
Aku pun hanya diam karena berisik suara angin... tapi hatiku bertanya tanya... Vivi nie mau bawa aku kemana? katanya mau kemall cari buku tapi malah ngelewatin mall..
Akirnya kami pun berhenti dikafe pinggir jalan yang biasanya buat tempat tongkrongan anak muda...
***Vivi: kamu pasti bingung kan kenapa aku ajak kamu kesni...
Dela: iya... emang ada apa vi?
Vivi: liat gak diseberang mobilnya siapa***?
aku pun langsung memalingkan wajahku dan kaget...
***Dela: itu kan mobilnya Hendra...
Vivi: tepat skali... aku ajak kamu kesini tadi aku di MMS Vita... dia bilang kalo dia tadi liat Hendra ma cewek. dan berenti dikafe sebelah....
Dela: seriusan***?
Karena didaerahku itu ada tempat khusus untuk nongkrong dan ada kafe kafe pinggir jalan yang menggunakan rombong. jadi kalau mau ngegap pacar selingkuh gampang banget. karena areanya terbuka banget dan itu dipinggir laut. kota ku itu jalan besarnya pinggir laut. jadi pemandangannya indah banget...
***Vivi: Dela kamu liat dikafe rombong sebelah... (sambil menunjuk ke arah sana)
Dela: astaga.... (aku syok banget) Itu Hendra kan? kok sama cewek?
Vivi: terus menurutmu gimana***?
Berhubung aku hampir hilang perawanku ma dia dan dia pun janji bakal sayang sama aku tapi kenyataannya gini,akupun emosi... tapi dengan cara elegan... karena aku dibesarkan oleh keluargaku menggunakan cara yang elegan tapi keras...
Lalu aku mengajak Vivi untuk ke kafe sebelah dan duduk pesan minum disana. seolah olah kami gak berencana Membuntuti Hendra...
kami pun berdua berbincang dan sambil tertawa... aku pun memanggil mas nya yang jagan kafe...
***Dela: mas,,,saya pesan minum milo tabur ya.... (sambil melambai ke mas nya)
Vivi: 2 mas aku juga sama kayak Dela pesannya ( dengan suara yang nyaring***)
Mungkin sangking nyaringnya suara Vivi akirnya Hendra langsung melihat ke arah kami. jarak kami pun cuma beda 1 meja bundar kecil aja ma meja Hendra...
tapi kami tetap pura pura gak liat Hendra...
__ADS_1
dia pun kaget dan mendatangi kami...
***Hendra: sayang,kamu kok disini? ( dengan nada terkejut)
Dela: oh... kamu Ndra... sama siapa?
Hendra: (dengan nada menggetar dia pun menjawab) aku sama temenku...
Dela: Oh... ywdah lanjut aja sana... aku mau santai dulu ma Vivi. (sambil bakar rokok***)
Hendra pun langsung tarik aku kemobil dan terjadilah perdebatan kecil...
***Hendra: kenapa kamu gak bilang klo mau kesini!! aku bisa aja jemput kamu trus kita kesini... (dengan nada emosi)
Dela: kok kamu emosi? kenapa? (nada suaraku tenang banget sampai dia kebingungan)
Hendra: ya emosi lah sayang... kamu gak hub aku kok...
Dela: sayang,harusnya aku yang tanya kamu seperti itu... bukan kamu yang tanya... ( dengan nada lembut dan memegang lembut kedua pipinya Hendra)
Hendra: sayang,aku minta maaf. aku tadi jalan sama cewek... ( kepala menunduk)
Hendra: maafin aku sayang.... (berusaha mencium jidatku)
Dela: maaf ya sayang aku terlalu lama tinggalin Vivi.. kasian dia sendirian disana... (menghindarin dicium Hendra*** )
Hendra pun terlihat syok dengan penolakan halusku. dan aku pun rasanya pingin nangis.. tapi aku berusaha tegar. dan aku lanjutkan nongkrong di kafe itu sama Vivi... Hendra pun balik ke tempat duduknya sama cewek itu... dan dia pun gak berhenti memperhatikan kita. sampai cewek didepannya marah... tapi kami cuek dengan keberadaan Hendra.. karena Vivi tau aku gimana. jadi dia ikutin alurku aja. dan dia pun gak ada ngelirik ke Hendra...
akirnya minum pun habis dan waktu sudah menunjukkan pukul 9.35 malam.
kami pun bersiap pulang... pas aku mau pakai helm dan naik keatas motor, tiba tiba Hendra menarikku dan memaksa ku untuk masuk kemobilnya.
Vivi pun langsung pergi pulang. dan dia sempat mengirim sms ke aku. kalau dia pamit duluan dan dia menyuruhku selesaikan urusan ku sama Hendra..
Hendra: ayo ikut aku... (sambil nyalakan mobil dan ambil headset terus menelpon)
Kemudian dia menelpon seseorang.
***Hendra: hallo tante,ini Hendra. Dela sama Hendra tante. nanti Hendra antar pulang. tapi agak malam. soalnya Hendra ajak Dela kumpul bareng keluarga besar Hendra dirumah... boleh ya tante?
__ADS_1
Mama: lho bukannya tadi dia sama Vivi ke mall?
Hendra: (kaget dan sedikit syok kenapa aku bohongin mamaku) iya tante tadi Hendra jemput dimall dan langsung ajak kerumah mamah Hendra. nie masih diperjalanan...
Mama: oke anter sampai rumah ya...
Hendra: oke tante***...
Hendra pun menutup telponnya dan memacu laju kendaraannya...
dalam perjalanan pun kami berdua diam seribu bahasa...
Akirnya kami sampai dikafenya Hendra dan aku pun mengikutin dia ke dalam kamar dan dia pun langsung marah...
***Hendra: kenapa kamu bohong sama mama kalau kamu ke mall?? ( nada membentak )
Dela: terus kamu bisa jelaskan siapa itu perempuan yang kamu bawa? dan kemana dia? kenapa gak dianter pulang? (dengan nada yang lembut)
Hendra: dia sudah ku suruh naik taksi. dia itu temenku. kami cuma nongkrong aja... (dengan nada mulai melemah)
Dela: apa kamu gak kasian? kamu habis jemput terus gak kamu anter pulang? kamu nie cowok ato banci? (nada bicaraku pun masih tetap stabil tanpa emosi)
Hendra: sayang pleaseeeeee aku minta maaf... (kepala menunduk)
Dela: kita berentian ya... aku gak bisa ngimbangi kamu***...
Hendra pun langsung putus asa dah dia pun tetep gak mau putus dari aku...
***Hendra: pokoknya aku gak mau putus dari kamu... kamu gak bisa dapatkan cowok mana pun selain aku. aku berani jamin itu. kamu tau kan siapa aku. (dengan nada membentak)
Dela: sudah lah gaya kita itu gak sama Ndra***...
Kemudian dengan gelap mata Hendra pun langsung menerjang aku. dan dia pun menciumku dibibir dengan nafsu dan emosi.. aku pun kaget dan berfikir kalau dia ini seperti iblis...
***Dela: Ndra tolong kamu kontrol... (aku mulai ketakutan)
Hendra: cuma dengan cara begini aja kamu baru bener bener gak pergi dari aku... aku harus buat kamu tetap sama aku. gimana pun caranya... (sambil membuka paksa baju dan celanaku)
Dela: kita bisa ngomongkan baik baik kan... (bujukku ke Hendra***)
__ADS_1
Tapi dia pun gak perduli dengan semua kata kataku... dia tetap saja memaksa dan sekarang dia mulai melepas semua baju dan celananya sehingga kami pun bener bener telanjang seperi tadi siang...