Kecantikan Dibalik Cadar

Kecantikan Dibalik Cadar
Bab 3


__ADS_3

   "In syaa Allah," Abi Halim menjawab sembari mengganggukan kepalanya.


  Dalam 6 tahun terakhir Hazim mempunyai usaha yang dia rintis dari hasil menjual barang-barang branded yang melekat ditubuh nya saat dia ditemukan. Dia merintis usaha Jasa Ekspedisi atau pengiriman barang. Karena kecerdasan yang Hazim miliki, mampu mengembangkan bisnis nya dengan pesat. Namun sifat rendah hatinya tetap dia jaga. Hazim sudah memiliki rumah dikota yang dekat dengan pesantren, namun dia tetap tinggal dipesantren Abi Halim hanya agar lebih mudah memperdalam agamanya.


  Hazim berencana akan mengajak Shiza tinggal dirumah yang dia miliki, meski tidak besar namun rumah itu cukup luas untuk mereka dan anak-anak mereka nantinya. Rumah itu mempunyai pekarangan yang cukup besar untuk tanaman hias, dan terdapat kolam ikan mini didepan rumahnya, Hazim tetap menjaga suasana asli seperti suasana dipesantren Shiza, supaya Shiza tetap nyaman dan kerasa tinggal dirumah itu nantinya. Jarak dari rumah ke pesantren pun tidak terlalu jauh, membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke pesantren dan Hazim berjanji dalam hati tidak akan pernah melarang Shiza apabila ingin sering berkunjung ke rumah ayahnya dan adik-adiknya dipesantren.


  Hari yang dinanti pun tiba, hari ini Hazim datang kerumah Abi Halim untuk melamar Shiza, akad nikah disepakati 2 minggu kedepan, baik Hazim dan Shiza sangat bahagia menantikan hari bersejarah mereka. Pernikahan akan digelar secara sederhana, hanya dihadiri kerabat terdekat dan anggota pesantren. Umi Fatimah, ibunda Shiza yang menyiapkan acara tersebut, dari mulai pemesanan baju pengantin, makanan, dan semua yang diperlukan, minggu itu semua orang seakan sibuk menyiapkan hari besar Hazim dan Shiza.


***


  Naziya, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tengah memandang foto keluarga di ruang tengah rumah megahnya. Bulir bening keluar dari mata indahnya. Bukan hanya sekali, tapi setiap hari berjam-jam dia habiskan hanya demi memandang foto anak laki-laki nya yang telah meninggal. Naziya adalah istri dari Zayn Fayyad Alvarendra, pengusaha yang mempunyai beberapa perusahaan besar. Bukan hanya di Indonesia, bisnis nya juga berkembang di beberapa negara lain di Asia.


  Naziya mempunyai 2 anak, 1 anak laki-laki bernama Zarar Asshauqi Xavier putra pertama dan juga merupakan calon penerus segudang bisnisnya. Dan 1 lagi seorang putri yang bernama Zerina Adzra Nadhifa.


*Flashback*

__ADS_1


  6 tahun yang lalu.


   "Dad, Gimana ini? Xavier belum juga pulang, ini sudah tengah malam," tanya cemas Naziya ibunda Hazim.


  Wanita itu bertanya pada suaminya.


   "Xavier sudah dewasa Mom, Please stop worrying about him," jawab Zayn.


   "Hati ku sangat tidak tenang, tolong bantu aku cari dia? Handphone nya tidak aktif, Please.." Bujuknya.


  Belum sempat sang suami menghubungi sekretaris nya, handphone nya terlebih dulu berdering.


   "Halo.." Ucap Zayn.


   "Ya betul?.." Jawab nya lagi.

__ADS_1


  Diam beberapa saat.


   "Baik saya akan segera kesana," ucapnya mengakhiri sambungan telepon nya.


  Zayn menatap sang istri dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, hal itu membuat Naziya merinding seketika.


   "Apa yang terjadi?" Naziya bertanya dengan sangat lirih seakan dia takut mendengar kabar buruk yang keluar dari mulut suaminya.


   "Xavier kecelakaan, mobilnya masuk jurang dan meledak," ucap Zayn dengan pelan.


  Walaupun Zayn berucap dengan suara yang sangat pelan namun mampu membuat hati Naziya hancur seperti tertancap ribuan pisau tajam.


   "Tidakkkk mungkinnnn!!!," Teriak Naziya , detik berikutnya dia sudah tidak sadarkan diri.


  Zayn memacu mobilnya membelah malam menuju Rumah Sakit.

__ADS_1


  Dalam hatinya berdoa semoga saja semua ini hanyalah kesalahan dari kepolisian atau kesalahan siapa saja yang terpenting dia ingin ini semua hanyalah kesalah pahaman.


  Kondisi Naziya masih pingsan dirumahnya, dia ditemani anak perempuannya dan beberapa pembantu disana.


__ADS_2