
"Kakak ipar, seriusan?" Ucap Joanna dengan sangat senang.
Awalnya dia berpikir untuk menggunakan berbaca cara agar kakak ipar mau tetap tinggal dan menemaninya melewati beberapa hari yang membosankan ini.
Sekarang malah mennyetujui dengan sukarela.
"Iya... Tapi selama beberapa hari ini kamu mengobrol dengan temanku, sementara aku membutuhkan tempat yang tenang."
Thomas melihat kesekeliling dan menemukan sebatang pohon di tempat yang tidak jauh dari sana, ada sebuah rumah pohon, dia langsung menunjuk dan berkata, "Aku mau bersemedi disana!"
"..Siapa kamu?" Joanna tampak terkejut.
Namun dia langsung merasa ada yang tidak beres, lalu berkata, "Baiklah, kamu bersemedi, aku akan mengobrol dengan Kak Winda."
Joanna adalah bagian dari Keluarga Hermawan, ilmunya tidak rendah, meskipun usianya masih muda namun dia sudah mencapai tahap ketiga awal yaitu energi murni yang menjadi cair.
Sebelumnya dia juga sempat sengaja menguji Thomas dengan menyentuh tubuhnya, dia mendapati kalau meridiannya sempit dan dia baru mencapai tahap penyebrangan dasar.
Memulai terlalu telat, sehingga dikatakan sebagai sampah oleh Clayton, sebenarnya dia juga mengakui kenyataan ini.
Sekarang Thomas mengatakan dia ingin bersemedi, kurang lebih dia sudah menerka, sepertinya inikarena diprovokasi oleh Clayton.
Namun jarak yang disebabkan oleh keterlambatan tidak akan bisa ditambal dalam waktu singkat
Sementara Winda, saat Thomas mengatakan akan tinggal, dia sama sekali tidak menolak, ada terlalu banyak hal yang tidak bisa dia pahami.
Sementara Joanna kebetulan bisa mengobati rasa ingin tahunya.
Melihat Thomas naik ke rumah pohon, Joanna langsung menggandeng Winda dengan akrab lalu berjalan masuk ke dalam rumah kayu.
......
Di sisi lain.
Hal pertama yang terjadi pada Ivan saat sadarkan diri adalah mengamuk.
Karena luka yang belum tertutup sempurna, membuatnya hanya bisa terbaring di ranjang, dia merasa beruntung karena selamat dari jeratan malaikat maut, namun pada saat bersamaan dia juga tidak hentinya menyumpahi Thomas dan Freya.
Begitu melihat Adrian dan Jacquin, dia langsung menangis dengan menjadi-jadi, meminta kedua suami istri untuk membalaskan dendamnya.
Berbeda dengan Adrian yang diam, Jacquin sudah membuatnya merasa tenang karena telah meminta bantuan Markus, dia tidak lupa memintanya untuk mencabik-cabik Thomas.
Namun selama beberapa hari ini Ivan sama sekali tidak bisa tenang, karena dia mendapati Markus sama sekali tidak memperlihatkan pergerakan.
Sementara luka ditubuhnya pulih dengan sangat cepat karena bantuan pil jiwa.
Ketika dia sudah merasa tidak tahan, Heru kembali, bahkan membawa pulang seorang pak tua.
Yang pertama dia lakukan adalah memeriksa kondisi luka Ivan, lalu menanyakan hal apa yang terjadi di pabrik tua secara mendetail.
__ADS_1
Ivan tahu Heru
membawakan bala bantuan, sehingga dia langsung menceritakan semuanya dari awal secara mendetail.
Pak tua yang bernama Winarto Shakrata meminta yang lainnya keluar, dan di dalam kamar hanya tersisa dua orang saja.
Ivan merasa agak tegang dan bertanya, "Master Shakrata, Anda ingin..."
Adrian memanggil Heru Luwana dengan panggilan Master Heru, dia rasa panggilannya sama sekali tidak salah.
"Ivan, aku tahu kamu ingin membalas dendam, namun masalah membalas dendam, terkadang meminjam tangan orang lain tidak lebih memuaskan dari melakukannya sendiri."
Wajah Winarto Shakrata terlihat begitu ramah, namun nada bicaranya mamlah terdengar begitu dingin dan kejam, membuat orang merasa sangat aneh.
"Apa yang Anda katakan memang benar..." Ivan bukan orang bodoh, dalam sekejap dia langsung memahami makna dalam ucapan Winarto.
Orang ini ingin membantunya membalas dendam!
Matanya langsung berbinar dan berkata, "Master Shakrata, maksud Anda adalah..."
"Aku akan menurunkan sebuah Jurus spiritual padamu, bisa membalas dendam atau tidak semuanya tergantung padamu." ucap Winarto dengan wajah tersenyum.
Ivan masih belum merespon, lima jari Winarto sudah mencengkram batok kepala Ivan bagaikan cangkram elang.
Ruang tamu.
Adrian mondar mandir sambil berpikir.
"Master Heru, apakah yang kamu katakan benar? Apakah anakku bisa berlatih dan menjadi seorang petarung?"
Sejak Adrian mengetahui kehebatan Heru, membuatnya merasa begitu tertarik pada dunia persilatan, sekarang begitu mendengar Ivan bisa berlatih ilmu silat, membuat kabar ini terdengar seperti kabar paling bahagia baginya.
Namun dia adalah seorang pebisnis, pada dasarnya memiliki sifat yang mudah curiga, dia menerka, Heru membantunya sampai seperti ini, apakah dia memiliki tujuan lain.
Heru seolah mengetahui apa yang Adrian pikirkan, dia berkata sambil tersenyum, "Bos Adrian, kecemasanmu itu sia-sia."
