
Tiba dikamar Dea segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, tak lama Dea keluar dengan pakaian rumahnya. Dea melihat kavin yang rebahan di ranjang pun segera menghampirinya.
"mas..mandi dulu airnya sudah aku siapkan,"
"hemm, maksih ya De,"
kavin langsung melangkah ke kamar mandi. Dea pun segera menyiapkan baju untuk kavin dan setelah itu ia turun kebawah dan menuju dapur melihat mama mertuanya juga ada di dapur sedang memasak makanan untuk makan malam.
"ada yang bisa Dea bantu ma?,"
"ngak usah sayang,"
"tapi maa ak...," sebelum selesai Dea menyelesaikan kalimatnya sudah di potong oleh mama mertuanya.
"udah ngak apa-apa kalau kamu kelelahan kapan mama dapat cucunya,"
blussh
wajah Dea merona mendengar ucapan mertuanya mendengar kata cucu.
"maaf ya maa, tapi kami belum pernah melakukan kewajiban kami maa, batin Dea".
"ya udah Dea bikin teh aja buat mas Kavin,"
"heh..udah ada perubahan ni dari kakak menjadi mas," goda mama Rismaπ .
"maa..π.
"π π π ngak apa-apa sayang apa sih yang kamu malu kan hemm, mama tau kok kalau kalian sudah mulai menerima satu sama lain, itu berati bentar lagi mama akan jadi Omaπ "ya sudah cepat buatkan mas mu teh hangat, ucap mama Risma sambil tersenyum.
Dea membuat teh hangat untuk kavin dan membawanya kekamar tak lupa juga dengan cemilannya, tiba di kamar Dea tak melihat kavin di kamar dengan segera Dea meletakkan teh di atas meja.
"apa mas kavin belum keluar ya," Guman Dea.
"mas...mas kavin," namun tak ada jawaban.
Ceklek
Dea membuka pintu kamar mandi dan melihat kavin tertidur didalam buthub.
"astaga...mas kavin ketiduran," Guman Dea.
"mas..mas..mas kavin bangun," ucap Dea sambil menyentuh lengan kavin.
Kavin mengerjabkan matanya dan melihat Dea disampingnya.
"maaf, ketiduran."
"Hem..ayo cepat mandi nanti masuk angin loo,"
"hemm...ya udah mas mandi dulu,"
"yaa aku tunggu diluar,"
Setelah Dea pergi kavin pun melanjutkan mandi, sementara Dea santai di atas karpet dan menyandarkan punggungnya pada sofa serta kaki yang di selonjor kan ke depan sambil nonton tv dan memakan cemilan yang dibawa nya tadi, tak lama kavin pun keluar dari kamar mandi setelah selesai memakai pakaiannya kavin segera menghampiri Dea.
"di minum dulu teh nya mas, biar badannya hangat,"
Kavin pun langsung minum teh yang sudah di buat oleh Dea, kavin pun langsung duduk di samping Dea dan tiba-tiba saja kavin merebahkan kepalanya di atas paha Dea.
deg..
"mas..ngapain sih, kalau mau tidur aku ambil bantal dulu ya,"
"ngak usah sayang gini juga nyaman kok,"
"ya udah, oh..ya apa teh nya sesuai dengan selera mu mas?,"
Jujur saja Dea belum pernah membuatkan Kavin teh sejak menikah, ini kali pertama nya Dea membuatkan Kavin teh, dulu mereka ngak sedekat ini.
"kurang manis De,"
__ADS_1
"oh..ya udah besok aku lebih in gulanya,"
"ngak usah,"
"Napa mas tapi kurang manis?,"
"manisnya pindah ke senyum mu de," ucap kavin sambil mengerlipkan sebelah matanya.
blussh.
"apa an sih mas," ucap Dea.
"benaran de aku ngak bohong kok,"
"udah deh mas aku malu nii," ucap Dea sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya, karena sudah merona karena digoda sama Kavin.
"π π π π π
Dea memasukan keripik kedalam mulutnya sebelum Dea melahap keripik itu kedalam mulutnya dengan sigap kavin menyambar dengan mulutnya keripik tersebut seketika bibir mereka menyatu Dea membulatkan matanya melihat kelakuan Kavin, Sontak saja Dea menjauhkan mulutnya dari mulut Kavin.
