Kebahagiaan Q

Kebahagiaan Q
29. Bab 29


__ADS_3

Jangan lupa like, komen & vote yaa Reader Mohon berikan dukungannya dan komentar yang mendukung.πŸ™πŸ™πŸ™


Terimakasih😊😊


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Selesai sarapan pagi Dea & kavin berangkat bersama, kavin terlebih dahulu mengantar Dea ke toko kuenya, setelah itu baru ia pergi ke kantornya, tiba di toko sebelum Dea turun dari mobil kavin lebih dulu menariknya dan mencium bibir istrinya.


"biar nanti mas ngak terlalu lama kangennya,"


"bilang aja modus," jawab Dea.


"πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


"sayang nanti siang mas tunggu di kantor yaa,"


"baiklah mas, aku turun dulu yaa, hati hati ya,"


"ya...sayang,"


Setelah Dea turun kavin melajukan mobilnya menuju kantor, saat mobil kavin tak terlihat lagi Dea pun segera masuk kedalam tokonya.


"pagi de.." ucap Eca.


"pagi juga ca," jawab Dea.


Dea pun berjalan menuju ruangannya dan menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda kemaren.


🌿🌿🌿


Kavin tiba dikantornya dengan langkah lebar ia segera menuju ruangannya, ia selalu di tunggu oleh tumpukan dokumen di atas mejanya, Pemandangan yang tak pernah membuat ia bisan, kavin pun menyalakan laptopnya dan memulai mengerjakan pekerjaannya.


tok....tok...tok...


"ya masuk, jawab kavin.


"pagi bos, ucap junet.


"pagi...apa jadwal kita hari ini?.


"kita akan mengadakan rapat bulanan bersama karyawan bos, 10 menit lagi, jawab junet.


"hm...baiklah, persiapkan semuanya.


"baiklah bos.


🌿🌿🌿


Dea melihat penghasilan tokonya meningkat 2 x lipat dari bulan sebelumnya, seketika ia pun tersenyum melihat peningkatan penghasilannya.


drt...drt...drt...


"hallo de?


"ca..keruangan ku sekarang, ucap Dea.


Dea pun langsung mematikan sambungan ponsel.


tok..tok..


"masuk


"ada apa de? apa ada masalah dengan laporannya, ucap Eca merasa cemas.


"iya...itu yang mau aku tanya kan pada mu, jawab Dea, Hinga membuat Eca seketika gugup & cemas.


"ma..masa sih de, aku sudah periksa dengan teliti, ujar Eca dengan gugupnya.

__ADS_1


"ini lihat aja sendiri, ucap Dea sambil memutar laptopnya pada Eca


Dea memang tak pernah menyembunyikan pendapatan tokonya dari Eca.


"astaga...Dea kamu tu Yaaa, bikin aku sesak nafas saja.


"Alhamdulillah, bulan ini kita mendapat peningkatan, semoga bulan berikut tetap seperti ini.


"maka dari itu aku memangil mu kesini, ini untuk kamu," ucap Deasambil menyerahkan amplop pada Eca.


"makasih de bonusnya, ujar Eca.


"dan ini untuk para karyawan kamu tolong bagikan yaa ca, soalnya aku mau kekantor nya mas kavin.


"hm....baiklah hati hati ya de.


"ya..aku pergi dulu.


Dea & Eca segera keluar dari ruangan, Dea pergi kekantor suaminya sedangkan Eca membagikan bonus pada para karyawan.


Tiba ditengah perjalanan taksi yang ditumpangi Dea, di hadang oleh mobil yang tak dikenal taksi pun berhenti secara mendadak, setelah taksi berhenti dua orang keluar dari mobil dan menarik paksa Dea keluar sambil menodongkan senjata tajam pada Dea.


"kalian siapa? & mau apa? tanya Dea.


"jangan banyak tanya, ikut dengan kami, jawab salah satu penjahat itu.


Sementara sopir taksi sudah tak sanggup untuk mengucapkan sepatah kata, karna saking takutnya saat melihat penumpangnya dibawa oleh panjahat dengan mengancamnya dengan senjata tajam, namun sopir taksi itu pun tak kehilangan akal ia mencatat nomor plat mobil tersebut.


Sopir taksi itu pun memutar balik mobilnya menuju toko Dea, tiba di toko Dea sopir taksi itu bertanya pada salah satu karyawan apakah karyawan itu mengenali pemilik tas tersebut, dengan cepat karyawan itu memanggil Eca, dan memberi tahu kalau tas itu milik Dea.


"mbak Eca didepan ada sopir taksi yang ditumpangi buk Dea, ia memberikan tas buk Dea.


Eca pun langsung berjalan menuju dimana sang sopir itu berada.


"maaf pak, apa yang sebenarnya terjadi dengan sahabat ku.


deg...deg...


jantung Dea berdegup lebih kencang mendengar kalau Dea diculik.


"terimakasih pak, karna bapak sudah memberi tau kalau teman saya di culik dan mengembalikan barang barang nya, dan ini untuk anda pak ada sedikit rezeki untuk bapak, ucap Eca sambil memberikan beberapa lembar uang pada sopir taksi itu.


