Kebahagiaan Q

Kebahagiaan Q
25. Bab 25


__ADS_3

Selesai sarapan pagi dirumah mama Risma, kavin & Dea kembali ke apartemen untuk mengemasi pakaian yang akan di bawa pergi honeymoon, karena waktu tak banyak lagi, secepat mungkin mereka mengemasnya sabab siang ini mereka akan berangkat.


Tepat jam 13:20 kavin & Dea sudah tiba di bandara yang diantar oleh keluarga mereka.


"de..semoga pulang dari sini, kami mendapat kabar bahagia, ucap bunda Clara.


"semoga aja Bun, jawab Dea dengan senyumnya yang Tek pernah pudar di wajahnya semenjak mereka sudah mengetahui perasaan masing masing


"mama sudah tak sabar ingin mengendong cucu, sambung Risma.


Semua tertawa saat mendengar ucapan Clara & Risma yang sudah pingin banget punya cucu sementara Dea wajah sudah memerah karena malu.


"sudah sudah..kasihan putri yang sedari tadi kalian goda terus, lihatlah wajahnya sudah merona, ucap Galang.


"ih..papa tambah malu aku nih, ucap Dea sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya, yang lain melihat Dea tertawa lepas.


Tak lama panggilan penerbangan pun sudah terdengar, setelah pamit pada keluarga nya Dea & kavin langsung masuk kedalam pesawat.


BaliπŸ’–πŸ’–πŸ’–


Saat tiba di airport kavin mengucapakan "welcome to Bali my wife".


Dea pun merasa senang dan bahagian terpancar diwajahnya, karena sudah lama ia tak kesini.


"sayang..apa kamu senang?


"sangat senang, ucap Dea sambil senyum.


Saking asiknya mereka mengobrol tak terasa mobil yang membawa mereka sudah tiba di depan hotel yang sangat mewah, setelah mengambil kunci di receptionis, kavin segera mengajak Dea kekamar untuk beristirahat.


"Alhamdulillah, nyampai juga kita dikamar sayang, kita istirahat dulu yaa nanti malam baru kita jalan jalan, ucap kavin.


"iya..mas, "aku juga lelah, jawab Dea.


Dea merebahkan tubuhnya di atas kasur dan di ikuti oleh kavin, kavin pun membaringkan tubuhnya di sebelah Dea, dan tak lupa mengecup sekilas bibir Dea, sontak Dea membulatkan matanya karena kaget dicium kavin secara tiba tiba.

__ADS_1


"mas...kebiasaan deh, ucap Dea sambil manyun.


Kavin hanya senyum dan langsung menarik Dea dalam pelukan nya dan membenamkan wajahnya dileher Dea, karena merasa nyaman dalam pelukan kavin tak butuh waktu lama Dea pun Terlelap, mereka terlap hingga sore.


Hari mulai malam, kavin sudah rapi dengan pakaiannya, ia menunggu istrinya yang sedang berias, malam ini mereka akan makan di restauran yang ada dibelakang hotel karena terdapat juga pantai yang indah jika dilihat malam hari serta juga banyak pengunjung yang berdatangan untuk menikmati indahnya pantai di malam hari.


"sayang sudah, apa kita berangkat sekarang?


"sudah mas, ayo kita berangkat sekarang.


Kavin & istrinya berjalan di pingit pantai menuju restauran sambil bergandengan tangan, Dea bergelayut manja pada kavin tampa mau melepaskan sedikit pun pegangan tangannya pada kavin, kavin pun tersenyum melihat Dea yang sudah mulai manja padanya. Yang selama ini kavin hanya melihat Dea manja pada bunda & juga papanya, tapi sekarang kavin merasakannya juga kemanjaan Dea padanya.


"sayang, "mau makan apa? tanya kavin saat melihat menu makanan.


"olahan seafood aja mas, jawab Dea, karena memang Dea suka dengan olahan seafood, apalagi kepiting saus pedas dan udang, ini termasuk makanan favoritnya.


Tak lama makanan pun terhidang didepan mereka, Tampa menunggu lama mereka menyantap makanan tersebut.


"Mas...suka kerang?


"oh..."sini mas coba ini ngak pedas kok, ucap Dea sambil menyuapi kavin kerang saus pedas manis.


