
Martin pasti sudah gila!
Ini adalah satu-satunya yang terpikirkan oleh Ivan.
Masalah ini bukan masalah kecil.
Dia tidak berani mengambil keputusan.
Ivan sempat berpikir untuk mengirim orang dan menculik Martin.
Lalu memberinya sedikit pelajaran, agar dia tahu rasa.
Namun dia juga takut Martin sudah punya persiapan.
Karena orang dalam dari dinas terkait saja bisa gagal kali ini, ini sungguh aneh!
Setelah berpikir sejenak, dia memutuskan untuk menelepon ayahnya.
Namun ketika dia mengangkat ponselnya, dia kembali ragu.
Kalau sampai ayahnya tahu kejadian ini, dia pasti akan meragukan kemampuannya.
Kejadian mobil NSX dua hari yang lalu saja sudah sampai ke telinga ayahnya.
Karena hal itu Ivan sampai sekarang masih merasa sangat cemas.
Ayahnya tidak menelepon, namun kakaknya malah menelpon dan menyindir dengan sinis.
Dia bahkan menyampaikan kemarahan ayahnya ---- dia akan dihajar begitu ayah pulang!
“Gawat, bagaimana ini?”
Ivan begitu panik sampai tidak tahu harus bagaimana.
Karena Martin sudah memberi peringatan, dalam dua hari, kalau Bright Property tidak mengumpulkan uang tunai sebanyak 2 triliun, maka dia akan menyebarkan seluruh kebusukan Bright Property!
Tanpa melebih-lebihkan, kalau sampai Martin melakukan hal ini…
Kertas tidak akan bisa membungkus api, pada saat itu Bright Property akan mengalami kebangkrutan, anggota Keluarga Chandra juga agak dipenjara, dan ini adalah hal yang bisa terjadi dengan cepat!
“Oh iya, benar! Mama, mama adalah wakil presdir perusahaan, dia pasti punya cara!”
Ivan segera memutar otaknya dan teringat pada Sekarwati ibunya.
Lalu dia segera menelpon Sekar.
Dia menceritakan semuanya dengan jujur dari awal sampai akhir dengan detail.
Orang yang bersedia membantunya saat ini, lalu tidak perlu diamuk oleh pak tua tu hanya ibunya.
Setelah Sekar mendengarnya, dia juga langsung menyadari seberapa gawat masalah ini, dia bertanya pada Ivan, apakah ada yang terlupakan, atau mungkin dia menyinggung orang lain.
Mengenai hal ini Ivan juga sempat memikirkannya, hanya mengandalkan Martin seorang, bagaimana mungkin dia sanggup melakukan hal seperti ini.
Dia tidak menyangka muka Martin setebal itu sampai memohon pertolongan Thomas.
Oleh karena itu dia mencoret nama Thomas dan Santo dari daftar orang yang mencurigakan.
__ADS_1
“Ma, aku tidak menyinggung siapapun, mama harus membantuku menyelesaikan masalah ini, kalau sampai papa pulang, dia bukan hanya akan mematahkan kedua kakiku, dia mungkin akan langsung memberikan perusahaan pada kakak!”
Ivan benar-benar takut.
“Nak, bukan salah kamu, tetapi Martin Ningrat yang terlalu licik… huh! Kalau si ****** Intan berani berebut denganmu, aku akan mengutus orang untuk menjualnya ke Vietnam!”
Hubungan Keluarga Chandra sangat rumit, Ivan dan kakaknya adalah saudara sedarah dari ibu yang berbeda.
Tepatnya, Sekar adalah pelakor yang masuk ke dalam rumah tangga Keluarga Ningrat, dia mendesak istri pertama sampai meninggal, lalu menjadi istri sah Adrian Chandra ayah Ivan.
Ini juga salah satu alasan mengapa Sekar begitu membenci Intan.
Kemudian Sekar membujuk dengan nada yang begitu lembut, “Kamu tenang saja, mama tidak akan membiarkanmu dalam masalah, biar mama menghubungi koneksi mama dulu, sementara kamu tangkap Martin terlebih dahulu.
“Tetapi…” ucapan Ivan terhenti.
“Mama tahu apa yang kamu khawatirkan, tetapi kamu harus tahu, Martin Ningrat hanya sebuah boneka, orang di baliknya-lah tokoh utama yang ingin menjatuhkan Bright Property, kalau sampai sampai Martin menghilang, tidak peduli siapa dia, dalam waktu dekat ini dia tidak akan berani gegabah, dan pada saat itu kita akan mengetahui siapa yang sebenarnya ingin melawan Keluarga Chandra.”
Ivan berpikir sejenak, dan akhirnya merasa tenang, ada Sekar yang menjadi perisainya, dia bisa melakukannya dengan tenang.
Lalu dia mengangkat ponselnya dan menghubungi seseorang.
Dia berkata dengan senyum yang begitu keji, “Kak Bon, culik Martin Ningrat untuk gue!”
......
Dimas sungguh kehabisan kata-kata.
Meskipun penampilan luarnya begitu ceria, namun ini bukan sifat aslinya.
Sebaliknya, dia memiliki keseriusan dan juga kepekaan yang sangat tinggi.
Karena dia sudah berpikir sangat lama, namun tetap tidak mengerti apa yang terjadi pada Thomas.
Tenaga dalam murni dalam jurus tapak badai daun malah bergerak sendiri dalam tubuh Thomas.