"ngak usah non saya ikhlas kok.


"pak..saya juga ikhlas, ini untuk anak anak bapak, ucap Eca sambil memasukkan lembaran uang itu kesaku baju bapak tersebut.


"baiklah non makasih non.


"ya.pak sama sama.


Eca langsung pergi ke ruangannya dan mengambil ponselnya, dan mencari nomor ponsel kavin di ponsel Dea, setelah dapat Eca pun menelpon kavin tak berapa lama kavin pun mengangkat telpon dari Eca.


"hallo, assalamualaikum, kak kavin ucap Eca


"ya..ini siapa yaa


"ini aku Eca kak, kak Dea..Dea...bla..bla....ucap Eca menjelaskan dan Eca pun langsung memberi kan nomor plat mobil penjahat itu pada kavin.


Setelah menelpon kavin Eca pun segera menelfon Gian kakak Dea, untuk memberi tau kalau Dea diculik, usai menelpon Gian Eca hanya bisa berdoa dalam hati agar Dea tida apa apa dan cepat berkumpul dengan keluarganya.


Setelah sambungan telpon di tutup Eca, kavin menutup rapat bulanannya, dan segera pergi keruangan nya, yang diikuti oleh junet.


"apa yang sudah terjadi bos?


"Dea..diculik, cari tau siapa pelakunya jangan biarkan mereka lepas dan cari tau juga siapa pemilik plat mobil ini.


"baiklah bos akan saya cari tau siapa dalangnya.

__ADS_1


Junet pun segera menelpon orang ke percayaannya, dan menyuruh mereka menyelidiki siapa dalang dibalik penculikan istri bosnya.


Kavin segera mengecek di ponselnya Dimana posisi istrinya berada dari cincin yang dipakai Dea, tak lama kavin pun sudah menemukan posisi Dea berada di perbatasan kota yang menempuh perjalan 2,5 jam.


Kavin dan junet segera melapor ke kantor polisi & mencaritakan semuanya pada polisi serta melihatkan dimana posisi istrinya, mereka pun segera bergerak cepat dengan beberapa anggota polisi dan juga orang suruhan junet sudah dulu menuju tujuan untuk mantau perkembangan.


Disebuah gedung tua


Tangan & kaki Dea di ikat Dea hanya bisa menangis & berdoa agar ia cepat bebas dari penculikan ini dan berharap agar kavin cepat menemukannya, tak lama salah satu dari penjahat itu masuk dan memberikan Dea minum.


"ini minum," ucap penjahat itu.


Dea tak menjawab dan maling kan wajahnya saat penjahat itu mendekatkan botol minum pada bibir Dea, walau ia merasa haus tapi ia harus waspada siapa tau air itu sudah di campuri obat obatan.


"gue ngak haus, lepasin gue.


"jika lo ngak haus ya sudah, ucap penjahat itu ia pun langsung pergi.


"lepasin gueeee, teriak Dea.


Penjahat itu pun tak menghiraukan teriakan Dea, ia langsung menghilang di balik pintu yang sudah ditutup rapat.


Tak berapa lama pintu pun kembali terbuka, Dea yang menunduk dan menangis tak menghiraukan siapa yang masuk ia mengira kalau itu pasti penjahat yang tadi.


"kasihan..ucap desti.


Dea yang mendengar suara perempuan pun langsung mendongakkan kepalanya dan melihat Desti didepannya ia pun langsung tersenyum tipis melihat Desti. Harusnya Dea sudah tau kalau Destilah dalang dibalik ini semua.


"oh....jadi lo dalangnya, ujar Dea.


"ya..gue, kenapa lo kaget.


"apa mau lo?.


"untuk apa gue jawab pertanyaan lo, lo juga udah tau apa mau gue, jawab Desti


"ha..ha..lo kira lo bisa dapatin mas kavin lagi, dasar wanita murahan, ucap Dea tampa takut sedikit pun.


plakk


plakk


Dua tamparan mendarat di pipi kiri & kanan Dea Hinga darah segar keluar dari sudut bibirnya.


"lo lihat saja nanti, apa yang akan gue laku in ke lo.


Desti keluar dari ruangan tempat Dea disekap dan memerintahkan anak buahnya untuk menjaga Dea.


Kavin yang sudah tiba di lokasi dan beberapa polisi serta anak buah junet sudah berada di posisi masing masing.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Mohon beri dukungannya pada Author yaa dengan cara like komen & vote serta rate bintang limanya yaa....Reader..πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Terimakasih yang sudah menglike yaa. 🀝😊


Sejauh ini karya Author belum seberapa mendapatkan like apa lagi komen & vote. πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯


Maka dari itu Author meminta agar karya Author ini mendapat dukungan dari pembaca berupa like komen & vote.


Mohon pengertiannya, walau karya Author ini masih amatiran setidaknya berilah dukungan.


πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯


Wasalam...


Maaf jika Author curhat.

__ADS_1


__ADS_2