Kecantikan Dibalik Cadar

Kecantikan Dibalik Cadar
Bab 4


__ADS_3

   "Suster, Pasien yang kecelakaan di daerah seturan diruangan mana?" tanya Zayn.


   "Maaf hubungan anda dengan korban apa ya?" ucap Suster.


   "Saya ayahnya," jawab Zayn.


   "Baik, mari ikut saya," ucap Suster.


  Zayn mengikuti Suster itu dan langkahnya membeku begitu menyadari Suster itu membawanya kearah kamar jenazah.


  Ada beberapa orang berseragam kepolisian yang menjaga di depan ruangan itu.


   "Bapak Zayn, saya Farel, petugas yang menangani kasus anak bapak. Silahkan masuk untuk mengidentifikasi korban," ucap Polisi Farel.


  Zayn masuk kedalam ruangan dengan langkah gemetar mengikuti Suster menuju ke salah satu Jenazah yang ditutupi kain putih. Belum sempat kain itu dibuka tiba-tiba Naziya yang sudah sadarkan diri menyusul sang suami. Naziya dipapah oleh Zerina karena masih sangat lemah. Dengan wajah pucat dan air mata yang terus mengalir dia pun melangkah menghampiri Zayn yang berdiri di depan Jenazah tertutup kain.


   "Aku ingin melihat," ucap Naziya dengan suara bergetar.


   "Apa kau yakin?" Tanya Zayn.


  Naziya hanya menjawab dengan mengangguk lemah.

__ADS_1


  Begitu kain dibuka, Naziya menutup pandangannya dibalik bahu Zayn.


  Naziya,


   "Bukan.. Itu bukan Xavier, aku yakin itu bukan anakku, aku yakin.." Gumam Naziya sembari menggeleng gelengkan kepalanya.


  Jenazah itu terbakar, sehingga tidak mudah dikenali, namun pakaian dan barang-barang yang melekat adalah milik Xavier, Zayn masih mengingat saat terakhir kali melihatnya.


   "Tegarlah.. Ikhlaskan Xavier..." ucap Zayn.


  Zayn memeluk Naziya untuk menguatkannya, Zerina pun ikut menghambur ke pelukan kedua orang tuanya. Kenyataan bahwa kakak yang selalu memanjakannya itu terbukur kaku dihadapnnya membuat Zerina sangat terpukul.


  Tangis Naziya dan Zerina pecah memenuhi ruangan yang dingin itu.


   "Ceritakan, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Zayn kepada Farel, petugas yang menangani kasus Xavier.


   "Dari keterangan beberapa saksi, mobil yang dikendarai saudara Xavier terlihat berkejaran dengan 3 mobil lain, setelah itu mobil yang dikendarai saudara Xavier menabrak pembatas jalan di bukit seturan dan terjun bebas kedalam jurang," terang pihak kepolisian.


   "Sudah kau lacak 3 mobil lainnya?" Tanya Zayn.


   "Sepertinya agak sulit, karena mobil telah dimodifikasi sedemikian rupa, cat hitam dan tanpa nomor kendaraan," jawab pihak kepolisian.

__ADS_1


   "Aku tidak peduli bagaimana caranya, kau harus segera menemukan siapa pembunuh anakku atau aku yang akan bertindak diluar jalur hukum," ucap Zayn sambil mengepalkan tangan menahan amarah.


  Pemakaman Xavier banyak dihadiri rekan bisnis dan awak media, Berita tentang pengusaha muda sukses yang mempunyai nama besar di dunia bisnis meninggal dunia karena kecelakaan memenuhi acara berita diberbagai stasiun televisi dan internet.


  Sejak hari itu Naziya tidak lagi pernah tersenyum, kebahagiaan nya seakan ikut terkubur dengan kepergian anak laki-laki nya. Tidak ada lagi canda tawa di rumah megah itu, semua hanyut dalam kedukaan mendalam.


  Zayn tidak pernah berhenti mencari dalang dibalik kecelakaan Xavier namun seperti telah diatur seseorang yang mempunyai pengaruh kuat, semua usaha Zayn menemui jalan buntu. Dari mulai detektif lokal hingga internasional dia sewa untuk menyelidiki kejadian itu namun lagi-lagi jalan buntu yang dia dapat.


  Zerina menggantikan kakaknya memimpin perusahaan yang ditinggalkan Xavier, walaupun awalnya dia tidak menginginkan menjadi seorang pengusaha. Zerina sangat menyukai seni lukis, dia bercita-cita ingin menjadi pelukis yang terkenal dengan karya-karya menakjubkan. Namun cita-citanya juga harus terkubur dengan kepergian sang kakak. Demi kedua orang tuanya dia harus menggantikan Xavier menjadi satu-satunya penerus keluarga Alvarendra.


  Hari berganti hari, Bulan berganti bulan, dan Tahun berganti tahun. Namun kejadian yang telah berlalu itu masih teringat jelas dalam ingatanmu Zayn, Naziya dan Zerina. Berbeda dengan Zayn dan Zerina yang sudah bisa menerima kepergian Xavier, Naziya masih berkeyakinan bahwa anaknya masih hidup, tapi dia belum menemukan benang cerita bagaimana dan dimana anaknya. Kenapa tidak juga kembali setelah sekian lama. Naziya yakin ada sebuah cerita dibalik hilangnya Xavier.


*Flasback Off*


   "Mom, ayo kita makan," ajak Zayn menghampiri Naziya yang tengah melamun melihat foto Xavier.


   "Makanlah, aku tidak lapar," tolak Naziya.


   "Makanlah sedikit, lihatlah badanmu sangat kurus, hanya tinggal tulang berbalut kulit. Aku sangat sedih melihatmu seperti ini, aku telah kehilangan anak laki-laki ku, aku tidak mau kehilangan mu juga, kembali lah menjadi Naziya yang dulu, aku merindukan senyum tawamu," ucap Zayn dengan sendu.


   "Maafkan aku.." Lagi dan lagi Naziya mengeluarkan bulir bening dari matanya.

__ADS_1


  Sebenarnya dia pun tidak ingin melihat suami nya bersedih, namun sungguh dia tidak bisa menerima kenyataan ini, kesedihan masih sangat menyelimuti hatinya, keyakinan bahwa Xavier masih hidup tetap dia pegang teguh walaupun orang lain akan menyebutnya gila, namun naluri nya sebagai seorang ibu tidak mungkin salah, dan dia yakin di suatu tempat yang dia sendiri tidak tahu dimana, Xavier masih hidup, Xavier nya masih bernafas, Naziya sangat yakin itu.


__ADS_2