Hal aneh semacam ini sama sekali tidak pernah dia dengar!
“Sayang, kalau saja sepuluh tahun lebih awal membentuk dasar tenaga dalam, mungkin di dunia persilatan akan muncul seorang pesilat yang memiliki bakat super yang hanya akan ditemukan satu kali dalam puluhan ribu tahun!”
Energi murni bergerak sendiri, itu artinya Thomas bisa berlatih 24 jam sehari, bahkan pada saat dia tertidur pun tetap bisa berlatih tanpa henti.
Dimas sungguh menyayangkan kondisi Thomas.
Usia 22 tahun, meridiannya sudah tidak lagi elastis.
Meskipun Thomas memiliki bakat yang kuat, meridiannya tetap jauh lebih sempit daripada pesilat lainnya.
Yang artinya, perkembangan energi murni dalam tubuh Thomas akan sangat pesat, namun sampai pada tahap tertentu, dia tidak akan bisa berlatih lagi.
Ketika Dimas membantu Thomas membentuk dasarnya, dia sempat mengamati wadah energi milik Thomas ketika melancarkan meridian dalam tubuh Thomas, dan ukurannya hanya sebesar kacang hijau.
Kalau memaksakan diri untuk berlatih, wadah energi Thomas mungkin masih bisa berkembang, bahkan besarnya mungkin bisa berkembang sampai sebesar pesilat lainnya.
Namun meridian Thomas memiliki keterbatasan, tidak akan bisa dilewati oleh energi murni berskala besar.
Kalau dipaksakan akan membuat meridian meledak dan menyebabkan kematian.
__ADS_1
Hasil latihan Thomas seumur hidup ini sudah ditentukan sejak awal, kalau ada yang bisa menyelesaikan permasalahan pelik ini, mungkin di dunia persilatan tidak akan adalah lagi bayi yang baru berumur sebulan sudah harus menjalani pembersihan jalur meridian dan pelebaran meridian oleh tetua.
Semakin lebar meridian, maka perjalanan pelatihan mereka akan semakin jauh, ini adalah hal yang diketahui oleh semua orang.
Misalnya Thomas berduel dengan seseorang, meridian orang itu bagaikan jalan tol, sementara meridian Thomas hanya sebesar usus ayam, ini sama sekali tidak sebanding.
“Sudahlah, dia pasti akan segera mengerti, nanti tinggal aku ingatkan lagi saja, kalau dikatakan, dia hanya akan merasa terpukul.” Ucap Dimas dalam hati.
......
Hari ini adalah hari sabtu.
Luna sudah bangun sejak awal.
Sebelum berangkat dia menelepon Thomas, lalu mengajak Silvia berbelanja ke mall.
Kalau dulu, setiap kali datang ke mall, dia pasti akan berkeliling sangat lama.
Namun hanya ini dia sangat sibuk, dia harus membeli kebutuhan rumah, peralatan dapur, juga barang lainnya.
Dan kebetulan sekali, Wanda juga sudah berada di mall sejak pagi.
Semalam dia mentransfer uang 400 juta pada Milan, sementara di dalam rekeningnya pribadi ada 200 juta yang diberikan oleh Thomas untuknya.
Seumur hidupnya, ini pertama kalinya dia memiliki uang sebanyak ini!
Sehingga dia datang ke mall dan membeli satu set make up yang harganya jutaan, beberapa stel pakaian, juga membeli tas bermerk yang harganya 20 jutaan.
Rasanya hanya dengan demikian dia baru merasa dirinya selangkah lebih dekat dengan kehidupan kalangan atas yang dia inginkan.
Melihat perhiasan yang berkilauan, Wanda tidak lagi sayang untuk membelinya, dan hari masih belum siang, Wanda sudah menghabiskan hampir 40 juta.
“Sudahlah, hanya barang-barang merk tidak terkenal, nanti setelah gue menikah dengan Thomas, mau shopping ke Eropa pun tidak masalah.”
Wanda berkata pada diri sendiri, dia berjalan ke depan relling untuk melihat ke sekitar, siapa tahu ada barang bagus yang dia lewatkan.
Dan secara kebetulan dia melihat dua orang yang tidak asing di lantai bawah.
“Loh? Silvia dan Luna?”
Wanda langsung merasa senang.
“Kedua ibu dan anak ini pasti datang untuk berbelanja, kalau gue muncul sekarang dan membantu mereka membayar belanjaan, hubungan kami akan lebih cepat membaik.”
“Lagipula mereka sudah terbiasa hidup miskin, meskipun berbelanja banyak pasti harganya tidak seberapa…”
Memikirkan hal ini, Wanda turun dari eskalator dan turun ke lantai dimana Luna dan Silvia berada.
Hanya dalam waktu yang begitu singkat, dia sudah memikirkan apa yang akan dia lakukan.
Luna sangat tidak suka padanya, jadi nantinya dia harus menghalalkan segala cara untuk mendekati calon adik iparnya ini.
Meskipun harus menghabiskan 160 juta yang dia miliki juga tidak apa!
Karena untuk menangkap buruan yang besar harus berani memberi umpan besar!
Dan kalau sampai Thomas tahu Wanda membayar belanjaan Luna, siapa tahu dia akan merasa terharu lalu mengembalikannya dengan angka yang berlipat ganda…
__ADS_1
Lalu dia mendekati Silvia dan Luna dari belakang.
Diwajah Wanda ada senyum ramah dan lembut yang mengembang lebar.