beberapa persyaratan atau standar tertentu sebelum memberikan restu.
Tuan Hendrix ingin memastikan bahwa Reo memiliki stabilitas finansial yang cukup untuk memberikan kehidupan yang nyaman bagi Anna. Persyaratan yang diminta Tuan Hendrix adalah, dia meminta Reo untuk menyediakan berbagai macam hal yang dia inginkan untuk disediakan Reo.
"Dalam satu minggu ini, kamu harus membawa uang tunai sebesar 10 M, Mobil Rolls-Royce Boat Tail yang dibanderol dengan harga US$28 juta atau berkisar Rp432 miliar (kurs US$1 sama dengan Rp15.456)."
Mendengar persyaratan yang diberikan oleh ayahnya, Anna terbelalak kaget. Dia tidak percaya jika ayahnya akan meminta persyaratan yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh Reo.
Anna cepat memprotes. Dia tidak yakin dengan persyaratan yang diajukan oleh ayahnya bisa dikabulkan oleh Reo.
"Diam, kamu! Tahu apa kamu tentang keadaan ke depan? Semua bisa berubah setiap detik. Dan kehidupan ini bukan melulu tentang cinta!" Tuan Hendrix tidak mau tahu.
"Saya sanggup!"
Anna dan Tuan Hendrix, menoleh cepat ke arah Reo yang memberikan jawaban "sanggup" atas persyaratan yang diminta oleh Tuan Hendrix barusan.
***
Akhir kisah Tuan Hendrix
Semingu kemudian, Reo benar-benar datang ke rumah Tuan Hendrix dengan membawa semua persyaratan yang diminta olehnya untuk memberikan restu atas lamaran Reo untuk anaknya, Anna.
"Tuan Hendrix. Saya datang dengan dua persyaratan yang Anda berikan. Saya juga membawa keluarga saya untuk lamaran Anna secara resmi."
__ADS_1
"Ini... tidak mungkin!"
"A-ku, a-ku tidak percaya!"
Tuan Hendrix justru terkejut dengan matanya yang terbelalak tidak percaya, saat melihat uang tunai sebanyak 10 M dan mobil Rolls-Royce Boat Tail yang dia jadikan persyaratan. Apalagi Reo datang bersama dengan Lay. Janda yang sudah dia tipu dengan hutang yang sebenarnya tidak seberapa banyak, sebab dia memang telah melipatgandakan sendiri hutang dan bunga hutang dari ayahnya Reo yang sudah meninggal dunia.
Di lain pihak, Anna menangis haru karena Reo memperjuangkan dirinya meskipun persyaratan yang diajukan oleh ayahnya adalah hal yang mustahil.
"Terima kasih, sayang."
Tapi tak lama kemudian...
Brukkk
"Ayah!"
"Tuan Hendrix!"
"Tuan Hendrix!"
Karena rasa terkejut dan tegang, Tuan Hendrix terkena serangan jantung. Dia tidak kuat dan tidak percaya, saat dirinya merasa kalah dengan Reo yang datang memenuhi persyaratan yang dia berikan.
"A-ku.... a-ku..."
Suara Tuan Hendrix tidak bisa didengar dengan baik karena terbata-bata dan lemah. Dia terkena stroke sehingga tubuhnya tidak berfungsi normal seperti biasanya.
Tamat.
***
Hai gaesss...
Novel Super Sistem Kaya Dengan Seribu Akun ini beneran tamat ya. Terima kasih untuk semua readers dan othor yang sudah memberikan dukungan untuk novel TK untuk event lomba menulis novel Super Sistem.
Terima kasih untuk Editor yang memberikan dukungan dan perhatian serta arahan yang lebih baik lagi.
Kita ketemu di novel-novel TK lainnya...
__ADS_1
Jangan lupa jaga kesehatan dan see you next time semuanya...