"maaass.....kalau mau ya ngomong dong ngapain kayak gitu sih, bikin jantung aku mau copot aja,"
"Aku maunya yang di mulutmu sayang enak looo π π π .
"udah deh dari tadi goda aku terus, kenapa jadi jahil gini sih," gerutu Dea.
"jahil sama istri sendiri ngak ada yang larang Lo de,"
"terserahπ.
"mas buka mulutnya biar aku suapi,"
"Aku mau disuapi dengan bibir muπ
"aku udah kenyang,"
"aku juga sudah kenyang,"
Kavin segera bangkit dari tidurnya dan saat itu juga dengan sigapnya kavin menyambar bibir Dea sekilas.
"maassss, kenapa sih suka sekali curi ciuman aku,"
"kalau nungu izin dari kamu lama de, habisnya bibir mu manis sihπ π π
"tau ah.., Dea bangkit dari duduknya dan segera mengambil air mineral. Kavin yang melihat Dea selesai minum langsung menghampirinya.
"kita mengemas baju yuk, biar besok pagi siap sarapan kita langsung ke apartemen,"
"Hem..,"
Dea segera mengambil kopernya dan segera memasukan baju nya kedalm koper tersebut.
"jangan di bawa semua de, biar nanti bila kita nginap disini ngak usah bawa baju lagi,"
"yaa..mas,"
Tak lama Dea pun selesai dengan kopernya kini tinggal koper kavin yang belum selesai, Dea pun membantunya, selesai semua kavin meletakkan koper tersebut di sebelah lemarinya, Dea pun melihat jam masih jam 17:25 menit, Dea pun merebah kan tubuhnya di ranjang, kavin datang menghampiri Dea.
"capek ya de?,"
"sedikit,"
Kavin merebahkan tubuhnya di samping Dea dan langsung memeluk Dea dari belakang.
"mas...,"
"biarkan seperti ini Dea,"
"tapi mas..,"
"udah jangan gerak-gerak nanti ada yang protes,"
__ADS_1
"ini aku yang protes,"
"de..diamlah,"
Dea tak bersuara lagi, hangatnya pelukan kavin dan karena efek kelelahan juga Hinga membuat Dea pun tertidur begitu juga kavin. Mereka terlelap sampai jam 7 malam.
"ma..kemana kavin sama istrinya," ucap papa Indra.
"di kamar pa,mungkin mereka ketiduran,"
"oh, Vian cepet bangunkan kakak mu,"
"baiklah pa,"
tok..tok...
Vian mengetuk pintu kavin namun tak ada jawaban dari dalam dan kavin mengulanginya lagi, Hinga kavin terbangun, dan menuju pintu.
ceklek..
"Hem..ada apa,"
"mama suruh turun buat makan malam,"
"ya bentar lagi kita turun,"
"Hem..,"
Kavin menghampiri Dea yang masih tidur begitu lelapnya, merasa tak tega membangunkan nya, ia segera menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan menggosok gigi, setelah selesai kavin pun segera turun & menghampiri keluarganya.
"loo Dea mana," ucap mama Risma.
"masih tidur ma, kayak nya kecapekan deh,"
"ya sudah nanti kalau bangun kamu temani dia makan,"
"ya maa..,"
Selesai makan Kavin kembali kekamarnya, dan duduk di Sofa sambil mengerjakan pekerjaannya, tak berapa lama Dea bangun dan melihat kavin sudah duduk sofa, Dea melihat jam di dinding kamar 20:10 menit.
"astaga aku melewatkan makan malam," gumam Dea.
Dea menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya, setelah selesai Dea segera menghampiri kavin.
"mas..apa sudah makan malam,"
"heh, sudah bangun de?, sudah apa kamu lapar yuk aku temani,"
"aku masih kenyang mas,"
"yakin masih kenyang, ini udah malam Lo de, kamu belum makan,"
"iya..aku ambil buah aja lah di bawah,"
"hemm, ya sudah..,"
Dea melangkah keluar dan segera menuju dapur dan mengambil buah dan mengupas nya, setelah mengupasnya Dea memotongnya dan meletakkannya dalam mangkuk dan segera membawa nya kekamar.
"mas mau,"
"iya tapi suapi yaa, soalnya tangan aku lagi sibuk,"
"Hem..,"
π π π
Jangan lupa like, komen dan vote yaa.
Makasih.
Wasalam
__ADS_1