
Sutrisno mengerutkan keningnya. Ivan dan Martin ini memang sangat pandai dalam mengarang!
Padahal dia adalah orang yang paling tidak suka hal merepotkan, apalagi ikut direpotkan oleh masalah orang lain. Namun, Thomas dan Group Levian punya hubungan yang sangat erat, dan juga calon relasinya.
Ditambah lagi dalam masalah ini dia sudah terperosok di dalamnya tanpa disadari, meskipun dia tidak ingin ikut campur juga harus ikut campur.
Ivan dan Martin benar-benar tidak tahu diri, hal inilah yang membuatnya tidak tahan.
Dia tidak perlu mencari tahu lagi, dari sikap pelayan itu saja sudah terlihat jelas siapa yang benar dan salah.
Sudah jelas kalau Ivan dan gerombolannya yang mencari masalah. Sudah bersalah tapi malah mengadu duluan dan berniat memutus jalan Thomas, niat ini sungguh sangat buruk.
Akan tetapi, mereka juga sangat naif. Orang yang bisa datang makan ke Restoran Tasty, sudah jelas terlihat tanpa perlu dijelaskan lagi orang seperti apa itu.
Dan bos Restoran Tasty bisa dengan royalnya memberikan 3 botol Lafite yang nilainya mencapai 18 miliar dengan begitu mudahnya, bukankah ini sudah memberikan mereka isyarat yang cukup jelas? Sungguh kebodohan yang hakiki.
Ivan sengaja membuat keributan seperti ini untuk mencari perhatian, dan ketika dia menyadari ada yang tidak beres, masalah sudah semakin kacau. Dan akibatnya sudah menunggunya di belakang!
“Sudahlah, aku akan bicara dengan adil di sini.” Sutrisno mengambil botol wine kemudian mengamatinya.
“Saya rasa semua orang yang ada di sini juga tahu reputasi Restoran Tasty, jadi tidak mungkin restoran ini illegal. Sedangkan wine Lafite ini sudah aku perhatikan ketika masuk, dan wine itu memang asli, apalagi sudah ada orang yang mencicipinya, lantas apakah mereka tidak bisa membedakannya dengan rasa wine yang biasa?”
Penjelasan yang diberikan oleh Sutrisno sangat jelas dan membuat Ivan tertegun. Dia mengangkat gelasnya, kemudian memutar perlahan gelasnya, lalu mencicipinya. Dia tidak langsung menelannya, melainkan membiarkannya berada di dalam mulutnya beberapa saat baru ditelan.
Sepertinya… wine ini memang tidak sama dengan wine pada umumnya? Sekarang dia baru menyadari kalau ketiga botol wine ini memang barang asli!
Tadi ketika dia masih berada di ruangan VVIP 2 dia sudah minum cukup banyak, sehingga ketika datang kemari untuk mencari masalah, dia sudah dalam kondisi sedikit mabuk.
Ditambah lagi yang ada dipikirannya hanya bagaimana caranya menyingkirkan Thomas, sehingga menyebabkan dia melewatkan banyak hal kecil. Tapi…, ini harganya 18 miliar!
Begitu memikirkan hal ini, Ivan langsung merasa bulu kuduknya merinding.
__ADS_1
“Huh! Thomas, aku sudah malas beradu mulut denganmu!” Ivan berpura-pura tenang lalu mengibaskan tangannya, “Ayo, kita pergi!”
Selesai berkata, Ivan segera melangkah pergi. Inilah yang disebut dari 36 strategi, kabur adalah strategi terbaik!
Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka bill 20 miliar ini sudah pasti akan ditanggung olehnya.
Sebelumnya dia telah berkoar-koar di hadapan semua orang, bukan hanya temannya yang mendengar dengan jelas, bahkan pelayan pun mendengarnya.
Yang paling parah adalah Sutrisno dan Jony juga telah mendengarnya. Dia ingin menghindar pun tidak mungkin!
Sebelum masalah muncul maka dia harus meninggalkan Restoran Tasty ini terlebih dahulu, ketika masalah ini menghampirinya, yang perlu dia lakukan hanyalah mengelak, lalu menggunakan kekuasaan Bright Property, maka tidak ada yang bisa memaksanya!
Martin dan yang lainnya hanya tercengang melihat Ivan pergi menjauh, setelah saat barulah sadar kalau orang yang membusungkan dadanya dengan yakin dan berkata kalau dia yang akan membayar semua tagihannya sudah kabur, jadi buat apa mereka masih tinggal di sini?
Setelah sesaat, belasan orang ini termasuk Martin, Milan serta Wanda langsung melarikan diri dari ruangan VVIP tersebut.
Tetapi, mereka lambat. Karena Santo telah datang dengan membawa dua puluhan satpam dan menutup pintu keluar.
