
Dea bangun tapi masih dalam pelukan suaminya, melihat wajah tampannya kavin tampak tenang dalam lelapnya.
Dea mengulas senyum tipis, lalu mencium bibir suaminya yang dingin itu, selesai mencium bibir suaminya Dea bergerak pelan melepas pelukannya dan beranjak dari tempat tidur dengan gerakan sehalus mungkin agar tidak membangunkan Kavin.
Dea melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, kurang dari dua puluh menit Dea pun selesai, badan serta pikirannya terasa jauh lebih segar dan ringan setelah disiram air dingin pagi ini.
Keluar dari kamar mandi, Dea melihat kavin sudah bangun dan duduk di tepi ranjang, kavin melempar senyumnya pada Dea yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"sayang kamu sudah mandi," tanya kavin pada Dea.
"baru selesai, mas mandi lah airnya sudah aku siapkan,"
"oke sayang," sambil senyum.
Tak lama berada dalam kamar mandi, kavin membuka pintu dan berseru dari sana.
"sayang ambilkan handuk dong,"
Dea yang sedang berias menghentikan kegiatannya dan segera mengambil handuk untuk kavin.
"i...ni,"
Dea gugup saat melihat tubuh polos kavin di depannya, bulir bulir air yang menempel di tubuh suaminya itu membuat ia semakin seksi saja, dengan cepat Dea menyerahkan handuk pada Kavin setelah itu Dea pun bergegas pergi di hadapan suaminya, ia sangat grogi melihat tubuh telan Jang Kavin.
Dea segera menyelesaikan ritual riasnya, selesai berias segera kedapur untuk membuat sarapan dan dua gelas susu, tak lama kavin pun datang.
Dea menghidangkan segelas susu dan sepiring nasi goreng pada kavin, mereka menikmati sarapan pagi dengan nikmatnya.
"udah siap sayang, berangkat yuk,"
"sudah, yuk,"
Kavin berdiri dan mengandeng tangan Dea keluar dari apartemennya.
Di mobil Dea & kavin saling bercerita & sekali kali mereka tertawa, tak lama mereka pun tiba di toko Dea.
"sayang nanti makan siang aku jemput ya,"
"baiklah mas, aku tunggu,"
Kavin pun memberikan sentuhan bibir di kening dan mengecup lembut bibir Dea sebelum turun dari mobil suaminya.
Dea masuk ke toko dan kavin pun segera melajukan mobilnya menuju kantor.
"pagi Bu bos," ucap Eca.
"pagi juga," sembil tersenyum.
Eca mengikuti Dea keruangan nya tiba diruangan Dea Eca memberikan laporan pada Dea.
"ini de..laporan minggu ini,"
"oke..gimana dengan bahan bahan kita apa ada yang kurang?,"
"ngak kok, semuanya masih ada, hanya saja ada beberapa yang kurang aku sudah belanja sama Randi kemaren," jawab Eca.
'oh..ya udah makasih yaa caa, loo emang yang terbaik deh,"
"oh yaa de, apa sudah ada belum tanda akan hadirnya ponakan gue?,"
"belum...doa in aja yaa,"
"yaa..semoga bulan depan dia sudah hadir di perutmu,"
"ha..ha..ha..Aammiin,"
Sementara kavin di sibukan dengan meeting bulanan dengan para karyawan Hinga sampai jam istirahat pun tiba.
__ADS_1
Kavin dengan cepat melangkah kan kakinya menuju parkiran, setelah masuk ke mobil kavin segera melaju ke toko Dea.
Tiba ditoko Dea kavin segera masuk keruangan Dea,
Ceklek...
Suara pintu terbuka Dea menoleh dan melihat kavin sudah berdiri di depan pintu.
Dea segera berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri kavin.
"sayang mas kangen," ujar kavin sambil berjalan mendekati istrinya.
"baru juga beberapa jam mas," jawab Dea.
Kavin tak menjawab ucapan Dea dengan sigap kavin menarik Dea kedalam pelukannya, mata kavin tertuju pada bibir istrinya, kavin langsung meraih dagu Dea dengan sedikit memiringkan kepalanya, dikecupnya bibir merah muda milik istrinya tersebut.
Dea memejamkan matanya dan membalas setiap gerakan lidah kavin di rongga mulutnya, sedangkan tangannya merangkul erat pundak suaminya, merapatkan ke badannya mereka bersatu dalam rasa.
Selesai melepaskan rindu mereka segera keluar dari ruangan tersebut dan langsung keluar dan menuju restoran untuk makan siang.
Tak lama mereka pun tiba di sebuah restoran yang berada di tepi pantai, dengan pemandangan yang menyejukan mata serta udara yang begitu sejuk dan nyaman, tiba di restoran tersebut mereka mencari tempat duduk yang menghadap ke pantai, pelayan pun datang mereka segera memesan makanan.
"sayang habis ini masih ada kerja ngak?," ucap kavin.
