Kecantikan Dibalik Cadar

Kecantikan Dibalik Cadar
Bab 24


__ADS_3

   "Bolehkah aku melihat wajah mu? Kamu telah menjadi anak ku. Aku ingin lebih mengenalmu," Naziya meminta Shiza membuka cadar nya sebentar karena dia ingin melihat seperti apa wajah menantu nya.


  Shiza pun mengangguk dan membuka cadar nya. Satu.. Dua.. Tiga detik Naziya terpesona melihat wajah Shiza, bahkan mulut nya sedikit terbuka karena terkejut melihat kesempurnaan ciptaan Tuhan. Wajah Shiza sangat mulus dan bersinar walaupun polos tanpa make up.


   "MasyaAllah, kamu sangat cantik sayang, bukan! Kamu bahkan sangat sangat sangat cantik," ucap Naziya setelah pulih dari keterkejutan nya.


  Shiza pun tersenyum sembari mengenakan kembali cadar nya. Kini Naziya pun tahu alasan kenapa orang tua Shiza memakai kan cadar kepada Shiza, bukan karena wajah nya yang terlalu buruk, justru karena wajah nya yang terlalu cantik. Naziya pun berfikir bahkan para Miss  Universe diluaran sana pun pasti akan kalah jika dibandingkan dengan kecantikan Shiza.


  Naziya pun semakin mengagumi Shiza, tadi nya dia berfikir bahwa Shiza lah yang beruntung mendapatkan Hazim, tetapi kini dia pun mengubah pikiran nya, betapa beruntung nya Hazim mendapatkan perempuan seperti Shiza.


Driing.. Driingg.. Driingg


  Handphone Shiza berdering dan menampilkan nama Abi Halim dilayar nya.


   "Assalamu'alaikum, Abi" ucap Shiza dengan lembut.


   "Wa'alaikumussalam anakku Shiza, Bagaimana kabar kalian? Abi baru mendengar kabar bahwa Hazim tidak bisa dihubungi oleh teman Abi, bahkan dia tidak menghadiri pertemuan mereka. Apa ada yang terjadi nak?" tanya Abi Halim dengan perasaan khawatir terhadap anak nya.

__ADS_1


   "Abi, maafkan Shiza, Shiza belum menceritakan apa yang terjadi disini, semua terjadi begitu cepat, bahkan Shiza pun bingung menceritakan dari mana," Shiza mengucapkan dengan sangat hati-hati untuk menjaga perasaan Abi dan Umi nya.


   "Ada apa nak? Ceritakanlah, Abi akan mendengarkan," tanya Abi Halim.


   "Saat ini Kak Hazim ada di rumah sakit, ada sumbatan di kepala nya dan harus segera mengambil tindakan operasi," ucap terang Shiza.


   "Ya Allah, Lalu bagaimana keadaan Hazim saat ini?" Abi Halim terdengar sangat terkejut dengan apa yang Shiza sampaikan.


   "Alhamdulillah operasi berjalan lancar, dan saat ini keadaan Kak Hazim sudah membaik, hanya membutuhkan waktu untuk masa pemulihan nya. Dan ada satu hal lagi yang harus Shiza sampaikan, Kak Hazim sudah bertemu dengan kedua orang tua nya," ujar Shiza.


   "Maksud kamu? Hazim sudah mengingat siapa dia dan dia masih mempunyai orang tua?" tanya Abi Halim.


   "Belum Abi, Kak Hazim belum bisa mengingat kembali, tetapi kami tidak sengaja bertemu dengan kedua orang tua Kak Hazim," Shiza tidak menceritakan tentang Jacelyn, Shiza tidak ingin membuat Abi dan Umi nya cemas memikirkan bahwa Hazim sebenarnya sudah memiliki calon istri sebelum kecelakaan itu terjadi.


   "Shiza, kamu baik-baik saja nak?" Abi Halim mengkhawatirkan putri semata wayangnya, dia tidak ingin Shiza merasa sedih jika tenyata keluarga Hazim tidak bisa menerima keberadaan Shiza.


   "Ya Abi, Shiza baik-baik saja, orang tua Kak Hazim sangat baik dan Alhamdulillah orang tua Kak Hazim pun menerima Shiza," ucap Shiza sembari melihat Naziya yang masih ada di belakang nya.

__ADS_1


  Naziya pun menggenggam tangan Shiza tanpa dia menyetujui apa yang baru saja disampaikan Shiza.


   "Alhamdulillah, Apakah Abi dan Umi perlu kesana untuk mendampingimu nak?" tanya Abi Halim.


   "Tidak perlu Abi, setelah urusan kami disini selesai, kami akan segera kembali, dan Shiza akan sering menghubungi Abi," jawab Shiza.


   "Baiklah, jaga diri kalian baik-baik, ingat pesan Abi, tetaplah selalu dijalan yang di ridhoi Allah nak," Abi berpesan kepada Shiza.


   "In syaa Allah Abi," jawab Shiza dengan lembut.


   "Baiklah, teruslah memberi kabar pada Abi dan Umi kamu nak," ucap Abi Halim.


   "Baik Abi, sampaikan salamku untuk Umi, Assalamu'alaikum," ucap salam penutup Shiza sebelum memutuskan telpon tersebut.


   "Akan Abi sampaikan nanti, Wa'alaikumussalam," jawab Abi Halim.


  Shiza pun memutuskan hubungan telepon dengan Abi Halim.

__ADS_1


__ADS_2