Kehidupan Miliarder

Kehidupan Miliarder
Cewek Matre Bodoh


__ADS_3

Sebagai seorang cewek matre, tentu saja Wanda sangat tertarik dengan semua ini.


Karena ini semua adalah satu-satunya benda yang bisa membuat seorang wanita terlihat begitu agung.


Misalnya, batu permata mahal yang ada di dalam King Kalman, contoh lainnya, emas yang menghiasi bagian langit-langit dan handle pintu mobil!


Dia bersumpah dirinya tidak salah lihat!


Permata biru, permata merah, batu akik langka… ini semua asli!


Semua ini ada yang sebesar beras, ada juga sebesar telur!


Oh Tuhan~!


“Thomas! Mobilmu ini berapa harganya!?” Wanda berseru dengan wajah terkejut.


Meskipun dia berusaha tenang menanyakan ini, namun dia sungguh tidak kuat menahan emosional yang ada dalam dirinya!


“Ini… sepertinya…” Thomas berpikir sejenak dan berkata dengan acuh, “Mungkin sekitar 20 miliaran.”


Dia masih merasa murung karena hari ini menghamburkan uang 2,2 triliun tanpa alasan yang jelas.


Sehingga uang 20 miliar ini hanya geli-geli saja bagi Thomas.


“Tidak mungkin! Tidak mungkin segitu harganya!”


Wanda menarik nafas dalam, dia merasa dirinya terlalu emosional, ini akan membuat Thomas mudah menyadari wujud aslinya.


Kalau sampai Thomas mengetahui apa yang dia pikirkan sekarang, mungkin akan langsung melemparnya turun dari mobil.


Dia sungguh cinta mati pada mobil ini, cinta secinta-cintanya, rasanya ingin sekali mengambil semua permata dan emas dalam mobil ini!


“Hee? Lebih dah? Dimas, mobil ini harganya berapa?”


Tiba-tiba Thomas ingat, ketika itu Dimas hanya mengatakan harga mobil sport Koenigsegg mencapai 200 miliaran, namun sama sekali tidak mengatakan berapa harga mobil King Kalman ini.


Mobil ini juga sudah dimodifikasi, Thomas sama sekali tidak berniat pamer, dia hanya melihat Wanda penasaran sehingga sekalian bertanya.


“Tuan muda, Tuan besar tahu kamu suka mobil SUV, beliau berpikir kamu mungkin akan sering menggunakannya sehingga memodifikasi mobil King Kalman ini terlebih dahulu ketika membelinya, untuk keamanan dan kenyamananmu, body mobil diganti dengan bahan anti peluru yang berkualitas premium, dibuat dengan teknologi yang super canggih, ditambah permata dan emas yang ada dalam mobil, harganya bisa mencapai 2 triliun.”


Pemborosan! Sungguh pemborosan…!


Thomas merasa sungguh sakit hati, setiap kali dia mendengar Chandi menghamburkan uang, rasanya seperti ada sebilah golok yang sedang mengiris dagingnya!


......


2 triliun…


Ucapan Dimas ini sontak membuat nyawa Wanda melayang setengah.


Dia sudah tahu Thomas sangat kaya, namun siapa yang menyangka dia akan menjadi begitu kaya!


Hanya sebuah mobil saja, itu hanya sebuah alat transportasi saja loh!


Meskipun seseorang yang kaya raya berdandan habis-habisan, mungkin tidak akan rela menghabiskan uang 2 triliun untuk dandanannya, namun dia malah membeli dan memodifikasi mobil mewah menjadi mobil super mewah!


Sebenarnya Thomas ini punya uang berapa banyak?!!

__ADS_1


Dia teringat ekspresi Thomas yang datar dan biasa saja ketika menggilas mobil NSX milik Ivan, dan akhirnya dia paham, Thomas tidak berpura-pura, tapi dia memang tidak memandang mobil mainan seharga 6 miliar itu sama sekali!


Thomas menghela nafas dan berkata dengan pasrah, “Dimas, pergi ke Jalan Mintang, setelah itu aku mau pulang, rasanya pusing sekali!”


Hari ini dia sudah kehilangan banyak uang, meskipun makan daging naga juga sudah tidak minat.


Dimas terkekeh, tentu saja dia paham apa yang dipikirkan oleh Thomas, kenal dengannya selama beberapa bulan, dia sudah sangat memahami Thomas.


Kalau tidak, bagaimana mungkin dia bisa begitu kagum pada Thomas.


 “AA, Thomas! Aku tidak ingin pulang sekarang!” ucap Wanda segera.


Bercanda, dia masih belum puas berada dalam mobil ini, bahkan tempat duduk saja masih belum hangat diduduki, mana mungkin dia rela turun dari mobil ini secepat ini!


Terlebih lagi Thomas adalah seorang konglomerat yang begitu rendah hati, dia sudah membulatkan tekad untuk bersama dengannya, mengenai Ivan, dia sudah melupakannya jauh-jauh.


Dia ingin memanfaatkan waktu sebaik mungkin, membuat Thomas memuaskan rasa ingin tahunya!


Wanda sudah membayangkan banyak hal.


Mungkin Thomas memang seorang konglomerat, namun dia hanya tidak menunjukkannya saja!


Ini mungkin sekali!


Karena dia tahu, Thomas adalah seorang anak yang diadopsi oleh Keluarga Widjaja!


Ketika Silvia melahirkan Luna, hampir mati ketika melahirkan, dan ini membuat Tanto hampir mati ketakutan, sehingga dia segera pergi ke rumah sakit untuk melakukan Vasektomi.


Tujuannya agar Silvia tidak perlu lagi menghadapi bahaya melahirkan!


