
“Milka? Halo!” Thomas mengulurkan tangannya, dalam hati merasa namanya sangat unik.
“Ini kakak Luna? Halo juga!” Milka memperlihatkan senyuman yang manis.
Jony yang berada di sampingnya merasa begitu iri, dia sungguh menyesal, kenapa dia tidak punya seorang putri.
Sementara Sutrisno, begitu melihat kesempatan sudah didapatkan, dia langsung berkata sambil tertawa, “Kalau begitu aku tidak akan mengganggu, berikutnya adalah waktu untuk kalian para anak muda, bermainlah dengan puas, aku dan Jony pergi dulu!”
Milka mengangguk dengan patuh lalu bertanya, “Pa, nanti aku pulang sendiri, tenang saja.”
“Bocah ini, memangnya papa gak tahu apa yang sedang kamu pikirkan? bermainlah yang puas, besok papa suruh mbak membawakan barangmu ke sini.” Sutrisno tersenyum, lalu berkata pada Thomas, “Tuan muda Thomas, putriku ini sangat nakal, mohon dimaklumi.”
“Ehm, tidak apa.” Thomas bersikap santai.
“Hm, ayo kita pergi.”
Setelah mengatakannya, Sutrisno membawa pergi Jony yang berwajah lusuh.
Melihat pintu ruang VVIP yang tertutup.
Thomas baru berniat mengatakan sesuatu.
Tiba-tiba Milka menginjak sebuah kursi dengan satu kakinya, bersikap seperti seorang gangster wanita dan berseru dengan santai, “Sebastian, sini, kita lanjut minum!”
Thomas: “…”
“Sial! memangnya gue takut sama lu? Gue bilangin ya, gue itu dipanggil master bir tidak terkalahkan, tapi kalau mau minum harus mengajak Freya!”
Yang terus membuat Sebastian terngiang adalah Freya, ketika itu dia mabuk sampai kehilangan ingatan tanpa sadar, dia yakin kalau fisiknya terlihat buruk saat itu.
Ini adalah kesempatan yang sangat sulit didapatkan, kalau tidak mengambil kembali harga dirinya, mau kapan lagi?
Semuanya masih berjiwa muda, ditambah Hans, Jayden dan Steve yang berseru, ditambah lagi tidak ada orang tua yang memantau, membuat suasana mencapai *******.
Bahkan Dimas yang duduk di samping ikut tersenyum lebar, lalu mengambil bir dan minum beberapa gelas.
Kemampuan minum Freya sudah jelas terpampang di sana, namun tetap saja ada orang yang tidak percaya pada kemampuannya, contohnya Sebastian.
Hanya dalam waktu setengah jam, lidahnya kembali merasa mati rasa dan bicaranya mulai terbata.
“Fe, Fe, Freya kan? Gue bilangin ya, gu, gu, gue itu… master bir… tak terkalahkan, gue gak takut sama elu, ayo kita ulang sekali lagi!”
Thomas hanya menatap semuanya dengan begitu santai, baginya ini terasa begitu harmonis.
__ADS_1
Tidak ada yang berpikiran licik di sini, semua tertawa dengan senang dan menularkan kebahagiaan padanya.
Hans bertiga menargetkan Sebastian dan Freya, sementara Luna dan Milka bersorak dan terus menyemangati.
Tidak ada yang mengajaknya minum, dia juga menikmati posisinya dengan senang hati.
Sampai pintu ruang VVIP terbuka dan wajah Santo yang sedang tersenyum muncul disana.
Thomas yang melihat ini tidak ingin merusak suasana, dia memberikan kode pada Dimas dan mereka berdua langsung keluar.
“Haha, Thomas! Dimas!”
“Kak Santo.” Thomas tersenyum sambil mengangguk.
Namun, siapa Santo, cukup dengan satu lirikan saja, dari ekspresi Thomas dia bisa menyimpulkan.
Santo tetap tersenyum, lalu menunjuk ruang pertemuan yang lainnya dan berkata, “Ayo kita duduk di sana.”
Setelah mengatakannya, dia membawa Thomas dan Dimas masuk ke dalam ruang pertemuan.
Setelah menutup pintu, Santo menyuruh mereka berdua duduk, lalu menuangkan teh untuk mereka, ketika dia sudah menuangkan tiga cangkir teh, dia berkata: “Thomas, kita adalah saudara, hal apa yang tidak bisa kita bicarakan.”
“Baiklah, kalau begitu aku akan mengatakannya.”
Menghadapi Santo yang bersikap santai, Thomas memutuskan untuk masuk ke topik utama, dia merangkai kalimat dan menceritakan semua yang dia alami beberapa hari ini termasuk penculikan yang dia alami barusan, juga hal yang berhubungan dengan Markus sekali lagi.
“Latar belakang apa?” tanya Thomas.
Sementara Dimas hanya menyeruput tehnya dengan tenang, seolah semua ini sama sekali tidak penting baginya.
Reaksinya ini terlihat jelas di mata Thomas. Tapi dia tahu, secara kedudukkan Dimas hanyalah pesuruhnya. Statusnya yang asli adalah putra Keluarga Lesmana, salah satu dari delapan clan tertinggi. Tidak peduli secara wawasan maupun sifat, semua itu sama sekali tidak sebanding dengan Thomas.
Thomas sadar betul akan hal itu.
“Kabarnya, Markus ini…”
Santo melirik Dimas dan Thomas, lalu berkata sambil tersenyum, “Thomas, kita tidak perlu banyak rahasia saat bicara, biar aku kenalkan kedelapan clan tertinggi.”
