
Sore hati Shiza sedang membantu pengurus pesantren memasak untuk buka puasa sunnah.
"Non, sudah biar bibi saja.. Bibi sungguh tidak enak Non selalu membantu kami didapur," ucap Bi Narsih. Salah satu pengurus pesantren Abi Halim.
"Tak apa Bi, justru Shiza senang membantu memasak, Shiza ingin pintar memasak juga seperti bibi ini, masakannya enak sekali, kalau tidak ingat pesan abi kalau segala sesuatu janganlah berlebihan, pasti Shiza sudah nambah-nambah kalau makan masakan bibi ini," Gurau Shiza.
"Ahh,, masakan Non juga enak loh, pasti nanti kalau Non sudah menikah, pasti suami Non bakal tambah sayang," puji Bibi pengurus pesantren.
"Hahaha.. Bibi ini ada-ada aja," sahut Shiza sambil tertawa.
"Shiza pasti akan sangat merindukan kebersamaan kita di pesantren ini Bi," sambung Shiza.
"Eeeh,, eeeh.. Calon pengantin tidak boleh sedih loh Non, nanti suami Non pasti perbolehkan Non sering main kesini kan, pokoknya Non harus bahagia ya," ucap Bibi.
"In syaa Allah Bi," Shiza kemudian memeluk Bi Narsih.
Shiza sudah menganggap semua pengurus pesantren sebagai keluarga sendiri. Tutur kata Shiza yang santun, teduh matanya yang penuh kasih sayang, kesabarannya menghadapi anak-anak didik nya dan keperdulian kepada orang lain yang begitu besar membuat Shiza menjadi sosok kesayangan di pesantren itu.
Setelah selesai menyiapkan makanan untuk buka puasa Shiza kembali ke rumahnya, Abi dan Umi nya sedang duduk di ruang keluarga. Setelah mengucap salam Shiza pun masuk dan menyalami tangan kedua orang tua nya.
Shiza melepas niqab nya dan duduk di sebelah Umi Fatimah.
"Nak... Umi masih tidak percaya sebentar lagi anak gadis Umi akan menjadi seorang istri," ucap Umi Fatimah sembari mencolek hidung mancung Shiza. Shiza pun tersenyum malu.
__ADS_1
"Abi,, Bolehkah Shiza bertanya?," tanya Shiza kepada Abi Halim.
"Ya, bertanyalah Nak.. Bila Abi tahu jawabannya Abi akan menjawab namun jika Abi tidak tahu jawabannya in syaa Allah Abi akan mencari tahu," jawab Abi Halim.
Shiza pun tersenyum, Abi Halim adalah sosok ayah yang sempurna bagi Shiza. Sikap dan tutur katanya selalu membuat Shiza kagum dan merasa disayangi. Namun akan tetap tegas jika Shiza melakukan kesalahan apalagi jika sudah menyangkut normal agama, keputusan Abi Halim adalah mutlak. Tidak bisa di tawar.
"Bagini Abi... Shiza hanya ingin tahu, kenapa Abi memilih Kak Hazim di banding Kak Daffa?" Tanya Shiza.
"Abi lebih memilih orang yang belum terlalu tinggi ilmu agama namun ia masih terus mau terus belajar, dibandingkan dengan orang yang mengerti tentang agama tetapi masih ada setitik kesombongan di dalam dirinya, apa kau mengerti maksud Abi Nak?" Jawab Abi Halim.
"Baik Abi, Shiza mengerti," sahut Shiza.
"Nak, besok Bu Alin akan kerumah membawa baju kebaya yang sudah Umi pesan untuk mu. Besok kamu coba ya, jadi kalau ada yang kurang pas, masih bisa diperbaiki," pinta Umi Fatimah.
"Siap Umi ku sayang," jawab Shiza.
Tiba-tiba terdengar suara salam dari luar. Shiza langsung memakai niqabnya dan segera jalan ke pintu depan untuk membuka pintu.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh," jawab Shiza.
Ternyata Hazim yang datang ke rumah Abi Halim.
"Bagaimana kabar mu Shiza," tanya Hazim.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik kak.. Silahkan masuk, Abi ada di dalam," ucap Shiza.
Shiza tahu Hazim pasti akan mencari Abi nya. Selama ini Shiza dan Hazim tidak pernah janjian bertemu, bahkan nomor HP masing-masing saja mereka belum punya.
"Mari Nak Hazim masuk, ada apa?" Tanya Abi Halim.
Abi Halim muncul dari belakang Shiza.
"Baik, Terima kasih Abi," jawab Hazim.
"Saya mau memberi kabar bahwa kerja sama usaha saya dengan teman Abi di Bali sudah di setujui," ucap Hazim.
"Alhamdulillah.. Jadi kapan rencana tanda tangan kerja sama nya?" Tanya Abi Halim.
"Saya minta 2 minggu lagi Abi, jadi nanti setelah saya menikahi Shiza, saya akan ajak Shiza ikut ke Bali juga," terang Hazim.
"Wahh... Jadi sekalian bulan madu ya hahaha," ucap Abi Halim sambil tertawa.
Hazim mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah.. 1 minggu lagi kalian akan menikah ya, bagaimana persiapan pernikahan kalian?" Tanya Abi Halim.
"Umi Fatimah yang menyiapkan semuanya Abi, saya menurut saja, sejauh ini alhamdulillah semua persiapan berjalan lancar.. In syaa Allah mudah-mudahan tidak ada halangan sampai hari H nanti," terang Hazim.
__ADS_1
"Aamiin," jawab Abi Halim.