Kecantikan Dibalik Cadar

Kecantikan Dibalik Cadar
Bab 20


__ADS_3

  Beberapa saat berlalu, terlihat lampu tanda operasi telah padam yang artinya operasi telah selesai dilakukan. Dokter pun keluar dari ruang operasi. Mereka serempak menghampiri dokter yang telah mengoperasi Hazim.


   "Bagaimana anak saya dok?" tanya Zayn.


   "Operasi berjalan lancar, saat ini keadaan pasien masih belum sadar karena efek obat bius, pasien akan segera di bawa ke ruang pemulihan," jawab Dokter.


  Semua orang pun menghembuskan nafas lega. Hazim telah di bawa ke ruang perawatan. Naziya, Zerina, Jacelyn berkumpul di ruangan itu, sedangkan Zayn harus kembali ke kantor ada pertemuan penting yang tidak bisa di tunda.


  Hazim menempati ruangan VVIP yang sangat luas, ada sofa panjang yang nyaman, bahkan ada ranjang besar untuk penunggu pasien, mungkin jika tidak ada bau khas Rumah sakit, akan merasa sedang menginap di hotel berbintang.


  Menjelang sore hari Hazim baru sadar kan diri, Naziya mendekati ranjang Hazim.


   "Kamu sudah sadar? Apa ada yang sakit sayang?" tanya Naziya.

__ADS_1


  Hazim hanya diam, masih merasakan pusing dan belum bisa menggerakkan kepalanya.


   "Dimana Shiza?" Hazim menanyakan istri nya.


   "Shiza sedang keluar sebentar, kamu perlu sesuatu?" Naziya bertanya dengan hati-hati.


   "Perempuan itu selalu saja pergi, bahkan tadi saat kamu di operasi juga dia sempat pergi entah kemana," ucap Jacelyn.


  Shiza yang baru saja datang pun tidak sengaja mendengar perkataan Jacelyn.


   "Wa'alaikumussalam," Naziya dan Hazim menjawab salam Shiza.


   "Kamu sudah sadar Kak? Maaf aku dari mushola untuk Sholat Ashar. Dan ya benar apa yang dikatakan Jacelyn, saat kamu di operasi aku memang pergi sebentar untuk Sholat Dzuhur, aku mendoakan kesembuhan mu kepada Allah ku, bukan hanya duduk manis mencari simpati orang lain dan terlihat seolah sangat peduli padamu," ucap Shiza dengan menjelaskan kenapa dia pergi.

__ADS_1


  Shiza berkata dengan tajam namun tetap tenang.


   "Apa maksud mu?? Kamu menyindir ku dan mengatakan aku mencari simpati orang hah?" Jacelyn pun menjawab dengan setengah berteriak.


   "Maaf, apa tadi aku menyebut nama seseorang? Seperti nya aku tidak menyebut nama siapa pun, jadi siapa disini yang merasa tersindir?" jawab Shiza masih dengan sikap tenang nya.


   "Kamu, pergi lah dari sini, aku semakin pusing mendengar suara mu," Hazim mengusir Jacelyn walaupun dengan suara yang masih lemah.


   "Sayang, maafkan aku, aku terbawa emosi, kamu lihat kan dia dulu yang menyindir ku, aku benar-benar peduli padamu, kamu pasti masih bisa merasakan rasa sayang ku padamu kan? Aku masih Jacelyn yang dulu, kekasih yang kamu cintai sayang, aku masih milikmu, tidak ada yang berubah," Jacelyn mengiba mencoba membangkitkan lagi perasaan Hazim yang telah hilang. Namun sia-sia, bahkan Hazim pun jijik melihat gaya berpakaian Jacelyn, baju yang terlampau seksi memperlihatkan paha dan belahan dada nya benar-benar membuat Hazim risih. Dia masih tidak percaya bahwa wanita seperti itu adalah selera nya di masa lalu. Oh tidak!! Dia benar-benar harus bertobat.


  Setelah Hazim menyuruhnya pergi, Jacelyn pun terpaksa meninggalkan ruangan itu. Sangat terlihat dia pergi dengan menahan amarah. Namun Naziya pun tidak bisa berbuat banyak untuk membela Jacelyn.


'Sikap nya tadi memang salah, tidak seharusnya dia bersikap kasar seperti tadi, justru sikapnya ini akan membuat Hazim lebih menjauh dari nya,' pikir Naziya.

__ADS_1


  Dalam perjalanan pulang, Jacelyn menelpon seseorang.


   "Aku membutuhkan mu sekarang juga Honey, datanglah ke apartemen ku," ucap nya setelah itu mematikan secara sepihak.


__ADS_2