
"maukan de kita mulai dari awal lagi, aku ingin membangun rumah tangga bersama mu dan hidup bahagia bersama anak-anak kita nanti serta menua bersama,"
"iya kak, aku mau menjadi istri mu seutuhnya dan jadi ibu dari anak anak mu, love you too my husband,"
"terimakasih sayang sudah mau memulainya dari awal lagi, aku berjanji akan mencintai dan menyanyi mu serta menjaga mu dengan nyawa ku sendiri,"
"makasih kak, ucap Dea,"
Dengan mata yang sudah berkaca-kaca mendengar ketulusan dari Kavin dan kesungguhannya.
"Sekarang jangan panggil kakak lagi yaa,"
"yaa terus panggil apa,"
"terserah asal jangan kakak, ucap Kavin," sambil mencium bibir Dea sekilas.
Deg..
Dea menunduk karena malu selama ini kavin hanya mencium keningnya tapi berbeda pada saat ini kavin mengecup singkat bibir Dea.
"ya..sudah kita makan siang dulu nanti kita lanjut lagi," ucap kavin sambil senyum.
"lanjut apa kak,"
"kenapa kakak lagi sih,"
"eh.. mas,"
kavin menatap Dea dengan bahagia karena mendengar istrinya memangil dengan sebutan mas.
"nah itu baru benar..," Ucapnya sambil menarik hidung Dea.
Kavin & Dea tiba di resto yang tak jauh dari toko Dea, tak lama pelayan pun datang.
"de, gimana kalau kita tinggal di apartemen aja,"
"kok pindah, lebih baik dirumah mama aja kan rame,"
"iya sih kita mencoba mandiri aja,'
"ya terserah, aku ikut aja tapi bagaimana dengan mama?
"tenang soal mama biar aku yang minta izin, lagian apartemen dekat kok dari sini, lataknya di tengah antara kantor & toko kue mu, nanti setelah makan kita kesana yaa untuk melihatnya, bagaimana,"
"baiklah terserah mas aja mana baiknya,"
__ADS_1
"besok kan libur gimana kalau kita pindah aja besok,"
"apa ngak terlalu cepat mas,"
"ya ngak lah, masalahnya aku mau berduaan dengan mu Tampa ada yang menganggu," ucap kavin sambil mengedipkan sebelah matanya.
"baiklah aku ikut aja,"
Tak lama makanan mereka pun datang suapan pertama berasal dari kavin.
"de..buka mulutnya,"
"mas makanan aku ada juga ni,"
"udah jangan protes ayo cepat,"
Dea pun terpaksa membuka mulutnya, dan menikmati suapan pertama dari kavin. Mereka makan siang bersama, kali ini makan siang dengan suasana hati yang beda Karana mereka sudah menerima satu sama lain. Perasaan bahagian pun meliputi keduanya.
Selesai makan Kavin & Dea pun menuju ke apartemen, tak lama mereka pun tiba di apartemen kavin langsung masuk kedalam lift dan menekan angka 12 tak lama pintu lift pun terbuka kavin segera membawa Dea masuk kedalam, tiba didalam Dea pun kaget melihat ruangan yang begitu bersih dan rapi dan interiornya yang unik dan klasik.
"waahhh bagus banget mas rapi dan bersih juga, apa mas sering kesini,"
"dulu iya, sebelum nikah sama kamu, tapi tiap hari ada yang membersihkannya
gimana de kamu suka,"
"ya sudah sekarang kita belanja bulanan biar besok kita tinggal bawa baju aja lagi sini,"
"haaaa, secepat itu?," ucap Dea yang tercengang.
"Hem,"
"baiklah ayo kita pergi sekarang,"
Tak lama mereka pun tiba di moll kavin segera mengandeng tangan Dea, setelah mengambil troli mereka segera membeli kebutuhannya, mulai dari peralatan mandi dan juga kebutuhan untuk dapur dan tak lupa juga buah & cemilan setelah dirasa cukup kavin dan Dea segera menuju kasir setelah membayarnya mereka segera keluar dari moll tersebut dan segera menuju apartemennya.
Tiba di apartemennya kavin berjalan menenteng belanjaan dan membawanya masuk kedalam ruangan dan segera menuju dapur yang di ikuti oleh Dea dari belakang. Tiba di dapur Dea segera menyusun semua kebutuhan tersebut dan meletakkannya pada tempat masing-masing, setelah selesai Dea segera menuju ruangan keluarga dengan membawa 2 botol air mineral.
"ni mas minum dulu,"
"makasih de.,"
Selesai minum Dea membuang botol minuman pada tong sampah yang terletak di dapur, saat Dea berbalik badan kavin dengan sigap memeluk Dea dan langsung mencium bibir Dea dengan lahapnya, seketika mata Dea terbelalak karena kaget, kavin makin memperdalam ciumannya, dan menekan tengkuk Dea dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memeluk Dea, Dea tak membalas sedikit pun karena sudah minim udara kavin melepaskan ciumannya.
Kavin mengusap bibir Dea dari bekas ciumannya.
__ADS_1
"yuk kita pulang udah sore," ucap kavin.
Semetara wajah Dea sudah merona karena malu, kavin yang melihat itu pun mendekat lagi ke Dea.
"de kamu sakit yaa, wajah mu merah," ucap kavin yang sengaja menggoda Dea.
"eh ngak mas, udah yuk pulang,"
Dea segera pergi keruangan keluarga untuk mengambil tasnya dan meningalkan kavin di belakang.
Kavin hanya tersenyum melihat istrinya malu, kavin pun mengikuti Dea di belakang.
Tiba di depan rumah mertuanya Dea langsung masuk dan meningalkan kavin di belakang Karena Dea masih canggung dengan kejadian tadi.
"assalamu'alaikum, ucap Dea.
"Wa'alaikumsalam,"
"ma Dea keatas dulu yaa, mau bersih-bersih,"
"hemm,'
"kavin kamu ikut mama," ucap mama Risma setelah Dea pergi,"
"iya ada apa ma?,"
"ada kejadian apa tadi di kantor, apa kamu sudah baikan dengan Dea,"
"kejadian apa ma," elak Kavin.
"jangan bohong kamu, mama tau semuanya tadi Vian pulang membawa rantang itu kembali, dan Vian menceritakan pada mama semuanya,"
"semuanya sedang selesai maka, aku dan Dea sudah baikan, dan rencana nya besok kami mau pindah ma ke apartemen,"
"looo ko pindah apa kamu ngak nyaman lagi tinggal disini, hemm,"
"ngak maa, aku dan Dea sudah saling cinta dan aku mau memulai dari awal lagi, dan aku memutuskan untuk mengajak Dea pindah ke apartemen ma biar kami mandiri, aku mohon maa,"
"baiklah, kalau memang kamu sudah cinta sama Dea, tapi ingat kamu jangan pernah sakiti Dea, apalagi kalau dia sampai nangis,"
"iya maa aku akan ingat pesan mama, aku mau mandi dulu ya maa, udah gerah ni,"
"heemmm,"
💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠ðŸ’
__ADS_1
Jangan lupa like, komen serta vote nya juga Yaaa, makasih sudah mampir dikarya aku.