
"Dengan restu Abi aku menikahi mu, bukan karena fisik mu, tetapi kebaikan yang ada dalam dirimu yang membuatku memutuskan untuk menjadikan mu pendamping hidupku, dan juga ternyata aku mendapatkan istri yang sangat cantik ini, itu adalah bonus untuk ku," ujar Hazim dengan lembut.
Shiza pun terkekeh mendengar penuturan suaminya.
"Nah ya seperti itu tersenyum lah, karena senyum mu adalah sumber kekuatan ku, walaupun hanya aku yang akan selalu menikmati senyum mu, tetaplah tersenyum. Bahkan aku sangat bersyukur aku tidak perlu berbagi kecantikan mu dengan orang lain, keputusan keluarga mu untuk menutup wajahmu yang sempurna ini adalah keputusan yang sangat tepat," ucap Hazim.
Hati Shiza menghangat mendengar kata-kata suami nya. Dia pun berpikir apalagi yang dia khawatir kan, dia mempercayai suami nya.
"Naiklah, tidurlah di sisi ku," ujar Hazim.
Shiza pun naik ke ranjang suami nya dan tidur di pelukan Hazim, kenyamanan ini tidak akan pernah dia bagi kepada perempuan mana pun, bahkan walaupun perempuan itu pernah menjadi masa lalu Hazim, dia bertekad tidak akan pernah membiarkan siapapun merebut suami nya. Shiza kembali terlelap di pelukan Hazim.
Jam menunjukkan pukul 8 pagi, itu artinya sebentar lagi operasi akan dilakukan, Shiza sudah menyiapkan semua keperluan suami nya. Dia sedang duduk di samping Hazim saat tiba-tiba pintu ruangan nya di ketuk.
Shiza pun melangkah ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang. Shiza membuka pintu dan menemukan Naziya di sana.
__ADS_1
"Selamat pagi Shiza," Naziya tersenyum hangat.
"Assalamu'alaikum," Shiza pun mengulurkan tangan nya untuk meminta tangan Naziya, Naziya pun kaget namun segera menjawab salam Shiza.
"Wa'alaikumussalam," balas Naziya sambil mengulurkan tangan kanan nya. Shiza pun menyambut dan mencium tangan Naziya, Naziya terpana dengan sikap santun Shiza.
"Masuk lah Nyonya," ajak Shiza.
"No! Jangan panggil Nyonya, panggil aku Mommy, seperti Xavier dan Zarina memanggil ku, saat ini kamu adalah menantu ku, itu artinya kamu juga anakku bukan?" ujar Naziya dengan lembut.
Shiza tersenyum mendengar penuturan Naziya, dia berharap ibu mertua nya benar-benar telah menerima nya menjadi menantu nya.
"Xavier, bagaimana keadaan kamu hari ini?" tanya Naziya.
"Alhamdulillah aku baik Mom," jawab Hazim tersenyum.
__ADS_1
Naziya menghentikan langkah nya, dia melihat Hazim dengan berkaca-kaca.
"Kamu memanggilku apa?" ucap Naziya sekali lagi.
"Mom? Maaf aku memang belum bisa mengingat semua, namun aku akan berusaha menerima semua informasi yang kalian sampai kan, perlahan aku akan mencoba memahami dan mengingat semua," jawab Hazim.
Naziya pun bergegas mendekati Hazim dan memeluk nya.
"Mommy sangat bahagia mendengar nya," ujar Naziya dengan perasaan bahagia.
"Ada satu permintaan ku Mom," pinta Hazim.
"Ya, katakan lah?" jawab Naziya.
"Aku ingin kamu tetap memanggilku Hazim, bukan Xavier. Karena Shiza dan keluarga nya yang telah memberikan nama itu, berkat mereka aku merasa terlahir kembali dari kematian," ucap Hazim sembari melihat ke arah Shiza.
__ADS_1
"As you wish darl,,, aku akan memanggil mu Hazim," ucap Naziya sambil mengelus kepala Hazim dengan penuh kasih sayang.
TERUS DUKUNG AUTHOR YA DAN JANGAN LUPA BERIKAN LIKE, KOMEN, VOTE KALIAN SEBANYAK-BANYAKNYA, YANG UDAH LIKE, KOMEN, VOTE AKU UCAPIN TERIMAKASIH BANYAK🥰🤍🙏