Kecantikan Dibalik Cadar

Kecantikan Dibalik Cadar
Bab 17


__ADS_3

  Shiza memejamkan mata nya sejenak untuk menenangkan diri, apa yang di dengar nya betul-betul menyakiti hati nya, dia kembali membuka mata nya dan menatap Jacelyn dengan tajam.


   "Allah saja Maha memaafkan, lalu bagaimana aku yang hanya Umat-Nya tidak bisa memaafkan suami ku sendiri, apalagi itu hanyalah masa lalu nya, saat itu mungkin dia belum terlalu mengenal Tuhan nya sehingga dengan mudah nya dia melakukan dosa," jawab Shiza dengan penuh ketegasan.


   "Dan seorang laki-laki tidak akan mengambil mahkota seorang perempuan apabila tidak ada kesempatan yang terbuka di depan nya. Seperti nya kamu wanita berpendidikan, kamu mengerti maksud ku bukan?" sambung Shiza.


  Jacelyn pun merasa kalah telak dengan semua ucapan Shiza. Dia bingung bagaimana lagi dia harus membuat perempuan itu melepaskan Xavier.


   "Aku tidak akan menyerah, Xavier mencintai ku, saat ini dia hanya lupa, dia akan kembali mencintai ku jika dia sudah bisa mengingat semua lagi. Kenangan indah kami akan membuatnya kembali padaku. Saat itu terjadi aku pasti akan tertawa keras menertawakan kembali semua ucapanmu tadi," ujar Jacelyn dengan penuh percaya diri..


  Jacelyn beranjak pergi meninggalkan Shiza yang masih berdiri di tempat nya. Shiza duduk di bangku taman itu, termenung memikirkan ucapan Jacelyn sebelum dia pergi.

__ADS_1


'Apakah nanti jika Kak Hazim telah mengingat semua dia akan meninggal ku? Apakah cinta kita sekuat itu sehingga bisa mematahkan semua kenangan manisnya dengan Jacelyn?' batin Shiza.


  Sebenarnya Shiza merasa khawatir, namun dia mencoba berfikir positif, Allah lah sang Maha membolak-balikan hati, yang dia perlukan hanyalah meminta dan berdoa.


'Yaa.. Aku tidak perlu ragu, Allah ku selalu bersama ku, aku tidak akan takut pada apapun dan siapapun selama aku selalu di jalan yang benar,' batin Shiza.


  Setelah hati nya lebih tenang, Shiza pun kembali ke kamar rawat suaminya. Hazim masih tertidur, Shiza pun juga merebahkan badan nya di ranjang khusus penunggu pasien. Dia merasa sangat lelah, bukan hanya lelah fisik, namun hati nya pun merasa lelah. Tak membutuhkan waktu lama Shiza pun terlelap menuju alam mimpi nya.


  Dalam doa nya dia meminta dengan sungguh-sungguh untuk kesembuhan dan kelancaran operasi yang akan di jalani suami nya, dia mohon di jauhkan dari niat jahat orang lain yang ingin menghancurkan rumah tangga nya. Shiza bersimpuh memohon kepada Sang Pencipta.


  Hazim membuka mata nya dan melihat istri nya sedang melakukan sholat malam, walaupun posisi Shiza membelakangi Hazim, namun dia bisa tahu istri nya tengah menangis, bahu nya bergetar menandakan istri nya sedang menahan tangis agar tidak terdengar. Hazim pun hanya memandang punggung Shiza, dia menunggu sampai Shiza selesai dengan doa-doa nya.

__ADS_1


  Setelah puas mengadu kepada Allah, Shiza menyudahi doa nya, dia pun melipat mukena dan sajadah namun dia terkejut saat membalikkan badan ternyata Hazim tengah menatapnya.


   "Kak.. Kamu terbangun? Maaf apakah aku mengganggu tidur mu?" tanya Shiza.


   "Tidak sayang, kemarilah," ucap Hazim.


  Shiza pun segera menyimpan mukena dan sajadah nya, kemudian dia mendekati suaminya.


   "Apa yang kamu pikirkan, kenapa kamu bersedih? Apa kamu tidak ingin membagikan kesedihan mu untuk suami mu ini? Aku sudah pernah bilang padamu, jangan kamu khawatir kan apapun tentang ku, aku tidak akan meninggalkan mu, apa kamu mempercayai ku?" tanya Hazim dengan lembut.


  Shiza pun mengangguk, Hazim mengangkat dagu Shiza agar Shiza menatap mata nya.

__ADS_1


__ADS_2