Kebahagiaan Q

Kebahagiaan Q
30. Bab 30


__ADS_3

Hallo Reader semua jangan lupa tinggalkan jejak jempolnya yaa.πŸ˜‰πŸ˜‰


Terimakasih.πŸ™πŸ™πŸ™


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Tak jauh dari tempat persembunyiannya kavin melihat mobil Desti, seketika emosinya pun memuncak Tampa pikir panjang kavin menerobos masuk kedalam gedung tua tersebut, junet yang melihat kavin yang bergerak cepat pun mengikutinya dari belakang ia tak mau terjadi apa apa pada Kavin.


Braakkk....kavin mendobrak pintu dari kayu tersebut, ia melihat Dea yang terikat diatas kursi seketika hatinya sakit melihat istrinya tersiksa.


Tampa aba aba dua penjaga pun menyerang kavin dan junet, kavin & junet cukup pandai dalam ilmu beladiri Hinga ia tak mudah dikalahkan dari serangan para penjaga itu cukup lama mereka saling serang. Tapi kavin belum ada kesempatan untuk menyelamat kan Dea karna selalu di hadang oleh dua penjaga lak Nat itu.


Desti mendengar keributan dengan langkah lebar ia keluar dan melihat kavin & junet sudah saling serang dengan anak buahnya.


Prok....prok....prok....


Tepuk tangan Desti saat melihat aksi kavin & junet, Desti tidak tau kalau para anak buahnya sudah di tangkap oleh polisi dan anak buah junet.


"selamat datang kavindra bagaimana rasanya melihat pandangan ini?,"


"apa mau mu?," tanya Kavin dengan mata penuh kemarahan.


"hahahahaha...jangan buru buru kita main main sebentar,"


"cepat katakan apa mau mu?,"


Junet memberi kode pada kavin kalau anak buah Desti sudah dilumpuhkan hanya tinggal yang berada di samping Desti, kavin mengerti kode yang di berikan oleh junet ia mengangguk kecil.


"hahahahahaha....jangan terlalu bersemangat kavindra, Tampa ku beri tahu kau sudah paham apa mau ku," ucap Desti sambil berjalan kearah Dea dan mengarahkan pistol ke kepalanya.


"jangan sakiti istri ku," tatapan memohon dari Kavin.


"kenapa? apa karna wanita ini? "baiklah akan aku habis dia biar tak ada lagi penghalang .


"jangan gila kamu, apa kamu lupa apa yang sudah kau lakukan pada ku?


"dan sekarang kau menyalahkan istri ku,"


"aku sudah minta maaf pada mu, sekarang kau pilih menikah dengan ku atau ku habisi wanita ini.


Dea menatap mata kavin dan memberi kode kalau ia memilih menikah dengan Desti dan melepaskan Dea, kavin hanya menggeleng dengan cepat dea menganggukan kepalanya.


"jika aku mau menikah dengan mu apa yang akan kau lakukan pada istri ku?


"aku akan melepaskan wanita ini dan menjamimya selamat sampai rumah.


"baiklah aku turuti mau mu, tapi lepaskan dulu istri ku.


"mas..apa yang kau lakukan, ucap Dea sambil menangis.


"maafkan aku sayang, aku terpaksa melakukan ini aku ngak sanggup melihat mu seperti ini.


"aku akan melepaskan dia tapi kau harus tanda tangan surat cerai ini dulu.


deg..deg...jantung kavin & Dea mereka tak menyangka kalau Desti sudah mempersiapkan semua ini ia memang sangat licik.


Kavin melangkah dengan gontai menuju surat cerai itu, ia menyesal sudah menuruti ke inginkan wanita licik itu.

__ADS_1


"mas...jangan..aku mohon," ucap Dea.


Kavin melihat kearah istrinya, ia tak tau harus berbuat apa untuk bisa menyelamatkan istrinya.


Tapi keberuntungan berpihak kepada kavin, saat Dea mulai terisak Desti mengalihkan pandangannya pada Dea, kavin yang melihat Desti lengah dengan sigap tangannya menyambar pistol yang di Pagang oleh Desti. Hinga Desti kaget dan terlonjak junet yang melihat pun segera memplintir tangan Desti kebelakang dan polisi pun segera menangkap dua anak buah Desti yang berada di belakang Desti.


Kavin melihat situasi sudah aman dengan langkah lebar ia segera melepaskan Dea dan membawa Dea ke dalam pelukannya.


"kau sudah salah bermain main dengan ku, sekarang kau nikmati akibatnya dan satu lagi kau harus tau kalau perusahaan martha group sudah gulung tikar saat ini, kau kira aku akan melepaskan mu begitu saja, karna aku tau kau dan papa mu sudah bersekongkol.


"aku mohon jangan kau usik perusahan papa ku, cukup aku saja yang nanggung akibatnya.


"sudah terlambat kau memohon, selamat bersenang senang di penjara.


Dea segera mengambil surat cerai yang sudah di persiapkan Desti dan langsung merobeknya didepan Desti.


Polisi pun membawa Desti dan anak buahnya menuju kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.


