kehidupan pahit yang berakir bahagia

kehidupan pahit yang berakir bahagia
06


__ADS_3

Yang buat aku syok itu mereka menunjukan wajah yang marah dan kesal.


Vivi: kamu nie sai cari masalah aja nah. kalau sampai mamamu tau kamu disini gimana? untungnya tadi Vita sms aku. dia kasih tau kamu disini. kalau gak,kamu bisa dapat masalah kalau kamu ketahuan. lain kali bilang ma kita. (dengan nada sedikit emosi).


***Tina: bukannya kita mau ikut campur masalahmu. semua itu yang ngejalani kamu. jadi kamu tau mana yang baik dan benar. tapi jangan ambil langkah ini lah. kamu tau kan resikonya gimana. anak buah bapakmu ada dimana mana. kalau sampai mereka tau terus lapor bapakmu gimana? ( menghela nafas panjang)


Dela: aku sudah terlanjur kecebur sai. mending basah sekalian. lagian aku sudah kebal dipukul kok. biar pakai apapun sudah gak sakit. bahkan aku dipukul aja sudah gak nangis lagi.


Vivi: hufffttt susah bilangin anak manja nie klo lagi berontak ma orang tua. pesanku cuma 1. bapakmu itu cepat atau lambat pasti tau. bapakmu itu juragan dipasar. kehidupan pasar pasti bakal tau kelakuanmu. jagalah nama baik bapakmu. jangan sampai kamu terjerumus seperti Vita***.


***Dela: iya sai... aku butuh dukungan kalian. aku harap kalian gak capek jadi sahabatku dan selalu ingatin aku. (dengan mata berkaca kaca)


Tina: tenang aja kita nie sudah 3 tahun sahabatan. kita nie tau kamu gimana. selama masih ada kita jangan kawatir sai...


Dela: makasi sai.... ( sambil memeluk mereka***)


Tiba tiba manager tadi datang kebartender tempat kami berbincang bincang sambil meminum softdrink...


***Manager: Dela,kabar baik buat kamu. teman teman band setuju kamu gabung ke band mereka. dan saya liat tadi penampilan kamu lumayan juga.

__ADS_1


Dela: seriusan pak?????


Manager: iya mulai minggu dpn kamu sudah rutin ngisi acara disini ya?...


Dela: oke pak...


Manager: nanti sebelum tutup pubnya, kamu keruangan saya. nanti kita diskusikan masalah gajimu. sekarang nikmati aja dulu sama teman temanmu sebelum season selanjutnya...


Dela: iya pak.. makasi banyak***...


Kemudian aku sama teman temanku tadi lanjut berbincang dan sesekali kami ke area dance. kemudian Vita juga bergabung bersama kami. karena emang biasanya kami berempat. hanya Vita aja yang ambil jalur ekstrim karena tuntutan gaya hidup.


Kami berempat agak disegani disekolah. karena kami jago berantem. terkadang kami juga suka berantem sama sekolah sekolah lain. kami pun saling bantu satu sama lain. dan sekarang hanya aku yang menghadapi masalah keluarga.


Dengan kurangnya perhatian dan kasih sayang,aku jadi sedikit bangkang dan sedikit nakal. tapi masih dalam batas wajar.


Kita lanju percakapan di pub tadi yak...


Vita: sai coba deh ini... ( menyodorkan rokok)

__ADS_1


***Dela: waduh sai nie rokok lho...(sedikit menolak)


Vita: kamu kira ini permen kah? ya rokok lah.. nie sahabat sejati tau. kalau kita stress dia yang selalu temanin kita. tapi kalau kita mati dia juga yang bunuh kita. hahahaha (dengan tertawa kerasnya)


Dela: seriusaaannnnnn??? (sambil mengambil sebatang rokok dan mencobanya)


uhuuukkk uhuuukkk (aku jadi batuk karena belum pernah merokok)


Vita: kalau pertama memang begitu sai... nanti lama lama biasa kok. liat tuh Vivi ma Tina. mereka santai aja... (sambil melirik kemereka)


Dela: oke deh... aku coba***...


Gak kerasa wkt menunjukan sore hari.. dan aku pun menuntaskan tugasku sebagai vokalis diseason terakir.


Sebelum kami keluar dari pub. kami pun naik keruangan pak manager tadi. karena aku harus tanda tangan kontrak.


Pas kami dilift gak sengaja kami ketemu rombongan cowok cakep..


Dan ternyata mereka teman-teman kumpul Vita dikafe. dan akupun tanpa sadar sudah melirik 1 cowok yang cakep banget menurut aku. dan dia pun melirik aku. mungkin dia berfikir kok gak pernah liat aku. karena aku emang gak pernah kumpul-kumpul dikafe. jangankan mau ke kafe,jalan aja susah. yang ada ditumbuk kepalaku ma mamaku.

__ADS_1


__ADS_2