
Papa Galang segera menghampiri istrinya & meletakan makanan di meja samping Dea, Galang membawa makan siang untuk semua, Galang membawa makan kesukaan Dea entah kenapa Galang sangat ingin membawa makanan itu, baunya yang begitu menggugah selera membuat cacing di perut meronta Karna ingin merasakan nikmat makanan tersebut.
Galang segera menuju tempat tidur anaknya ia ingin melihat ke adaan anaknya, yang masih juga setia dengan mimpinya.
"apa se nyenyak itu tidur mu de, Hinga tak mau bangun lagi, papa sudah kangen dengan kue buatan mu dan sekarang papa bawa makanan ke sukaan mu, saking rindu nya papa sama kamu, ucap Galang sembari mengengam tangan Dea. Bangun dong de apa ngak kasihan sama papa & juga bunda, ucap Galang."
sementara bunda Clara yang mendengar ungkapan rasa rindu suaminya pada Dea mbuat ia tak tahan lagi menahan air matanya.
Tiba-tiba tangan Dea bergerak & mengerjap kan matanya, papa Galang yang melihat itu pun segera menekan tombol, tak berapa lama dokter datang memeriksa keadaan Dea.
"bagaimana keadaan anak saya dok, tanya papa Galang."
"Alhamdulillah, nona Claudya sudah sadar & keadaan nya baik-baik saja."
"Bun haus, ucap Dea."
"jangan minum terlalu banyak dulu ya, ucap dokter."
"Dea hanya menganggukkan kepala nya.
"🤝 dokter ucap Galang"
"sama-sama tuan, saya permisi dulu, ucap dokter."
"Galang hanya mengangguk."
Bunda Clara sangat senang melihat anaknya yang sudah sadar dari tidur panjangnya selama seminggu, dengan segera bunda memeluk anak gadisnya itu.
"sayang..bunda kangen, ucapnya sambil menangis.
"Bun,maafkan Dea yang sudah buat bunda khawatir dan juga sedih."
"ngak usah di bahas lagi nak, yang penting sekarang kamu sudah siuman, bunda sudah cukup lega."
"Bun..Dea lapar, ucapnya tiba-tiba sontak membuat orang yang ada di ruangan itu tertawa.
"gue kira lo udah kenyang tidur ucap Eca sambil😅😅😅 & di ikuti oleh yang lain.
"Dea hanya cemberut, yang membuat orang di ruangan itu makin ketawa.
"ya sudah sini bunda suapkan, bunda Clara berjalan ke arah Dea."
Bunda Clara menyuapi Dea dengan telaten, Clara merasa bersyukur karena Dea sembuh kembali.
"Bun kapan Dea boleh pulang, ucap Dea."
__ADS_1
"nanti papa tanya dulu dokternya, ucap Galang."
Selesai makan Dea minum obat, setelah itu di suruh istirahat lagi sama Clara. Dea duduk di ranjang rumah sakit dengan kepala di sandarkan ke kepala tempat tidur yang bertumpukan bantal di belakangnya.
Eca yang melihat Clara sudah mulai membaik , Eca pun pamit dari ruangan dea."
"om..Tan..kak..de, aku pulang dulu yaa, udah sore ni besok aku kesini lagi ucap Eca."
"ya..hati-hati, ucap Galang."
"maaf ya ca aku udah ngerepotin kamu di toko selama aku disini, ucap Dea."
"ngak apa-apa aku ngerti kok, ucap Eca."
"bulan ini aku kasih bonus buat kamu, ucap Dea tulus."
"ngak usah de aku ikhlas kok, jawab Dita tulus. ya sudah aku pulang dulu yaa."
"hati-hati dijalan ca, ucap bunda Clara."
Waktu terus berjalan sore pun menjelang, matahari kini sudah berganti dengan bulan & bintang yang bertaburan di langit malam.
💠💠💠💠💠
"Bun..papa sama Abang ke mana, tanya Dea."
"sudah pulang sayang nanti siang kesini lagi, jawab bunda Clara."
"Bun..Dea mau ke kamar mandi, ucapnya lagi."
"sini bunda bantu sayang, apa kepalanya masih sakit, tanya bunda Clara."
"ngak Bun, jawab Dea sambil senyum."
Bunda Clara segera membantu anak gadisnya ke kamar mandi, Dea segera masuk kekamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi, setelah selesai Dea pun keluar & segera menuju ranjang.
"Bun..maaf kan Dea yaa sudah ngerepotin bunda selama ini, ucapnya sambil 😭😭😭
"bunda ngak ngerasa direpotkan kok sayang, lagian kan ini juga tugas bunda buat jagain kamu, sudah jangan sedih lagi, yang penting sekarang kamu kan udah kembali sehat, jawab Clara.
emang kemaren kenapa kok bisa terjadi seperti ini, tanya bunda Clara."
Dea menceritakan semuanya pada bunda Clara Tampa ada yang terlewatkan.
"maaf ya Bun, Dea ngak nurut sama bunda & juga papa, ucap Dea."
__ADS_1
"sudahlah ngak usah dibahas yang sudah terjadi, yang namanya musibah ngak akan ada yang bisa menolaknya begitu juga dengan berkah tak akan ada yang bisa untuk meraihnya, karena itu sudah takdir kita, ucap bunda Clara.
semoga kekepenya Dea lebih dewasa lagi dalam memilih dan bertindak."
"iya Bun, mulai sekarang Dea akan nurut sama bunda & juga papa, ucap Dea."
"ya sudah kita sarapan dulu, nanti sore Dea sudah boleh pulang."
Clara menyuapi anak gadisnya itu dengan penuh kasih sayang, setelah selesai makan dokter pun tiba untuk memeriksa Dea.
"assalamualaikum, ucap dokter."
"wa'alaikumsalam, jawab bunda Clara.
dokter pun langsung memeriksa ke adaan Dea."
"Alhamdulillah, keadaan nona Dea semakin membaik dan semakin sehat, ucap dokter."
"terimakasih dok, ucap Clara."
"ya..buk saya permisi dulu mari buk, jawab dokter."
"Clara hanya mengangguk."
Di sisi lain
Sebelum kerumah sakit, Galang mampir dulu di restoran favorit anak gadis nya, dengan segera melangkah kedalam untuk memesan makan kesukaan Dea Tampa sengaja Galang menabrak seseorang pria seumuran dengan nya.
"maaf tuan saya buru-buru ucap Galang.'
Sontak orang tersebut melihat ke arah Galang merasa tidak asing dengan suara tersebut dia melihat ke arah Galang, betapa Terkejutnya setelah melihat wajah Galang.
"Galang..ini kamu benar Galang, ucap pria itu sedikit ragu."
"ah..iya saya Galang, kamu siapa ucap Galang."
"Masya Allah, ini aku Indra Admaja masa kamu lupa Galang Wihardi, ucap Indra."
"astaghfirullah, Indra maafkan aku, aku benar benar lupa, Karna saking lama nya kita tidak bertemu."
seketika mereka bersalaman dan saling melepas rindu.
💠💠💠💠💠
Bersambung...
__ADS_1