"sayang...maafkan aku karena masa lalu ku, kau harus mengalami semua ini.


"aku tidak apa apa mas, lagian ini bukan salah mu, hanya saja ia terlalu berambisi untuk mendapatkan mu,"


"iya....syukur aku masih bisa menyelamatkan mu dan rumah tangga kita, tapi bibir mu berdarah sayang,"


"ini hanya luka kecil mas, sudahlah ayo kita pulang sekarang aku takut bunda sama mama khawatir,"


"baiklah sayang kita pulang sekarang.


Kavin & Dea pun segara keluar dari gudang tersebut dan berjalan menuju mobil, tiba di mobil kavin mengambil kota P3K untuk mengobati bibir Dea.


"ahh...perih mas....,"


Selesai mengobati bibir Dea, kavin pun menyuruh junet membawa mobil dan mereka segera meningalkan lokasi tersebut.


"Jun..kita cari makan dulu


"baiklah bos.


Dea yang merasa kelelahan menyandarkan kepalanya di bidang dada kavin tak lama ia sudah terlelap.


Tiba disebuah restoran junet segera memarkir mobilnya dan melihat bosnya.


"bos kita sudah sampai,"


"ah..yaa kamu pesan tempatnya dulu,"


"baiklah bos,"


Junet segera keluar dan segera memesan tempat yang nyaman untuk bosnya.


"sayang...bangun kita makan dulu, ucap kavin sambil membelai rambut istrinya,"


"hm...kita dimana mas,"


"kita makan dulu sayang mas yakin kalau kamu belum makan,"


"hahaha..iya mas,"

__ADS_1


Kavin dan Dea segera keluar dari mobil dan masuk kedalam restoran.


"mas..aku ketoilet dulu,"


"ya sudah mas temani,"


Kavin pun mengikuti Dea dari belakang dan menunggu Dea di depan pintu masuk toilet wanita, tak lama Dea pun keluar dengan wajah segarnya walau tak pakai make up masih terlihat cantik.


"sudah sayang,"


"sudah mas, ayo mas,"


Dea & kavin masuk keruangan VIP yang sudah dipesan oleh junet, sebelum menyantap makanan Dea meminta kavin menghubungi bunda nya, ia takut kalau bunda nya khawatir.


"mas...hubungi bunda mas, aku hanya ingin memberi tahu bunda saja kalau kita baik baik saja,"


"hm....,"


Kavin segara menelpon bunda Clara setelah telpon tersambung kavin memberikan ponsel pada Dea.


"halo kavin bagimana keadaan Dea," tanya Clara cemas.


"bunda ini Dea kami baik baik aja, sekarang kami mampir dulu di sebuah restoran, habis makan kami akan pulang bunda,"


"ah..syukurlah nak kalau kalian tidak apa apa bunda sangat khawatir.


"bunda ngak usah khawatir lagi ya, sekarang Dea sama mas kavin an juga kak junet.


"ya sudah nak cepatan pulang ya, hati hati dijalan.


"ya..Bun,"


Setelah menelpon bundanya kavin dan Dea segara makan karna emang ia sudah lapar karena hari sudah menjelang malam. Tak berapa lama semua makanan pun pindah ke perut mereka berdua. Selesai makan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah mereka karna anggota keluarga nya sudah menunggu di rumah mereka.


Jam 8 malam mereka sudah tiba dirumahnya, clara yang mendengar deru mobil, dengan cepat Clara keluar dari rumah dan melihat anaknya turun dari mobil dengan keadaan baik baik saja seketika hatinya lega.


"sayang...dengan cepat Clara memeluk Dea dengan erat, ia sangat takut kehilangan anaknya karna ia sudah trauma saat Dea koma waktu kecelakaan itu.


"bunda jangan sedih lagi Dea baik baik saja Bun.


"ya..sudah sekarang kita masuk pasti kalian capek.


Clara membawa anaknya masuk kedalam rumah, dan menyuruh Dea & kavin untuk membersihkan diri mereka.


Kavin & Dea pun menuju kamarnya tiba dikamarnya Dea segera masuk kedalam kamar mandi dan mebersihkan tubuhnya, tak lama ia pun keluar setelah itu kavin pun masuk kedalam kamar mandi.


Tak lama kavin keluar Dangan mengunakan handuk yang melilit di pinggangnya Dea menoleh ke arah kavin.


Dea hanya tersenyum melihat pemandangan yang sudah biasa ia lihat jika sudah berdua dengan kavin.


Setelah selesai memaki bajunya kavin melangkah menghampiri Dea, dan menarik pinggang istrinya dan Tampa menunggu aba aba kavin melu mat bibir mungil istrinya yang sejak tadi ia rindukan, semakin lama ciuman itu semakin panas, serasa sudah kehabisan nafas kavin melepaskan ciumannya dan memeluk erat Dea. Dea hanya bisa membalas pelukan kavin.


"I Love you, bisik kavin ditelinga Dea


"I love you too


Kavin melepaskan pelukannya dan mengendong Dea keatas ranjang untuk beristirahat.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Bersambung.


__ADS_2