"gimana mas, pedas ngak?


"ngak, enak kok, ucap kavin sambil senyum walau ada terasa sedikit pedas.


Dea pun melanjutkan kembali makannya sesekali kavin melirik istrinya yang tampak sangat cantik malam ini, kavin melihat ada noda dibibir istrinya reflek tangannya menjulur untuk membersihkan noda tersebut, Dea pun terkejut namun ia membiarkan kavin melakukannya.


Selesai makan mereka menikmati malam sambil berjalan di pingir pantai, malam yang indah langit yang begitu banyak bintang yang bertaburan dan rembulan yang membentuk sebuah sabit pun ikut muncul malam ini, Dea tak henti hentinya melihat keatas langit menatap pemandangan yang menyejukkan mata, saat Dea serius menatap langit kavin pun mengambil kesempatan itu untuk mencuri ciuman Dea.


Kavin pun menarik dagu Dea dengan memiringkan sedikit wajahnya kavin menempelkan bibirnya pada bibir Dea yang mungil itu, reflek Dea memejamkan matanya, karena tak ada penolakan dari Dea, kavin melanjutkan aksinya, ia menyesap lembut bibir Dea dengan penuh cinta, Dea pun membalas ciuman dari kavin dengan begitu lembut dan manis, mereka menik mati ciumannya yang disaksikan oleh bulan dan bintang malam ini dipingir pantai yang indah ini, Kavin melepaskan ciumannya dan meraih Dea dalam pelukannya, Dea pun menempelkan wajahnya di dada bidang suaminya. Selesai berpelukan mereka melanjutkan menyusuri pantai yang masih banyak pengunjung malam ini, dengan penuh canda serta tawa.


"sayang, "kamu capek ngak?


"sedikit mas.

__ADS_1


"sini mas gendong biar ngak capek lagi.


"ih..pintar yaa mencari kesempatan, ucap Dea sambil cemberut namun wajahnya merona.


"πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… tau aja, "bibirnya jangan dipanjangin nanti mas lahap, ucap kavin.


Kavin pun mengajak Dea kembali ke hotel karena malam sudah terasa semakin dingin, tiba dikamar hotel kavin merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sedangkan Dea langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan Menganti pakaiannya Dangan baju tidur.


"mas...ngak ganti baju?


"oh..iya.."mas ganti baju dulu yaa,


"Hem.


Kavin keluar dari kamar mandi dengan baju tidurnya dan melihat Dea masih duduk di depan meja riasnya.


"sayang sini, panggil kavin.


Dea pun segera menghampiri kavin yang duduk ditepi ranjang, kavin langsung menarik tangan Dea, seketika Dea langsung duduk di pangkuannya, kavin langsung menempelkan bibirnya pada bibir Dea, Dea pun tak menolak perlakuan dari suaminya, kavin ******* bibir Dea yang mungil dan ranum itu dengan lembutnya, Dea pun membalas nya tak kalah manisnya, mereka hanyut dalam ciuman yang begitu menggairahkan dan penuh cinta, tangan kavin sudah mulai menjelajah di tubuh istrinya, Hinga membuat Dea semakin menggila.


"sayang..."bisa kita melakukannya sekarang? I need you" dengan tatapan sendunya.


Dea mengangguk kemudian ia tersenyum begitu manisnya.


Tampa menunggu lama kavin pun melanjutkan aksinya yang tadi sempat tertunda, dengan penuh gairah dan gelora asmara mereka melakukan dengan penuh cinta yang disaksikan oleh rembulan dan bintang malam ini, Entah berapa kali kavin menikmati gairah malam ini Hinga membuat istrinya tak berdaya, karena tubuh Dea membuat ia candu dan tak pernah merasa puas, usai berbagi keringat keduanya tepar kerja kelelahan.


"makasih ya sayang, ucap kavin.


"iya mas, ucap Dea dengan senyum tipis menghias wajahnya.


Kavin menarik tubuh istrinya dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya, Dea pun membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya yang terasa nyaman, karena kelelahan usai aksi panasnya tak butuh waktu lama mereka pun terlelap.


πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ 


*jangan lupa like komen & rate bintang limanya yaa, makasih sudah mau membaca karya ku.

__ADS_1


Wassalam.....l*


__ADS_2