“Kedelapan klan tertinggi ini juga dipanggil delapan bangsawan, sebenarnya tidak ada sesuatu yang pasti, namun ada satu hal, mereka memegang kendali perekonomian Indonesia dan juga seluruh dunia, dan Keluarga Levian adalah pemimpinnya.” setelah berhenti sejenak, Santo lanjut berkata, “Selanjutnya adalah Keluarga Hermawan, Pejabat, Keluarga Lesmana, Keluarga Hongari, Keluarga Simatan, Keluarga Tango… dan keluarga Cendana berada di urutan terakhir.”
“Oh, ternyata Kak Santo juga…” Thomas membelalakkan matanya dengan penuh keterkejutan.
Daftar nama keluarga bangsawan ini sama sekali belum ada yang pernah memberitahu dia sebelumnya.
__ADS_1
Santo mengibaskan tangannya sambil tersenyum, “Kedelapan keluarga bangsawan ini juga punya garis keturunan langsung dan garis keturunan kerabat, aku hanya bagian dari kerabat Keluarga Cendana, bukan apa-apa.”
“Namun ini hanya salah satu sisi yang muncul di permukaan, setiap keluarga bangsawan pasti memiliki banyak rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang lain, entah sejauh mana Dek Thomas tahu…”
Thomas mengangguk dengan tenang, “Hm, latihan tenaga dalam…”
“Sebelum selesai mengatakannya, Santo langsung tertawa dengan keras, “Benar, tidak salah lagi!”
Yang Thomas tahu, ini membuatnya merasa sangat lega, karena dia tidak salah melihat orang, dan dia sudah bertaruh di tempat yang benar.”
“Markus, sebenarnya dia adalah orang dari Keluarga Simatan.”
“Bukankah Keluarga Simatan menggunakan nama Simatan, kenapa Markus dipanggil Kak Ma?” tanya Thomas dengan bingung.
Sepertinya Santo sudah menebak Thomas akan bertanya demikian, dia hanya tersenyum dan berkata, “Hehe, karena… orang Keluarga Simatan berlatih ilmu kegelapan, garis keturunan mereka tidak murni, sehingga nama keluarga yang digunakan biasanya berubah.”
“Ilmu kegelapan? Ilmu kegelapan apa?”
Pada dasarnya Thomas memang sudah sangat penasaran pada pelatihan tenaga dalam, apalagi informasi yang dibocorkan oleh Santo sungguh sangat menarik perhatian orang.
“Hmm…” Santo terdiam sejenak lalu bertanya, “Thomas, apakah kamu berlatih tenaga dalam?”
“Iya.” Thomas mengangguk dengan jujur, namun dia tidak paham kenapa Santo bertanya demikian.
“Karena kamu berlatih ilmu tenaga dalam, tidak peduli bagaimana hasilnya, kamu adalah orang di dunia yang sama, tahu beberapa informasi tentang kedelapan clan tertinggi juga tidak ada buruknya.”
Santo mengangkat cangkirnya dan menyeruput tehnya perlahan, lalu berkata perlahan, “Aku mulai dari Keluarga Cendana saja dulu.”
“Keluarga Cendana ada di urutan paling akhir dari delapan clan tertinggi, selalu bertahan di posisi netral, namun, pekerjaan utama Keluarga Cendana adalah mengumpulkan semua informasi yang berhubungan dengan dunia ilmu tenaga dalam… kemampuan dalam menyelamatkan diri tentu saja berada di urutan pertama…”
“Menyelamatkan diri?” Thomas ingin sekali tertawa namun dia berhasil menahannya.
Namun Santo tidak perduli sama sekali, “Benar, menyelamatkan diri, karena informasi bisa memberikan nilai paling besar bagi Keluarga Cendana.”
“Tapi… apakah tidak ada cara lain atau sejenisnya?” setelah Thomas pikir-pikir, ida menambahkan, “Terkadang gagal melarikan diri juga membutuhkan cara mempertahankan nyawa yang lainnya iya kan.”
“Ada, sebenarnya setiap keluarga di clan tertinggi memiliki jurus rahasia yang hanya diturunkan pada garis keturunannya yang murni, misalnya jurus rahasia yang diturunkan oleh Keluarga Cendana adalah Satu jari.” ucap Santo sambil tersenyum.
Thomas membuka mulutnya hendak bertanya apa yang dimaksud dengan Satu Jari, namun dia juga tahu jelas, karena Santo mengatakan kalau itu adalah jurus rahasia keluarga, tentu saja tidak akan menjelaskan dengan jelas, sehingga pada akhirnya dia tidak jadi menanyakannya.
“Keluarga Tango yang berada di urutan ketujuh, mereka mahir dalam menggunakan racun, termasuk berbagai macam senjata rahasia yang tidak akan pernah kamu bayangkan, Thomas, kalau kelak kamu bertemu dengan orang Keluarga Tango, ingat untuk menjauh sebisa mungkin. Mereka tidak pernah menjalin hubungan dengan keluarga lainnya, ilmu racun yang digunakan juga sampai sekarang belum ada yang mengetahuinya, namun racun yang digunakan sangat menakjubkan. Ada begitu banyak petarung kuat yang pada akhirnya tumbang oleh racun milik Keluarga Tango, kamu harus ingat itu.” ucap Santo dengan begitu serius.
“Baik.”
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban Thomas, akhirnya Santo merasa lega, seperti teringat sesuatu, ada ekspresi penuh kebencian yang muncul di wajahnya.
“Lalu, Keluarga Simatan yang berada di urutan keenam…”