
Thomas juga terkejut.
Sebelum diingatkan Luna pun, ketika melihat keenambelas orang ini saja Thomas sudah merasa ada yang salah.
Keenambelas mahasiswa ini memiliki tubuh yang begitu kekar.
Meskipun tubuh mereka tidak setinggi dan sekekar Dimas, namun dihitung bersama 6 orang security totalnya 22 orang.
Kalau sampai mereka main keroyok, mana mungkin Dimas sanggup menahannya?
Dia adalah penerus Levian Group, ingin mendapatkan keadilan ada banyak cara, tidak perlu menggunakan kekerasan seperti ini.
Sehingga Thomas maju dan berkata di belakang Dimas, “Orang mereka terlalu banyak, kita mengalah saja dulu bagaimana?”
Dimas tersenyum dan berkata, “Tuan muda, menurutmu mungkinkah kita bisa kabur sekarang?”
“… kalau tidak, kita ulur waktu sampai polisi datang dan menyelesaikan masalah ini?”
Thomas yakin, asalkan polisi datang, keadilan pasti berpihak pada Luna, perbuatan Keiro ini sudah menjadi kasus pelecehan yang parah.
“Tetap tidak keburu.”
“Tapi, lu gak akan sanggup…”
“Tuan muda, kamu terlalu meremehkanku, lihat saja dari samping.”
Dimas tertawa dengan kencang, lalu menggulung lengan bajunya sambil berjalan mendekat.
Keenambelas anak taekwondo mengira bisa memaksa Dimas mundur dengan memperlihatkan anggota mereka yang banyak.
Karena orang yang bisa ilmu bela diri tahu, begitu bergerak dan berkelahi, mereka pasti akan kalap dan sulit mengendalikan situasi, kalau sampai terjadi sesuatu akan memperkeruh keadaan.
Dan mereka melihat Dimas yang menerima pertarungan seorang diri, hanya tersenyum dingin.
Meskipun dia bisa melawan 10 orang, mereka ada lebih dari dua puluh orang, sehingga jelas mereka menganggap enteng Dimas.
Ada seorang murid taekwondo yang berteriak, “Teman-teman, kita maju sekaligus!”
Hanya dengan satu perintah, 16 orang bertubuh besar langsung menyerbu.
Setiap orang murid taekwondo ini memendam amarah yang sangat besar, mereka bersiap memberi pelajaran yang sulit untuk dilupakan oleh Dimas.
Yang maju paling pertama sudah memperlihatkan senyum yang begitu jahat di wajahnya.
Punya postur tubuh yang tinggi besar memangnya kenapa? Berkelahi tidak pernah mengandalkan postur badan untuk menentukan pemenang!
Dia sudah bisa membayangkan kekaguman mahasiswi yang tidak terhitung jumlahnya setelah kejadian hari ini.
Bahkan pihak kampus mungkin akan memberikan penghargaan atas keberanian mereka hari ini, dan penghargaan ini bahkan diresmikan oleh pemerintah.
Eh tidak benar…
Pukulan ini…
murid itu membelalakkan matanya dengan besar.
__ADS_1
Pukulan ini terlalu cepat, melesat bagaikan angin.
Bahkan pikirannya masih melayang membayangkan hal lain, dan ekspresinya pun belum sempat berubah.
Otaknya tiba-tiba kosong.
Dia merasa seperti sedang melayang di awan…
......
Ketua tim taekwondo tumbang dalam satu pukulan, membuat semua orang tidak sempat merespon apa yang sedang terjadi, terutama murid tim taekwondo yang maju bersama dengannya, mereka sama sekali tidak sempat bereaksi.
Dimas berdiri di tengah, terlihat hanya dengan satu gerakan saja, setiap orang hanya perlu satu pukulan dan satu tendangan yang begitu tepat sasaran.
Dan mereka yang terkena pukulan juga tendangan langsung jatuh terkapar sambil meringkuk dan mengerang kesakitan.