Dia sempat mendengar Tanto membicarakan hal ini beberapa kali, dan maksudnya jelas anak asuh jauh lebih baik dari anak kandung, ini membuat Wanda merasa Tanto punya pemikiran yang aneh.


Apalagi dia mendengar Dimas memanggil ‘tuan besar’ dalam ucapannya.


Wanda tidak bodoh, berdasarkan nilainya disekolah yang selalu bertahan di 10 besar angkatannya, mau masuk universitas luar negri mana pun bukanlah masalah untuknya.


Dan tebakannya tidak akan meleset jauh!


“Kenapa? Tidak mau pulang? Lalu kamu mau kemana?”


Thomas merasa tidak senang, awalnya dia ingin pergi ke villa untuk menemui Jenika, siapa yang menyangka Wanda malah tidak mau turun dari mobilnya, dan dia tidak mungkin mengajak Wanda ke villanya.


Sebenarnya itu tidak ada hubungannya dengan rasa tidak sukanya pada Wanda, sebaliknya, Thomas sangat ingin melihat sikap busuk Wanda sekarang.


Namun Jenika adalah calon istrinya!


Wanda adalah mantan tunangannya!


Kalau mereka berdua jalan bersama… Thomas tidak akan membiarkan hal ini terjadi!


Kalau sampai Wanda tidak mau pergi dan berencana menetap di villanya, maka semua akan kacau.


“Aku ingin… jalan-jalan ke pantai…”ada sorot mata licik dalam mata Wanda, kemudian nada bicaranya mendadak jadi murung, “Terjadi begitu banyak masalah di rumah, sekarang aku bertengkar dengan Ivan, aku tidak berani pulang, hanya ingin jalan-jalan di luar untuk refreshing…”


“Hm, begitu, baiklah, aku akan mengantarmu ke pantai.”


Thomas mengangguk, namun dalam hati malah tersenyum sinis.

__ADS_1


Dia sudah bisa menduga apa yang Wanda pikirkan, hanya karena melihatnya kaya, juga punya mobil mewah, ditambah hari ini membuat Ivan dipermalukan.


Pasangan kaleng ini mungkin sudah berakhir, kalau tidak putus, mungkin dia akan dicincang oleh para mahasiswa Trijaya!


Wanda adalah seorang wanita yang suka kemewahan, demi mempertahankan nama baiknya, dan untuk mendapatkan pohon uang ini, sehingga dia melakukan ini.


Sungguh tidak tahu diri!


Thomas tidak lagi bicara.


Wanda berusaha mencari topik pembicaraan.


Namun pada akhirnya perhatian dia terpencar oleh dekorasi dan juga permata yang begitu menyilaukan mata.


Dia bahkan sudah berhalusinasi, setelah Thomas kembali rujuk dengannya, dia akan menjadi begitu menarik perhatian.


......


Disisi lain, Martin Ningrat.


Beberapa hari ini, rambutnya hampir memutih karena rasa cemas!


dia pergi ke beberapa kantor pengacara, berkali-kali memastikan hal ini, dan mendapati dalam surat kontrak Ivan tersembunyi masalah yang sangat besar!


Dan masalah ini sama persis seperti yang dikatakan oleh temannya yang seorang pengacara itu!


Dan secara hukum menyatakan, kalau proyek yang dipimpin oleh Ivan mengalami masalah, maka dia akan menjalani hukuman penjara diatas 20 tahun!


Dia sungguh panik~! Namun dia sama sekali tidak punya ide apa pun untuk menghadapi hal ini.


Hari ini, temannya menelepon, dan langsung menuju topik utama, “Martin, aku sudah mempelajarinya, juga sudah membantumu mencari tahu. Bright Property selalu menggunakan cara ini untuk meraup keuntungan, dia berjanji akan memberikan saham pada penanggung jawab proyek, namun tujuan sebenarnya adalah untuk menekan pengeluaran, sehingga menggunakan trik yang menjebak seperti ini. kalau sampai terjadi sesuatu, penanggung jawab akan dipenjara, lalu Bright Property yang akan mengambil alih proyek, kalau tidak ada masalah, mereka akan menghemat uang dalam jumlah besar, kira-kira seperti itu cara kerja mereka…”


Semakin dibicarakan semakin menakutkan, Martin nyaris dibuat ketakutan sampai terkencing-kencing.


Dia berteriak dengan panik, “Bicara begitu banyak omong kosong, cepat pikirkan jalan keluar untukku!”


 “Martin, jangan panik dulu, bukankah sudah kukatakan, aku sudah membantumu mencari tahu. Begini, orang yang bisa menolongmu hanya bos Tasty, Santo Cendana…”


“Santo Cendana?” Martin langsung termenung.


Dia bukannya tidak kenal dengan Santo Cendana, dia sempat bertemu dengannya satu kali, namun masalahnya adalah, Santo sama sekali tidak mengenalnya!


Pertama kalinya bertemu sudah membuat keributan dan kesan yang buruk, karena saat itu dia berdiri di pihak Ivan!


“Ada cara lain tidak?”


“Uhm, tidak ada lagi, Martin, aku hanya bisa membantumu sampai disini, jaga dirimu.”


Setelah mengatakannya, temannya langsung mematikan telepon.


Martin duduk termenung cukup lama.


Memintanya menemui Santo Cendana itu sama saja dengan menyentuh langit!


Di luar Santo masih menyimpan dendam atau tidak, memangnya siapa Martin Ningrat itu! Beraninya meminta bantuan seorang Santo Cendana? Mengenai hal ini dia sadar diri.


Kecuali…

__ADS_1


Tiba-tiba Martin teringat seseorang!


__ADS_2