"Tuan muda sudah mengusik anggota keluarga bangsawan yang sangat kuat, kalau Bos Adrian tidak segera mengambil keputusan, maka kehancuran Keluarga Chandra hanya tinggal menunggu waktu saja. Kebetulan, Winarto adalah temanku sejak dulu, dia juga memiliki dendam yang dalam terhadap keluarga ini, musuhnya musuh adalah teman, aku rasa Bos Adrian tidak mungkin tidak memahami hal ini."
"Asalkan putramu menjadi murid Winarto, maka bagi seluruh Keluarga Chandra, ini merupakan hal yang sangat menguntungkan bukan?"
Mendengar sampai di sini, Adrian akhirnya paham sepenuhnya.
Intinya Winarto Shakrata itu memiliki alasan untuk tidak turun tangan sendiri, sehingga ingin memanfaatkan Ivan untuk menghadapi Thomas.
Namun apa yang dikatakan Heru memang tidak salah, Ivan masuk ke dunia persilatan dan juga mendapat perlindungan Winarto, bagi seluruh keluarga besar...
Sudah pasti ini kabar yang sangat baik!
Jika ingin bicara lebih jauh lagi, dia tidak perlu lagi takut pada Markus!
Didalam kamar.
__ADS_1
Winarto sudah menyelesaikan pekerjaannya.
Ini hanya mengalirkan energi murni ke dalam tubuh Ivan, baginya ini hanyalah hal kecil.
"Ivan Chandra, mulai hari ini kamu adalah murid Keluarga Shakrata." Winarto memegang jenggotnya yang panjang dan berkata dengan mata memicing, "Dunia persilatan memiliki berbagai aliran dan juga perguruan, syarat untuk bisa masuk juga sangat ketat, salah satunya adalah harus menanamkan fondasi sejak bayi, namun KeluargaShakrata berlatih ilmu Jerat Matahari dan Bulan, sama sekali tidak memiliki batasan jenjang."
"Cara berlatih ilmu Jerat matahari dan bulan ini, kamu harus melengkapi esensi spiritmu setiap harinya agar bisa memberi asupan pada meridian karena keterlambatanmu memulai latihanmu, dengan demikian kamu tidak akan mengalami resiko abnormal dikemudian hari, oleh karena itu orang biasa pun, meskipun dia baru mulai berlatih di usa senjanya, tetap memiliki kesempatan yang besar untuk bisa menjadi petarung hebat di dunia persilatan..."
Mata Winarto memancarkan sorot mata yang begitu picik.
"Jerat matahari dan bulan, yang dimaksud matahari dan bulan adalah Yin Yang, ilmu yang kamu latih sekarang adalah tapak matahari, yang artinya ini adalah setengah bagian dari jurus Jerat matahari dan bulan."
Setelah menerima energ murni yang disalurkan oleh Winarto, Ivan bisa merasakan berbagai keajaiban yang dimiliki oleh petarung di dunia persilatan, ini sepenuhnya menumbangkan seluruh pandangannya selama ini.
Dan saat ini, ketika dia mendengar kalau jurus yang dia latih saat ini adalah sebagian dari Jerat matahari dan bulan, hatinya langsung kehilangan keseimbangan.
Berlatih ilmu silat setengah jauh lebih baik daripada mendengar ucapan orang setengah!
"Master Shakrata, kalau begitu bagaimana setengahnya lagi? kapan Anda berencana mengajariku?"
Ivan terlihat begitu haus.
Dia tahu jelas, dunia persilatan yang ada dihadapannya ini, jika memiliki ilmu silat yang kaya, maka dia akan bisa menjadi pendekar yang tangguh.
Yang artinya setara dengan uang, kekuasaan juga kedudukan!
"Hehe, jangan tergesa-gesa dulu." Winarto menepuk punggung Ivan dan berkata dengan sabar, "Jalur pergerakan Jerat matahari dan bulan sudah kamu ingat semuanya?"
"Sudah!" Ivan segera mengangguk.
Winarto mengangguk dengan puas, "Keajaiban Jerat matahari dan bulan, jika menyusuri adalah Yang, melawan adalah Yin, sekarang kamu coba menggunakan jurusmu secara berlawanan, maka kamu akan menyadari keajaibannya..."
Ivan yang mendengar ini langsung duduk bersila tanpa pikir panjang lalu mulai melatih ilmu dengan berlawanan.
Setengah jam kemudian.
Terdengar suara seruan terkejut dari mulut Ivan, "Master Shakrata, energi murni dalam tubuhku menjadi lebih tebal dua kali lipat!"
"Kamu memiliki kepekaan dalam hal ini, aku sungguh merasa senang, sayangnya kamu bukan bermarga Shakrata, jadi aku tidak bisa mengangkatmu sebagai murid dalam."
Winarto menghela dengan pasrah.
"Guru, Anda adalah guruku!"
Ivan begitu bersemangat, dia segera tubuh dari ranjang dan memberi horma beberapa kali.
"Bagus, berdirilah." kedua mata Winarto sekali lagi memancarkan sorot mata picik sekelibat, "Jerat matahari dan bulan merupakan sebuah jurus yang tidak berujung di dunia persilatan, kamu harus tetap berlatih dengan rutin, sepuluh atau delapan tahun kemudian, kamu pasti akan bisa menjadi seorang pendekar tangguh. namun keajaiban Jerat matahari dan bulan tidak hanya terbatas di sini saja, aku masih tahu satu lagi... jurus untuk meningkat dengan cepat... kamu mau coba berlatih tidak?"
"Mau, aku mau!"
Ivan begitu senang.
__ADS_1