Mahasiswa yang menonton di samping melihat keenambelas orang itu terkapar oleh pukulan Dimas satu persatu dan tidak bisa bangkit lagi.
Keenambelas anggota tim taekwondo yang begitu gagah terkapar tidak sadarkan diri.
Thomas tercengang.
Luna juga tercengang.
Semua orang yang ada di sana tercengang.
Baik pria maupun wanita semua membuka mulut lebar-lebar, bahkan ada yang sampai membentuk huruf ‘O’.
Mereka hanya pernah melihat ini di televisi, namun semua ini malah terjadi di depan muka mereka secara live.
Apa yang sedang terjadi?
Salah, tersentuh, mereka menyentuh dengan tubuh mereka, bahkan menabrak langsung bogem yang sebesar batu itu!
Dimas merenggangkan pinggangnya dengan santai, lalu berkata dengan kesal, “Pemanasan saja belum mulai loh, sudah kalah gitu?”
“Deg deg! Deg deg! Deg deg...”
Jantung kepala security berdegup dengan sangat kencang.
Karena saat ini batu besar sedang berjalan ke arahnya.
Kalau pada saat ini ada serangan diam-diam…
Begitu ide ini muncul, kepala security tidak lagi bisa menahan diri.
Kalau sampai dia bisa mengalahkan orang ini, maka dia akan menjadi orang yang sangat berjasa!
Orang asing yang melakukan kekerasan di Universitas Trijaya!
Melukai 16 orang berturut-turut, salah, 17 orang!
Kepala security yang gagah berani maju mengalahkan orang jahat!
Melindungi keselamatan 5000 mahasiswa Universitas Trijaya!
__ADS_1
Keesokan harinya, koran, sosial media, pasti akan meliput berita ini!
Dan dia sebagai kepala security akan menjadi viral.
Tidak perlu membahas yang lain, dia hanya cukup live di TIKTOK saja sudah pasti akan menjadi orang terkenal di sosial media, ketenaran dan juga kekayaan pasti akan menghampirinya bukan?!
ketika dia sedang asik dengan lamunannya, kakinya sudah melangkah maju tanpa perintah.
Tangan kanan kepala security memegang sebatang tongkat penjaga, lalu mengangkatnya pelan-pelan.
Tiba-tiba.
Tongkat ini bergerak cepat bagaikan bayangan dan menyerang belakang kepala Dimas.
Kepala security mengerahkan seluruh tenaganya pada pukulan kali ini.
Meskipun Dimas langsung melawan, dia juga bisa menggunakannya untuk perlindungan diri, ini sudah dia pikirkan baik-baik.
Thomas dan Luna baru menyadarinya, namun sudah terlambat, tongkat ini sudah mendarat sebelum mereka sempat mengingatkan!
“Pakk!”
Tongkat ini ditangkap dengan kuat oleh Dimas.
......
“Parah!”
“Iya parah! Parah banget!”
“Ala…mak!”
“Haaa!”
Semua orang begitu terkejut sampai tidak tahu harus menggambarkannya dengan kata apa.
Semua yang ada di sana hanya bisa terkejut dan berseru.
Mereka hanya bisa menggunakan seruan-seruan ini untuk mengungkapkan rasa terkejut mereka.
Kepala security juga terkejut.
Namun dia hanya tercengang sesaat lalu segera bereaksi kembali.
Melihat ujung tongkat yang dipegang oleh Dimas, dia berusaha keras menariknya.
Terus menariknya.
......
Tiba-tiba, ada hawa dingin yang entah datang dari mana, menjalar dari punggungnya sampai ke belakang kepalanya.
Bocah ini, yakin orang?
“Waaa!”
__ADS_1
Dia ketakutan sampai rohnya hampir melayang semua, dia menjerit sejadi-jadinya, bahkan tongkatnya pun dia tinggalkan, dia berbalik dan langsung kabur.
Namun kakinya sudah tidak bisa dikendalikan lagi, seolah terpaku di sana, sama sekali tidak bisa bergerak.