Sebelumnya pelayan itu telah melihat ada yang tidak beres dengan situasi dalam ruangan, maka dia pun melapor pada Santo. Santo mendengar sekilas penjelasannya dan langsung mengerti permasalahan yang ada.
Dia datang tepat ketika Ivan sedang membuka pintu, sehingga berhasil menghadangnya di depan pintu.
Meskipun Ivan tidak mengenal bos Restoran Tasty, akan tetapi begitu melihat perawakannya saja dia bisa langsung menebak siapa Santo.
“Minggir! Jangan halangi jalanku!”Ivan sebenarnya bernyali kecil tetapi dia berusaha menyembunyikan kepanikannya.
Bisa dibilang Restoran Tasty adalah restoran paling eksekutif di Jakarta, bukan hanya mengandalkan desain interior yang mewah saja.
Orang yang punya wawasan di masyarakat pasti tahu kalau orang yang mampu berbisnis di bidang ini sudah pasti memiliki latar belakang yang tidak main-main, dan lagi ada isu yang beredar di luaran kalau bos Restoran Tasty ini sangat misterius, belum pernah ada orang yang membuat onar di sini bisa keluar hidup-hidup.
Santo memberi hormat pada Thomas, lalu tersenyum, “Tuan Chandra, aku adalah bos Restoran Tasty, oh iya tagihanmu hari ini jumlahnya 20 miliar, silakan bayar dulu tagihan Anda sebelum pergi.”
__ADS_1
“Apa? 20 miliar! Bukankah ini namanya perampokan!” Ivan terkejut dan berteriak.
“Maaf, Tuan Chandra, harga yang dipatok oleh restoran kami sudah pasti transparan.”
Begitu Santo mengangkat tangannya, seorang pelayan datang menyodorkan iPad, dan dia langsung menyebutkan rincian tagihannya berdasarkan data yang ada.
Ruangan VVIP 1 harga sewanya 400 juta ditambah dengan harga menu makanan yang dipesan sebesar 60 juta. Lalu jumlah tagihan ruangan VVIP 2 setelah diskon adalah 1,2 miliar ditambah dengan 3 botol Lafite yang harganya 18,4 miliar per botol, jadi totalnya 20 miliar tidak salah lagi.”
Begitu mendengar Santo membacakan rincian harganya, Ivan langsung panik dan marah-marah, “Kenapa tiga botol Lafite harganya bisa begitu mahal? Ini pasti wine palsu!”
“Hehe, Tuan Chandra, kamu boleh sembarangan makan tapi tidak boleh sembarangan bicara. Restoran kami tidak pernah menjual wine palsu, kalau Anda merasa curiga dengan kualitasnya maka Anda bisa memanggil orang untuk mengetes keaslian ketiga botol Lafite ini, akan tetapi biayanya harus Anda ditanggung sendiri.”
Santo tertawa dingin dan nada bicaranya juga tidak kalah sinisnya.
“Boleh... boleh juga! Aku pulang dulu dan nanti aku akan menyuruh orang untuk datang kemari!” Ivan berniat memanfaatkan kesempatan ini untuk melarikan diri, akan tetapi dia baru saja melangkahkan kakinya, dia sudah dihadang oleh Santo.
“Maaf, sebelum kamu membayar lunas tagihannya, kamu tidak boleh pergi.” Santo hanya tersenyum dingin sambil menggelengkan kepala.
“Apakah kamu takut aku tidak membayar? Direktur Bright Property adalah ayahku!” Wajah Ivan memerah, dia berusaha menjelaskan.
Santo melemparkan tatapan merendahkan, orang ini sudah jelas ingin kabur dari tagihan tapi masih bilang tidak usah khawatir? Lagipula perusahaan macam apa Bright Property itu, di hadapan Restoran Tasty itu tidak ada apa-apanya!
Melihat sikap Santo yang sangat berbeda, Ivan pun semakin panik dan marah, dia harus mengelak dari tagihan 20 miliar tersebut!
Dia telah mencoba dengan berbagai cara hingga akhirnya bisa merebut proyek ini dari kakaknya.
Jika proyek ini bermasalah, maka ayahnya pasti akan mengembalikan proyek ini kepada kakaknya.
Dan dia akan kehilangan kepercayaan ayahnya. Selanjutnya, dia tidak akan bisa ikut campur dalam pengelolaan Bright Property lagi.
Sebutir keringat dingin sebesar biji jagung mengalir ke tengkuk Ivan. Ketika dia sedang menoleh tanpa sadar, pandangannya jatuh ke arah Martin, dan muncul sebuah ide!
__ADS_1
“Paman! Bagaimana kalau paman tinggal di sini untuk menjadi penjaminku, aku pulang kerumah dulu untuk mengambil uang dan kemudian menebusmu pergi dari sini!”
“Apa?!” Martin sangat terkejut hingga kedua matanya membelalak lebar.