Kebahagiaan Q

Kebahagiaan Q
Bab. 2. Tragedi


__ADS_3

Claudya keluar dengan mobilnya & segera menuju toko kue, setelah tiba Claudya masuk langsung menuju ruangannya sambil menunggu Eca Dea melihat-lihat foto saat bersama dengan Alek.


Tak lama Eca pun masuk keruangan Dea.


"de kita berangkat sekarang ucap Eca."


"apa sudah selesai, kalau sudah selesai ayo kita pergi sekarang, ucap Dea."


Dea & Eca pun segera menuju mobil, meraka segera menuju moll, Dea melajukan mobilnya dengan kecepatan standar, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit mereka tiba di parkiran moll Dea segera keluar dan masuk kedalam moll untuk mencari hadiah buat kekasih hati.


Mereka mengelilingi moll untuk mencari hadiah apa yang cocok untuk Alek, setelah melihat-lihat Dea memilih sebuah jam tangan keluaran terbaru dan edisi terbatas.


"ca...kalau yang ini gimana, oke ngak tanya Dea pada Eca."


"yang lain ajalah, sayangkan uangnya, ucap Eca, sebenarnya Eca ngak rela kalau Dea memberikan cowok brengsek kayak Alek itu hadiah yang mahal."


"ngak apa-apa kali ca, sekali-kali, ucap Dea."


"ya sudah kalau mau yang itu, bungkus aja., Jawab Eca agak sedikit kesal."


Dea memberikan jam tersebut pada pelayan toko & meminta untuk membungkus yang rapi. setelah selesai Dea & Eca pun keluar dari moll.


Dea mengantar Eca pulang karena Eca ngak mau di ajak makan, dengan alasan ia sudah gerah dan lelah, karena searah dengan apartemen Alek, sekalian mengantar Eca,


"mampir dulu de, ucap Eca, basa basi."


"ngak deh aku langsung ke apartemennya Alek aja, jawab Eca."


"ya...sudah hati-hati di jalan, ucap Eca."


"hm..dengan senyuman."


Claudya memacu mobilnya menuju apartemen Alek Karna ia sudah tak sabar ingin memberi kejutan pada kekasihnya itu, seharian ini mereka tak ada berkomunikasi, jangan telponan saling tukar chat aja ngak ada. Sementara Alek sedang bersenang-senang sama kekasihnya.

__ADS_1


Di rumah Claudya


Bunda Clara sedang mempersiapkan makan malam setelah selesai Clara menata makanan di meja makan di bantu bik Inah, setelah itu Clara segera memangil anak & suaminya yang sedang bersantai diruang keluarga.


"pa..Gian yuk kita makan dulu, ucap Clara dengan segera mereka menuju meja makan."


"Bun..Dea kemana kok ngak ikut makan, ucap Gian yang tak melihat adiknya."


"oh..itu Dea pergi keluar sama Eca, ucap Clara."


Saat mengambil gelas untuk di isi air gelas yang di pegang Clara pun terjatuh Hinga pecah, papa Galang & Gian terkejut.


"astaga....ucap bunda."


"hati-hati Bun ucap Gian."


"biar bibik yang beresin ucap papa Galang."


Gian segera memangil buk Inah untuk membersihkan pecahan beling, setelah itu mereka lanjut makan kembali dengan tenang, namun berbeda dengan Clara merasa tak tenang, Clara ke pikiran Claudya, stelah selesai makan bik Inah pun membersihkan meja makan.


"bun ada apa kok dari tadi papa parhati in bunda kayak mikirin sesuatu, tanya Galang."


"oh..ngak ini pikiran bunda kok ngak enak gini yaa, ucap Clara."


Di Apartemen Alek


Claudya tiba di perkiraan apartemen Alek, Dea segera turun dari mobilnya dengan kue yang cantik di tangannya, Dea menuju lift setelah masuk kedalam lift Dea segera menekan angka 17, tak berapa lama Dea tiba di lantai 17 & segera menuju ruangan Alek.


Dea tak menekan bel karena Dea tau sandi apartemen Alek setelah menekan sandinya Dea segera masuk kedalam dengan kue masih di tangannya.



Tiba di depan pintu kamar Alek, saat Dea akan membuka pintu kamar, Dea mendengar suara ******* sepasang kekasih yang sedang memadu kasih, hati Dea pun hancur seketika Dangan air mata yang lolos begitu saja di pelupuk matanya.

__ADS_1


"aa...lek, gu...ee udah ngak tahan...aahhh."


Alek yang terus memompa dengan sekuat tenaga untuk mencapai puncak Tampa menghiraukan ******* kekasihnya dengan penuh naf su ia melu mat bibir Tisa dan menya sap lembut benda kenyal milik Tisa, Hinga meninggalkan karyanya di sana.


"sayang,aku sudah gak mau, finis, ucap Alek."


"kita sama sama beb, sambung Tisa."


Dea mengutuk mereka berdua, saat hendak membuka kenop pintu Dea mendengar percakapan yang membuat hatinya kembali terasa teriris sebilah pisau yang sangat tajam.


"lek apa kamu benar cinta sama Claudya, ucap tisa pacar gelap Alek."


"yaa ngak lah kalau gue cinta sama dia ngak mungkinkan gue begini sama lo, lagian gue cuma manfaatin dia doang, ucap Alek."


"terus kapan lo akan putusin dia, tanya tisa lagi"


"lo tenang aja gue akan putusin dia kok, jawab Alek."


Claudya masih berdiri di balik pintu dengan deraian air mata, karena sudah tak sanggup lagi Dea akhirnya membuka pintu kamar Alek dan langsung di suguhkan pemandangan yang menjijikan, kedua nya pun kaget melihat Claudya ada di depan mereka.


"de..Dea...ucap Alek gugup


"iya gue, gue kesini mau kasih lo kejutan tapi malah gue yang dapat kejutan dari lo berdua, lo brengsek lek gue cinta sama lo itu tulus, tapi apa yang gua dapat hanya cinta palsu lo, sekarang Gue udah tau semuanya, lo nikmati aja waktu lo dengan cewek murahan itu, dan satu lagi gue sudah dengar apa yang lo bicarakan in tadi dan terimakasih atas cinta palsu lo selama 2 tahun ini dan hari ini juga kita PUTUS dan satu lagi ini kue ultah dari gua, ucap Dea panjang lebar.


Claudya melempar kue tepat di muka alek dan setelah itu Dea berlari keluar dari apartemen Alek menuju parkiran. Setelah masuk kedalam mobilnya Dea memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, sementara Alek setelah membersihkan kue di wajahnya dia segera mencari Dea namun tak di temukannya, siaaaalll teriak Alek.


Claudya menangis sejadi-jadinya menyesali semuanya karena Dea tak pernah mendengar ucapan dari kedua orang tuanya & juga sahabatnya Kalau Alek bukan cowok baik.


"bodohhhh....gue emang bodoh, teriak Dea dalam mobilnya."


Dea terus memacu mobilnya dengan ke cepatan tinggi Hinga dia tak menyadari kalau di depan ada mobil yang sedang rusak di pinggir jalan..


🌠🌠🌠🌠🌠

__ADS_1


Jangan lupa yaa dilike komen dan juga vote.


Selamat membaca karya Q


__ADS_2