Kebahagiaan Q

Kebahagiaan Q
15. indahnya malam


__ADS_3

Setelah film berakhir, kavin mengandeng tangan Dea dan segera keluar dari gedung bioskop.


"de, cari makan dulu yuk,"


"what, masih belum kenyang kak?,"


"belum, apalagi jika dekat mu bawaannya laper terusπŸ˜€,"


"apa hubungannya dengan aku, yang laper perut kakak kok aku dibawa-bawa sih,"


"πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€ becanda kok de, jangan ngambek dong,"


Mereka terus berjalan menyusuri moll untuk mencari resto, tiba di resto kavin memesan makan dan 2 gelas jus, sambil menunggu pesanan datang, Obrolan ringan mengisi waktu mereka, tak lama pesanan pun tiba.


"de..buka mulut mu ini enak Lo,"


"tapi aku ti....belum sempat Dea melanjutkan kelimanya, kavin sudah memasukkan makanan kedalam mulut Dea.


"gimana enakkan de, ucap kavin sambil senyum,'


"astaga senyumnya membuat ku pangling, batin Dea,"


"hemm enak, ucap Dea lalu meminum jusnya untuk menghilangkan rasa grogi,"


"ni satu lagi de, buka mulutnya,"


"udah kak, aku sudah kenyang mau bikin aku gemuk yaa,"


"baru sedikit, cepat buka mulutnya,"


"ini aku yang makan bukan kaka,"


"kan aku makan juga de, kita makan berduaπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€,"


"tapi satu ini aja yaa aku udah benarkan kenyang kak,"


"hemm..,"


Selesai makan Dea & kavin mengajak Dea ke taman kota, untuk menikmati indah nya malam yang indah ini.


"de..kita ke taman kota yuk disitu asik kalau malam hari,"


"hemm..ayo kita pergi sekarang,"


Mereka segera keluar dari moll tersebut dan menuju parkiran, tiba diparkiran kavin melajukan mobilnya menuju taman kota tak lama mereka pun tiba di taman kota tersebut.

__ADS_1


Begitu banyak pengunjung yang menghabiskan malam yang indah ini walau terlihat sedikit agak mendung namun tak mengurangi kebahagiaan mereka.


"kak duduk di sana yuk,"


"ayo,"


kavin tak pernah melepaskan pegangan tangan nya dari tangan Dea.


Dea pun sudah tak canggung lagi sudah mulai sedikit terbiasa.


"apa kamu sering kesini de,"


"ngak kak, cuma beberapa kali sih,"


"sama siapa,"


"sama teman aku, Eca..,"


kavin & Dea sudah mulai akrab dan sudah tidak cangung lagi dan kavin pun sudah mulai menunjukan sikap manisnya pada Dea.


"kak..pulang yuk udah malam dan gerimis sudah mulai turun,"


"baiklah,"


mereka segera berdiri dari duduknya dan segera menuju parkiran dan segera masuk ke mobil karena gerimis sudah turun, kavin pun membuka kan pintu untuk Istrinya setelah Dea masuk kavin pun segera masuk kedalam mobilnya dan segera melajukan mobil menuju rumah dengan kecepatan sedang tak lama hujan pun turun ditambah lagi jalanan macet dan malam semakin larut membuat Dea merasa sedikit kedinginan mungkin karena hujan, kavin yang melihat itu memberikan jaketnya pada Dea.


"ngak usah, kakak aja yang pakai kan lagi nyetir,"


"udah jangan menolak ayo cepat pakai karena kamu lebih butuh dari aku,"


Dea pun mengambil jaket kavin dan memakainya walau kebesaran ditubuh Dea, aroma tubuh kavin yang melekat pada jaket membuat Dea nyaman dan tak lama Dea pun terlelap karena kelelahan, kavin menoleh ke arah Dea dan melihat Dea sudah mulai tidur namun kavin tergerak untuk mencium kening Dea satu ke cupan mendarat di kening Dea, sedangkan mobil mereka masih terjebak macet.


Tak lama akhirnya mereka tiba juga dirumah, kavin segera mengendong Dea kedalam kamar karena Dea sudah tertidur nyanyak dalam mobil ada rasa tak tega untuk membangunkannya, tiba dikamar kavin membaringkan tubuh Dea yang mungil itu di atas kasur dan menyelimutinya. Kavin pun melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan Menganti baju dengan pakaian tidur setelah selesai kavin pun membaringkan tubuhnya di sebelah Dea, tak butuh waktu lama kavin pun terlelap.


πŸ’ 


πŸ’ 


πŸ’ 


Hari-hari pun berlalu Hinga tak terasa usia pernikanhan mereka sudah masuk 1 bulan, namun hubungan suami istri itu masih jalan ditempat walau kavin sudah melihatkan sikap manisnya, dan rencana honeymoon dari orang tua mereka di tolok dengan berbagai alasan.


"untuk apa pergi honeymoon kalau masih ragu dengan perasaan masing". pikiran keduanya.


Pagi ini kavin pergi kekantor seperti biasa setelah berpamitan pada kedua orang tuannya dan juga istrinya kavin segera melajukan mobilnya untuk ke perusahaan.

__ADS_1


Setelah kavin pergi Dea kembali kekamar tiba dikamar Dea membuka sebuah aplikasi internet di laptopnya untuk mencari resep terbaru karena semakin tingginya peminat kue di toko Dea, ia ingin mencari sara varian terbaru, setelah selesai Dea pun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, usai dengan ritualnya di kamar mandi Dea keluar dengan pakaian lengkap dan segera merias wajahnya, sudah dirasa cukup ia pun turun dari kamarnya karena jam sudah menunjukan jam 10:25 menit.


"de..mau kemana nak,"


"mau ketoko kue ma, kenapa ma?,"


"oh...mama kira kamu ngak ke toko, mama mau kamu ngantar makan siang buat kavin apa kamu bisa sayang,"


"tapi Dea belum pernah kekantor kak kavin ma, ucap Dea sambil nunduk karena malu,"


"ngak apa, pergi sama Vian aja kebetulan Vian lagi dirumah,"


"ya sudah maa, sini biar Dea antar sama Vian,"


"baiklah mama panggil Vian bentar yaa,"


"Hem,"


Tak lama Vian pun datang menghampiri Dea,"


"Yuk kita berangkat sekarang kak,"


"Hem..ngak kuliah dek?,"


"nanti kak jam 1,"


"kita naik mobil aku aja ya kak😊,"


"yaa..😊,"


Dea & Vian sudah berada dalam mobil 35 menit perjalanan menuju kantor akhirnya mereka tiba di depan kantor kavin.


Dea & kavin keluar dari mobil berjalan kedalam kantor, semua karyawan yang melihat Dea & Vian datang pun langsung menyapa.


"selamat datang Bu & nona Vian," ucap salah satu karyawan.


"iya.." jawab Dea sambil tersenyum.


Dea & Vian masuk kedalam lift dan menekan angka 23 tak berapa lama mereka tiba di depan ruang kavin, Dea & Vian langsung masuk Tampa mengetuk pintu.


"assalamu'alaikum, ucap Dea,"


deg..deg..


πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ 

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2