Kecantikan Dibalik Cadar

Kecantikan Dibalik Cadar
Bab 22


__ADS_3

  Hazim pun menyadari perubahan muka Shiza.


   "Maaf jika kebenaran tentang ku menyakiti kamu," Hazim memohon maaf kepada Shiza.


   "Aku telah berjanji mendampingi kamu, itu artinya aku harus selalu menyiapkan diri dalam mengetahui fakta demi fakta tentang masa lalu kamu," ucap Shiza dengan lembut.


  Hazim lagi dan lagi sangat bersyukur mempunyai seorang istri seperti Shiza, Abi Halim berhasil mendidik Shiza dengan baik, Shiza tumbuh menjadi sesosok perempuan yang sangat pandai menjaga penampilan, sikap, dan kesabaran nya. Hazim kembali melihat kepada Naziya.


   "Lalu bagaimana dengan pekerjaan ku?" tanya Hazim kepada Naziya.


   "Kamu adalah pewaris perusahaan Daddy kamu, perusahaan kita ada di berbagai bidang, dan banyak tersebar bukan hanya di Indonesia saja, tetapi di luar Indonesia kita juga mempunyai beberapa cabang, mengenai urusan-urusan kamu yang lain di dalam dan di luar pekerjaan, aku tidak begitu paham. Nanti saat kamu sudah baikan, aku akan datangkan Ayyan, asisten pribadi kamu. Dia adalah sahabat dan orang yang sangat kamu percayai. Dia yang selama ini membantu Daddy meng-handle pekerjaan yang kamu tinggalkan. Dan dia adalah salah satu orang yang merasa bersalah karena kecelakaan kamu," ujar Naziya menjelaskan semua nya.

__ADS_1


  Hazim mengernyit mendengar penjelasan Naziya. Naziya melanjutkan cerita nya.


   "Malam sebelum kecelakaan kamu menyuruh nya mendatangi pertemuan bisnis di London mewakili kamu, seharusnya malam berikutnya dia sudah kembali untuk menemani kamu. Tetapi pesawat yang akan di tumpangi nya mengalami gangguan teknis sehingga penerbangan di undur. Dia merasa bersalah tidak ada di samping kamu waktu itu untuk melindungi kamu dari kecelakaan itu. Dia pun berfikir bahwa semua ini sudah di rencanakan oleh seseorang yang mempunyai pengaruh besar. Ayyan dan Daddy kamu terus menyelidiki penyebab dari kematian kamu, tetapi mereka selalu menemui jalan buntu, walaupun banyak kejanggalan-kejanggalan yang mereka temukan, tetap tidak bisa menggiring ke sebuah kesimpulan," lanjut Naziya.


  Hazim terus menyimak penjelasan Naziya,


'Jika benar ada yang mengatur kecelakaan ku, itu artinya nya ada pihak lain yang ingin menyingkirkan ku, apa yang telah aku lakukan hingga berurusan dengan orang yang mempunyai pengaruh besar? Bahkan pengaruh nya bukan hanya di Indonesia, melainkan di luar Indonesia, terbukti dia sudah mengatur keterlambatan penerbangan Ayyan,' batin Hakim bermonolog di dalam dirinya sendiri.


  Shiza dan Naziya pun langsung mendekati Hazim,


   "Kak, kamu baik-baik saja? Aku mohon sudahi dulu pembicaraan ini, cukup untuk hari ini, aku tidak ingin melihat kamu merasakan sakit begini," Shiza terlihat sangat khawatir, bahkan di mata nya terlihat mengembun hampir menangis.

__ADS_1


  Shiza langsung memencet tombol yang menghubungkan ke dokter juga.


   "Dok, tolong kemari, suami saya kesakitan," ucap Shiza penuh kekhawatiran.


  Tak berselang lama, Dokter pun datang untuk memeriksa Hazim. Kemudian menyuruh suster menyuntikkan sesuatu melalui selang infus nya.


   "Saya telah menyuntikkan obat penenang, tolong bantu pasien untuk tidak berfikir terlalu berat. Pasien membutuhkan banyak istirahat untuk memulihkan kondisi nya pasca operasi," ujar Dokter tersebut.


   "Baik Dok," Shiza mengangguk dengan tidak melepaskan pandangan dari suaminya.


  Naziya melihat sikap Shiza yang begitu perhatian dengan Hazim, dia pun yakin bahwa Hazim tidak salah memilih istri, Shiza memang pantas di pertahankan. Dari awal dia bertemu, sangat terlihat sikap hormat dan santun pada orang tua dan yang terpenting dia merawat Hazim dengan penuh kasih sayang. Dia pun terlihat begitu tegar menghadapi fakta-fakta mengejutkan tentang suaminya.

__ADS_1


__ADS_2