
Hari-hari pun berlalu, hari ini adalah hari pernikahan Dea & Kavin, Dea duduk di depan meja rias melihat dirinya di pantulan cermin, riasan yang begitu sempurna serta memancarkan kecantikan Dea, ditambah lagi dengan balutan gaun pengantin. Dea menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan, untuk mengurangi rasa gugupnya, bukan karena dia akan menikah tapi juga mulai hari ini kehidupan baru sebagai seorang istri serta kehidupan yang sebenarnya baru akan dimulai, dan akan memulainya dengan orang yang baru ia kenal dan juga belum adanya rasa cinta di antara mereka berdua, Dea hanya tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya dan menerima perjodohan ini walau apa pun resiko yang akan di hadapinya nanti. Tapi ia berharap pernikahan ini tak pernah langgeng. Entahlah hanya tuhan saja yang tau.
"waah cantiknya bos Q, senyum dikit dong biar makin cantik, goda Eca.
"huuff..andai aku menikah dengan orang yang aku cintai, mungkin kebahagian ini akan terpancar tetapi itu hanya angan saja.
"sudah lah de, "aku yakin seiring berjalanya waktu rasa cinta di antara kalian pasti akan tumbuh, ucap Eca.
"semoga aja ca, ucap Dea.
Sedangkan dikamar Indra Admaja kavin sudah siap dan ia terlihat sangat tampan, kavin merasa sangat gugup namun sebisa mungkin ia membuat suasana hatinya sesantai mungkin.
"waaahh tuan..anda terlihat sangat tampan hari ini, ucap junet.
"biasa aja Jun, aku merasa penampilan ku tiap hari seperti ini, ucap kavin.
"maksud saya aura pengantin sangat terlihat di wajah anda tuan, jawab junet.
"sudahlah jangan menggoda ku terus, ucap junet.
"ya..yaa..mari kita keluar karena semua sudah menunggu tuan, ucap junet.
Kavin melangkah keluar dari kamar hotel dan menuju ruangan dimana ia akan mengucapkan janji sucinya. Walau belum ada rasa cinta pada calon istrinya tapi kavin berniat hanya sekali menikah dalam hidupnya. Kavin duduk di kursi yang sudah di sediakan tak lama Dea pun datang dan dituntun oleh bunda nya untuk duduk di sebelah kavin.
"sudah siap semuanya, mari kita mulai acaranya, ucap penghulu.
"pak Galang silahkan menjabat tangan nak kavin, ucap penghulu.
Dengan arahan sang penghulu Galang & kavin saling berjabat tangan, tak berapa lama semua orang mengucapkan kata "sah" nampak kebahagian diwajah mereka.
"semoga ini yang pertama dan terakhir, aku akan menerimanya dengan ikhlas, batin Dea".
"Alhamdulillah semoga kami bisa bersama selamanya, ucap kavin dalam hati".
__ADS_1
Eca memberikan cincin pada kedua mempelai, kavin pun mengambilnya dan menyematkannya cincin pernikahan di jari manis Dea, begitu juga dengan Dea setelah selesai Dea mencium punggung tangan suaminya, kemudian kavin pun mencium kening Dea.
Semua kerabat yang hadir di acara pernikahan Dea tampak bahagia.
"selamat ya sayang putri kecil bunda sudah menjadi seorang istri, ucap bunda Clara.
"makasih ya Bun, jawab Dea yang masih memeluk bunda nya.
"selamat ya nak semoga kalian selalu bahagia, ucap Galang.
"selamat ya nak kavin, sekarang kamu sudah menjadi suami putri ku jaga dia baik-baik saya percaya kan dia pada mu, ucap Galang.
"iya yah..Bun..saya akan menjaganya dan membahagiakannya, ucap kavin.
"selamat Yaaa Dea, sudah menjadi istri kavin dan selamat datang di keluarga Admaja, ucap Risma.
"makasih yaa maa, ucap Dea.
Para tamu yang hadir memberi ucapan selamat pada kedua pengantin tersebut.
Tak terasa acara kini pun sudah usai, kavin & Dea beristirahat dikamar hotel yang sudah di sediakan oleh para orang tua mereka.
Tiba dikamar hotel Dea segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, tak berapa lama Dea keluar dengan baju tidur.
"kak..mandilah, ucap Dea.
kavin hanya meanggukan kepalanya.
Setalah kavin masuk kekamar mandi Dea melangkah menuju ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya.
"dekorasi kamar yang sangat indah, andai kami saling mencintai mungkin malam ini akan lebih indah lagi, Gumam Dea".
Dea merebahkan tubuhnya di atas ranjang tersebut kerena kelelahan Dea pun terlelap. kavin yang keluar dari kamar mandi dan melihat Dea sudah terlelap kavin segera menuju ranjang dan melihat ada bantal pembatas ditengah tengahnya kavin hanya tersenyum tipis, kavin pun segera merebahkan tubuhnya kerena kelelahan tak berapa lama akhirnya kavin pun terlelap.
__ADS_1
💠💠💠💠ðŸ’
Pagi harinya.
Dea bangun lebih awal dan melihat kavin tidur disampingnya dengan memeluk guling.
"maaf ya kak, aku belum bisa memberi apa yang sepentasnya menjadi hak kakak".batin Dea.
Dea segera menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya tak lama kemudian Dea pun keluar dengan dress selutut warna biru muda dengan rambut yang digulung keatas kepalanya.
"kak..kak..bangun kak, ucap Dea.
"kak..bangun kita sarapan dulu setelah itu kita pulang, ucap Dea lagi.
"Vian udah ahh bentar lagi kakak bangun, jawab kavin.
"astaga susah benget bangunnya, guman Dea.
"kak..ini aku Dea bukan Vian, ucap Dea.
Kavin membuka matanya dan melihat Dea berdiri disampingnya dengan pakaian yang sudah rapi dan anggun untuk dilihat.
"astaga..aku lupa kemarin kan acara pernikahan aku, batin kavin".
ðŸ’
💠ðŸ’
💠💠ðŸ’
Jangan lupa like , komen dan vote.
makasih sudah mampir dikarya aku.
__ADS_1