
Shiza melihat mata Hazim dan menemukan kesungguhan disana. Hatinya kembali tenang, dia akan menghadapi semua rintangan, dia bertekad apapun yang akan terjadi dia akan berdiri tegar asalkan Hazim pun ada di samping nya.
"Kak, didepan ada seorang wanita yang mengaku sebagai ibumu, kamu ingin menemuinya?" ucap Shiza.
Hazim berfikir sejenak kemudian mengangguk.
"Baiklah, namun tetaplah disini, aku ingin kau menemani ku untuk mencari tahu siapa aku sebelum menjadi seorang Hazim. Sampai saat ini aku masih belum bisa mengingat apapun, tetapi tidak bisa dipungkiri aku pun ingin mengetahui semua yang selama ini tidak bisa aku ingat," ucap Hazim.
"Dan aku membutuhkan dukungan dan ketegaran mu Shiza karena aku pun tidak tahu apakah dulunya aku adalah laki-laki yang baik atau justru laki-laki yang jahat," sambung Hazim.
"Siapa pun kamu, pada saat aku telah menerima mu menjadi suami ku, pada saat itu juga aku sudah siap menerima semua masa lalu mu," jawab Shiza dengan lembut.
Sementara itu di luar ruangan, Zayn dan Zerina datang ke Rumah sakit setelah mendapat kabar dari Naziya.
"Mom, are you sure? Kak Xavier masih hidup?" Zerina terlihat sangat antusias mendengar kakaknya masih hidup.
__ADS_1
"Yes sayang, Xavier kakak mu masih hidup, mommy belum melihat nya, Jacelyn yang sudah bertemu dengannya, tapi.." ucap Naziya dengan sendu.
"Tapi apa mom?" Zarina memotong cerita Naziya dengan tidak sabar.
"Sebelum ini Xavier kehilangan ingatan nya," jawab Naziya sedih.
Zayn dan Zarina pun ikut bersedih.
'Jadi karena itu lah dia tidak juga kembali, dia lupa semua kejadian, lalu bagaimana bisa ada jasad orang lain dimobil nya, bagaimana bisa dia memakai pakaian yang sama dengan yang dipakai oleh Xavier, ini semua pasti sudah diatur, tapi bagaimana aku bisa menanyai Xavier, bahkan dia tidak ingat nama dan keluarga nya,' batin Zayn bertanya-tanya.
Zayn dan Zarina pun terkesiap tidak percaya dengan fakta yang bertubi-tubi membuat nya tercengang.
"Menikah???" tanya Zarina memastikan dan kemudian melihat ke arah Jacelyn, tunangan Xavier.
Jacelyn terlihat menunduk, Jacelyn dan Xavier telah menjalin hubungan semenjak mereka sama-sama masih kuliah di London. Tepat setelah mereka merayakan kelulusan, Xavier pun melamar Jacelyn, mereka baru 3 bulan bertunangan saat kecelakaan itu terjadi. Rencananya pernikahan akan digelar 4 bulan setelah pertunangan nya. Dan sekarang disaat semua sudah menemukan Xavier, Jacelyn justru harus menerima kenyataan pahit bahwa kekasihnya telah menikah dengan orang lain.
__ADS_1
Zarina pun mendekati Jacelyn dan memeluk nya, dia ikut merasakan kesedihan Jacelyn, semua yang terjadi benar-benar di luar nalar mereka masing-masing.
"Takdir telah mempermainkan ku, aku telah merasakan kehilangan cinta ku dua kali, pertama saat dia dinyatakan meninggal, dan sekarang ini aku kembali kehilangan nya karena ternyata dia sudah milik orang lain," lirih Jacelyn, terlihat kesedihan yang teramat dalam di mata nya. Naziya yang melihat itu pun turut merasakan kesedihan Jacelyn, bagaimana pun Jacelyn sudah dia anggap anaknya sendiri karena bertahun-tahun dia menjalin hubungan dengan Xavier. Tapi Naziya pun tidak dapat berbuat apa-apa, Naziya hanya bisa mencoba menghibur nya.
"Jacelyn sayang, kita tidak akan pernah tahu bagimana takdir dan masa depan kita semua. Mommy yakin, pada setiap kejadian pasti ada kebaikan, bersabarlah nak.. Coba kita temui Xavier, walaupun mommy sendiri tidak bisa menjanjikan apapun padamu, satu hal yang pasti, mommy ingin melihat kalian semua yang aku sayangi bahagia, mommy yakin kamu akan kuat menjalani ini semua," Jacelyn mengangguk pasrah dan menangis di pelukan Naziya, dia belum siap kehilangan lagi kekasih nya, masih ada harapan di hati nya Xavier akan mengingat kisah kasih mereka dan kembali pada nya, dia yakin cinta mereka begitu kuat dan dia akan berusaha memperjuangkan itu.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, terlihat Hazim tengah di dorong oleh suster menggunakan brangkar pasien. Semua orang ingin mendekat namun di hentikan oleh suster yang mendorong brangkar.
"Pasien akan kami bawa ke ruang rawat sembari menunggu persiapan operasi, operasi akan dilakukan besok," ucap suster tersebut.
Mereka pun melihat ke arah Hazim, Hazim memandang satu persatu orang-orang asing di hadapan nya. Naziya menutup mulutnya dan mengeluarkan air mata nya, sebuah mukjizat bahwa anak nya masih hidup, tidak ada percakapan apapun di antara mereka, hanya pandangan dengan arti yang berbeda. Hazim melihat mereka dengan kebingungan nya sedangkan keluarga nya memandang Hazim dengan tatapan penuh kerinduan. Shiza yang berada di samping Hazim turut menghentikan langkah nya dan melihat kepada orang-orang yang mengakui sebagai keluarga suaminya.
"Silahkan ikut kami, Kak Hazim ingin bertemu dengan kalian," Shiza berkata dengan menyembunyikan getaran suara nya, tidak dapat dipungkiri, jika benar mereka adalah orang tua Hazim, berarti mereka adalah bapak dan ibu mertua nya, dan Shiza harus juga menghormati mereka seperti menghormati orang tua kandung Shiza.
Hazim ditempatkan di ruang VVIP sesuai permintaan Zayn, dia telah mengurus semua administrasi yang dibutuhkan.
__ADS_1
Setelah ada di ruang perawatan, semua berkumpul dalam ruangan itu, Shiza duduk di samping Hazim, Hazim terus mengenggam tangan Shiza, dan itu tidak luput dari pandangan Jacelyn, hatinya terasa sakit melihat itu semua.