"ngak, kenapa mas?,"
"aku mau kita disini saja dulu menikmati waktu berdua dan menikmati sunset nanti,"
"emang mas ngak ke kantor lagi?,"
"ngak, semua pekerjaan mas sudah selesai,"
"baiklah kalau begitu, aku mau kok kita disini sampai sunset terbenam,"
Pelayan pun datang mengantarkan makanan mereka, mereka menikmati makan siang di tepi pantai dengan pemandangan yang begitu indah, hembusan angin yang meniup rambut Dea membuat aura kecantikannya makin terpancar, kavin yang memperhatikan Dea yang begitu anggun membuat ia tersenyum.
"mas...udang saus pedasnya enak juga looo, mas cobain Yaaa,"
"tapi aku mau udangnya aja jangan pakai saus yaa," dengan telaten Dea mengupas udang tersebut Dea pun langsung menyuapi kavin.
"gimana mas?, ngak pedas kan?,"
"enggak sayang, enak kok,"
Selesai makan Dea & kavin keluar dari restoran tersebut, mereka berjalan di bibir pantai sambil bergandengan tangan Dea dengan mesra nya seakan tak mau lepas.
"sayang kita istirahat disitu dulu yuk," ucap kavin.
Sambil menunjuk kursi santai di pinggir pantai, Dea hanya mengangguk karena ia pun sudah merasa lelah.
"sayang gimana kalau kita mengambil hadiah dari papa?,"
"hadiah apa mas?,"
"itu..hadiah pernikahan kita yang diberikan papa waktu itu,"
Seketika Dea ingat hadiah apa yang dimaksud oleh kavin.
"aku terserah mas aja, aku ikut aja," jawab Dea sambil senyum.
"ah..baiklah nanti aku bilang sama papa,"
Dea hanya mengangguk kepalanya.
Hari pun semakin sore, sore ini yang begitu indah dengan perasaan sangat bahagia, karna semakin hari perasaan di antara mereka semakin bersemi.
"sayang, kita berfoto dulu yuk untuk mengabadikan momen indah ini," ucap kavin.
__ADS_1
Selama ini mereka belum pernah berfoto berdua ke Bali foto pernikahan mereka, kavin pun langsung mengambil beberapa foto mereka berdua, dengan berbagai gaya serta foto Dea sendiri dan begitu juga sebaliknya, karena merasa sudah lelah mereka segera pulang.
Tiba dirumah mereka segera membersihkan diri masing masing.
Dea segera menuju dapur untuk menyiapkan makan malam, tak lama kavin pun menyusul Dea kedapur saat melihat Dea sedang asik memasak kavin langsung memeluk tubuh Dea dari belakang.
"masak apa sih sayang wangi banget,"
"astaga mas bikin aku jantungan deh, ini lagi masak tumis sayur sama goreng ikan ,"
Tak lama Dea pun selesai masak dengan sambil di peluk kavin walau kesusahan sih tapi mau apa lagi, semakin kavin dilarang semakin mengeratkan pelukannya.
"mas duduk dulu,"
"kita makan sepiring berdua saja sayang," Dea hanya mengangguk kan kepalanya tanda ia pun setuju.
"sayang suapin dong,"ucap kavin sambil senyum.
"kok jadi manja gini sih mas,"
"manja sama istri sendiri ngak apa kan,"
"Hem...,"
Dea & kavin menikmati makan malam romantis ala mereka berdua walau hanya di apartemen tapi tak mengurangi ke bahagian mereka.
Selesai makan malam mereka duduk santai di ruang tamu sambil menonton tv, Dea duduk selonjor di karpet kavin pun merebahkan kepalanya di atas paha Dea, Dea pun mengusap kepala kavin dengan lembutnya.
drtt....drttt
ponsel Dea pun berbunyi, Dea melihat siapa yang menelponnya ternyata mama mertuanya.
"mas mama telpon,"
"udah angkat aja sayang.
Dea mengangkat telpon dan menspeaker kannya.
"hallo, assalamualaikum, maa,"
"wa'alaikum salam sayang, giman kabar kalian mama kangen,"
"Alhamdulillah, sehat sehat, mama apa kabar, maaf ya maa kami belum sempat kerumah,"
"mama sehat wal'afiat, "kapan kalian main kerumah mama hemm,"
"😄😄😄 besok pulang kerja kami kesana maa,"
"ya sudah besok mama tunggu dan kalian harus nginap disini,"
"iya maa, kita nginap disitu,'
"selamat malam ya nak, assalamu'alaikum,"
"wa'alaikumsalam maa,"
"sayang kita istirahat dikamar yuk?,"
"hemm..ya mas,"
Tiba dikamar kavin membaringkan tubuhnya di ranjang, sementara Dea membersihkan wajahnya di kamar mandi, keluar dari kamar mandi Dea segera menghampiri suaminya dan berbaring disebelah suaminya dan melingkarkan tangannya pada suaminya kavin pun membalasnya.
"wangi banget sih sayang," ucap kavin sambil mencium leher istrinya Hinga ia merasa geli.
Dea tertawa karena merasa geli karena itu adalah bagian yang disukai oleh suaminya, ciuman turun ke leher jenjang istrinya turun ke dada lalu merambat kemana mana, dalam hitungan menit keduanya sudah tak berpakaian lagi dan berakhir dengan membagi kehangatan dibawah selimut, selesai melakukan aksi panasnya kedua pasangan itu pun terlelap sambil berpelukan.
💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠ðŸ’
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote yaa.