Kecantikan Dibalik Cadar

Kecantikan Dibalik Cadar
Bab 11


__ADS_3

  Seminggu berlalu setelah hari pernikahan Shiza dan Hazim.


   "Sayang, 2 hari lagi kita akan ke Bali untuk urusan kerja sama dengan teman Abi," Hazim memberitahukan rencananya untuk mengajak Shiza ke Bali bertemu dengan teman Abi Halim untuk bekerja sama mengenai usaha Hazim.


   "Iya Kak, Shiza akan persiapkan yang akan kita bawa besok, berapa hari kita disana?" jawab Shiza.


   "Mmm... Mungkin sekitar 1 minggu, aku ingin bulan madu denganmu," ucap Hazim sembari membelai rambut panjang Shiza.


   "Kak, dirumah juga kita bisa kok bulan madu, tapi sebenarnya Shiza juga sangat ingin melihat sunset di Bali, kata orang sunset disana indah sekali," ucap Shiza dengan antusias. Shiza mengutarakan keinginannya.


   "Tidak seindah wajahmu sayang.." Hazim mencubit hidung Shiza.


  Shiza pun mencebikkan bibirnya.


   "Kak Hazim ini gombal terus ya," ucap Shiza.


  Shiza sangat bersyukur dengan kehidupannya saat ini, impian nya selama ini mempunyai suami sholeh, penyayang, dan berwajah tampan sebagai bonusnya. Dalam doa-doa nya dia selalu meminta agar kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir.


  Tiba hari dimana Shiza dan Hazim berangkat ke Bali.


   "Bismillah.." Shiza memejamkan mata dan berdoa saat dia sudah duduk di pesawat dan menunggu pesawat take off.


  Hazim melihat istrinya yang sangat terlihat khawatir.

__ADS_1


   "Pertama kali?" Hazim bertanya dengan lembut.


  Shiza hanya mengangguk kepala tanpa membuka mata nya. Tidak dapat dipungkiri dia merasa takut pertama kali bepergian menggunakan pesawat.


  Hazim menenangkan Shiza dengan memegang tangannya.


   "Jangan takut, aku di sini... Semua akan baik-baik saja," ucap Hazim menenangkan.


  Lagi-lagi Shiza hanya menganggukkan kepala tanpa berniat membuka mata ataupun berhenti berdoa.


  Hazim juga pertama kali bepergian menggunakan pesawat, paling tidak itu yang dia pikir. Namun entah mengapa dia merasa sudah pernah melakukannya, walaupun dia tidak ingat kapan dan kemana dia pergi, suasana di dalam pesawat terasa sangat tidak asing seolah ini hal yang biasa dia lakukan.


  Hazim melihat kesamping terlihat istrinya masih menggumamkan doa-doa. Dia pun ikut memejamkan mata, sekita 2 jam perjalanan akan dia manfaatkan untuk beristirahat sejenak.


  Sesampainya di Bali mereka menggunakan taxi menuju Hotel yang telah mereka pesan. Sesampainya di Hotel Hazim menyuruh Shiza menunggu nya di tempat duduk yang ada di dekat resepsionis.


   "Iya Kak.." jawab Shiza menuruti perintah suaminya.


  Hazim pun menuju ke meja resepsionis.


   "Selamat siang, ada yang bisa saya bantu Pak?" ucap resepsionis hotel.


  Resepsionis itu tersenyum genit melihat ada laki-laki yang sangat tampan dihadapan nya.

__ADS_1


   "Ya, sebelumnya saya sudah memesan kamar atas Nama Hazim Sadis Al Karim," ucap Hazim.


   "Baik, mohon tunggu sebentar.." jawab resepsionis itu dengan sesekali melirik ke wajah tamu di depannya mengagumi ketampanan Hazim.


  Saat resepsionis itu sedang mengecek pesanan Hazim, tiba-tiba ada seorang wanita cantik mendatangi bagian resepsionis juga. Dia berbicara dengan resepsionis lain.


   "Kamar atas Nama Jacelyn Eleanor Aisha," ucap wanita tersebut.


   "Baik tunggu sebentar," ucap resepsionis lain.


  Sembari menunggu pesanan nya, dia pun menoleh ke arah Hazim. Tiba-tiba wanita itu terkejut sampai membuka kaca matanya bahwa dia tidak salah lihat. Setelah dia yakin penglihatan nya tidak salah, dia langsung memeluk Hazim sambil meneriakkan sebuah nama.


   "Xavier!!! OMG kamu masih hidup Xavier? Kemana saja kamu Baby? Ya Tuhan aku benar-benar tidak menyangka," dia terus memeluk Hazim kebingungan dan berusaha melepaskan pelukan wanita asing itu.


   "Maaf nona, sepertinya anda salah orang," ucap Hazim.


   "Tidak, tidak mungkin aku salah, kamu tunanganku Xavier, tolong Xavier tolong jangan bercanda, tolong jangan tinggalkan aku lagi, aku mohon, hidupku hancur karena kehilangan mu," ucap wanita itu.


  Shiza yang tengah duduk pun melihat ke arah resepsionis karena mendengar keributan disana, dia pun kaget dan langsung berdiri kemudian mendatangi meja resepsionis melihat suaminya di peluk wanita lain.


   "Maaf anda siapa?" tanya Shiza tegas sambil melepaskan tangan wanita yang tengah memeluk suaminya. Dia pun sekarang ada diantara suaminya dan wanita itu.


   "Siapa kamu?" Jacelyn berkata kepada Shiza dengan ketus.

__ADS_1


   "Saya istri dari lelaki yang anda peluk barusan," jawab Shiza tenang.


   "Tidak mungkin!!! Aku calon istri Xavier," ujar Jacelyn meninggikan suara nya.


__ADS_2