Kebahagiaan Q

Kebahagiaan Q
9. Dea Sakit


__ADS_3

Setelah pelayan pergi Eca bertanya lagi pada Dea, karena penasaran.


"de..lo dijodohkan dengan siapa, ucap Eca.


"nanti saja aku jawab sekarang kita makan dulu aku laper, jawab Dea.


Dea melihat ke arah kavin ternyata kavin masih melihatnya, Dea pun tak peduli Dea melanjutkan makanya dengan santai dan anggunnya, itu semua tak lepas dari pandangan kavin, setelah selesai makan Dea segera pergi kavin pun mengikuti Dea secara diam-diam.


Didalam mobil dea menceritakan pada Eca soal perjodohannya dengan kavin, Tampa sadar mereka telah tiba di depan toko dengan segera Dea turun dari mobilnya, dan membawa barang belanjaan nya kedalam bersama dengan Eca.


setelah itu kavin melajukan mobilnya untuk pulang kerumah, begitu juga dengan Dea dan Eca. Tak berapa lama Dea pun tiba dirumah.


"assalamualaikum, bunda ucap Dea.


"waalaikum salam, kenapa pulangnya sore sekali ucap Clara.


"tadi belanja dulu Bun ke moll karena bahan untuk buat kue sudah banyak yang kurang, jawab Dea.


"ya sudah bersihkan diri mu, biar segar, nanti kita makan malam bersama, ucap Clara.


Dea segera meningalkan bundanya dan segera menuju kamar, tiba di kamar Dea segera menuju kamar mandi, setelah membersihkan dirinya Dea segera keluar dan memakai pakaian rumahan. Dea melangkah menuju ranjangnya untuk beristirahat Dea merebahkan tubuhnya tiba saja Dea mengingat pertemuannya dengan Alek, walau Dea terlihat kuat dari luar tapi kenyataanya Dea tak seperti itu, sangat sulit bagi Dea melupakan Alek yang sudah jadi kekasihnya selam 2 tahun walau pun Alek tak setia padanya, Dea tersenyum tipis mengingat dirinya yang terlalu polos menerima pernyataan maaf dari Alek, saat Alek melakukan kesalahan atau ketahuan membohonginya, tapi sejak kejadian malam itu Dea menyadari kebodohannya, Dea terus menangis di atas ranjangnya sambil memeluk guling, saat ini hanya guling lah teman setia Dea.


Ceklek


Clara membuka pintu kamar Dea, Clara berdiri di depan pintu yang melihat anak gadisnya menangis, Clara segera menghampirinya.


"ada apa sayang kok menangis, ucap Clara.


"siap yang nangis, ini mata Dea kelilipan elak Clara.


"jangan bohong ada masalah apa, apa ngak patut bunda tahu, ucap Clara.


"bundaaaa😭😭😭, sebenarnya tadi di moll Dea ketemu.....Dea mencaritakan semuanya pada bunda nya, sampai Dea melihat Kavin di kafe semuanya Dea cerita pada bundanya Tampa ada yang di tutupi.


"sudahlah jangan pikirkan pria seperti itu, lupakan yang sudah berlalu dan sekarang saatnya kamu memikirkan masa depan kamu, ucap Clara.

__ADS_1


sekarang kita makan malam yukk, ajak bunda Clara


"yaa Bun aku ngak akan sedih lagi, jawab Dea.


Clara & Dea keluar dari kamar Dea dan segera menuju meja makan, di sana sudah ada papa Galang & juga Gian. selesai makan Dea mambantu bunda nya untuk membersihkan meja makan dan menganggakat semua yang kotor kedapur. dan setelah itu Dea menuju ruang keluarga di mana papa & Gian juga ada disitu.


"de..papa sama om Indra sudah sepakat seminggu lagi kalian akan menikah.


degg...


"pa..ngak terlalu cepat? "maksud Dea kenapa ngak tunangan aja dulu, masa langsung nikah?.


"sama saja de..siap tunangan kan nikah juga, lebih baik langsung nikah.


"hufff, iya..Dea nurut aja , bagaimana baiknya saja, kalau itu yang terbaik buat Dea, ucap Dea.


"papa tau kalau kalian tidak saling cinta tapi yakinlah suatu hari nanti kalian pasti saling cinta, ucap Galang.


"mudah-mudahan pa..semoga saja dia menerima Dea apa adanya, ucap Dea.


"aammiin, Bun..pa Dea istirahat dulu yaa, ucap Dea.


mereka hanya mengangguk.


Dea kembali kekamarnya tiba dikamarnya Dea segera membasuh mukanya & menggosok gigi, setelah selesai Dea mambali ke ranjangnya dan merebah kan tubuhnya, Dea menata langit-langit kamarnya.


"Yaaa Allah apa yang harus aku laku kan, di satu sisi aku masih takut menjalin hubungan, disisi lain aku tak ingin kedua orang tua ku kecewa, aku pasrah ya Allah akan hidup ku kedepanya, jika ini yang terbaik maka deketkan lah, jika bukan ini yang Terbaik maka jauhkanlah, aku ikhlas menerima perjodohan ini demi kedua orang tua ku, ucap Dea. Sambil menagis dan memeluk teman setianya siapa lagi kalau bukan guling, tak berapa lama Dea terlelap.


πŸ’  πŸ’  πŸ’  πŸ’  πŸ’ 


Pagi harinya.


Pagi ini begitu dingin, karena cuaca kurang baik, gerimis pun membasahi tanah, begitu juga dengan suasana hati Dea.


Hari sudah menunjukan jam 9:25 menit namun Dea belum juga keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Clara membuka pintu kamar Dea dan melihat Dea masih sembunyi di balik selimutnya.


Clara segera menghampiri Dea yang masih tidur. Clara membuka selimut yang menutupi tubuh Dea, tiba saja tangan Clara menyentuh kulit Dea, Clara terkejut karena badan Dea panas.


"de..de...bangun Dea badan mu panas sekali.


namun Dea tak kunjung bangun Clara keluar dari kamar Dea dan segera menghampiri suaminya yang sedang duduk di ruang keluarga.


"pa..paa..ucap Clara panik.


"iya ada apa Bun ucap Galang.


"pa..cepatan panggil dokter Dea demam paa, ucap Clara.


Galang segera memangil dokter setelah menelpon dokter Galang menuju kamar Dea.


Tak lama dokter Rino pun tiba dirumah Galang, Rino memeriksa ke adaan Dea.


"bagaimana ke adaan Dea Rino, ucap Clara.


"Dea hanya kecapean dan sepertinya Dea banyak pikiran ucap Rino.


ini resepnya obatnya dan segera tebus di apotik yaa, ucap Rino.


setelah Rino pergi Galang pun menebus obat Dea di apotik, Dea bangun dan melihat bundanya. Dea berusaha untuk duduk namun Clara melarangnya.


πŸ’ 


πŸ’  πŸ’ 


πŸ’  πŸ’  πŸ’ 


Jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like vote dan komen, dan terimakasih sudah membaca karya ku.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2