kehidupan pahit yang berakir bahagia

kehidupan pahit yang berakir bahagia
47


__ADS_3

Begitu didalam kamar,aku duduk disofa dan kedua sahabatku duduk dimeja makan. Kevin duduk disebelahku.


Mereka berdua gak berani dekatin aku, karena mereka paham kalau aku marah paling susah diredam.


Kevin: sayang,maafin aku (sambil pegang tanganku)


Dela: kamu nie gak malu ya ma umur? kamu dah dewasa tapi kelakuan kayak anak kecil. (sambil menepis tangan Kevin)


Kevin: aku sudah bilang klo aku sayang sama kamu. aku gak mau kehilangan kamu. (matanya berkaca kaca)


Dela: kamu itu orang yang berpendidikan tinggi, tolong dunk kasih liat wibawa kamu. jangan kamu tanggapin Hendra seperti tadi. sama aja kamu seperti orang gak berpendidikan tau.. ( nada bicaraku sedikit tinggi )


Kevin: sayang, ini semua dia yang duluan. (nadanya juga meninggi)


Dela: sekarang kelihatan watak asli kamu. kamu sama aja kayak anak kecil vin.


Kevin: sayang,kita sudahi masalah ini. maafin aku ya. aku gak ulangi lagi.


Tina: udah sai maafin aja. lagian kamu tau kan Hendra itu memang biang masalah. (sambil merokok)


Dela: kalian berdua diam ya. (sambil menunjuk dan melotot sama 2 sahabatku)


Kevin: kamu kok jadi gini sih sayang?


Dela: iya aku emang begini. trus mau kamu apa?


Kevin: lho kok kamu jadi tambah nyolot. kan aku sudah minta maaf berkali kali ma kamu. susah ya klo ngomong sama anak kecil nie gak bisa diajakin ngomong secara dewasa. (nada suaranya agak kesal)


Vivi: cukup vin. klo kamu gak mau hubunganmu ma dela berantakan jaga bahasamu ya. (dengan nada membentak)


Tina: hadeehhhh vin... siap siap kamu kehilangan dela deh klo gini bahasamu... (sambil tepuk jidat)


Aku pun kaget bukan main sama kata kata kevin. dan langsung aku menundukan kepalaku. tiba tiba air mataku mengalir..


***Dela: maaf ya kak Kevin. aku memang masih anak kecil. aku memang keterlaluan, aku memang gak bisa kontrol emosi, aku memang salah tadi bentak kamu. tapi asal kamu tau ya, KAKAK KEVIN orang yang sudah melayani kamu diranjang selama ini itu orang yang kamu bilang ANAK KECIL. (sambil menangis)


Kevin: ya ampun sayang kamu kok jadi gini. (sambil peluk aku) aku gak bermaksud begitu.


Dela: sudah cukup ya. (sambil dorong kevin) aku bodoh selama ini dipermainkan sama 2 orang dewasa. aku harusnya sadar diri. bahwa aku cuma seorang ANAK KECIL. aku gak pantes pacaran sama salah satu dari kalian. dan bodohnya lagi aku gak menyadari bahwa kalian hanya mempermainkan aku.


Kevin: sayang ak beneran gak bermaksud begitu. (mulai panik)

__ADS_1


Dela: cukup ya KAK. hubungan kita selesai hari ini juga. maaf selama ini sudah banyak ngerepotin KAKAK KEVIN. aku lebih baik pulang.


Kevin: kalau kamu berani pulang sekarang dan hubungan kita berakir, jangan panggil namaku Kevin klo gak ku tikam Hendra itu. (matanya memerah dan raut wajahnya serius***)


Kedua temanku yang lebih dulu kenal Kevin langsung kaget dan saling tatap tatapan. mereka pun kayak ketakutan.


***Tina: sai... bisa kan diselesaikan baik baik? ( nada suaranya gemetar )


Vivi: sai jujur ya klo Hendra yang marah aku gak kawatir,karna Hendra cuma mulutnya aja. tapi ini Kevin sai... (sambil memegang bahuku)


Dela: terus kenapa emangnya. aku gak perduli. (sambil menangis)


Vivi: sai jangan main main. Kevin beda sama Hendra. dia ini klo sudah kayak gini bakal terjadi sai... ini sudah pernah terjadi sebelumnya.. ( nada bicaranya sedikit gemetar)


Kevin: keputusan ditangan kamu.... (nadanya mengancam)


Dela: baik aku punya 1 syarat buat kamu.


Kevin: apa itu syaratnya. (nadanya mulai lembut)


Dela: aku minta uang dari kamu 10 juta. (nadaku tenang***)


Kemudian Tina dan Vivi saling tatap tatapan. mereka heran kenapa aku minta uang sebanyak itu pada saat zamanku. kevin pun menatap aku.


Dalam hatiku berkata: aku mau tes nie orang reaksinya gimana sama aku. dia ini sama juga seperti Hendra yang gak suka cewek matre.


***Kevin: kamu yakin?


Dela: apa ada yang salah***?


Kevin pun langsung pergi dari kamar dan tanpa sepatah kata pun dia tinggalin aku dan teman temanku.


***Vivi: gila kamu sai... (sambil geleng geleng kepala)


Tina: kamu ada rencana apa lagi sekarang? (tanya tina kebingungan)


Dela: aku gak bisa lanjut sama kevin sai. aku takut. jujur aja dia baru aku pancing sedikit aja emosinya sudah meledak ledak dan dia sudah menjatuhkan harga diriku. aku tau aku masih kecil. tapi apa pantas dia mengingatkan posisiku?


Tina: kamu yakin mau putus?


Dela: sepertinya harus berakir. dia juga sudah mau berangkat minggu depan. dan aku juga sebentar lagi mau SMA. kalau dia kasih aku 10 juta, anggap aja aku jadi pelacur dia beberapa bulan ini. impas kan??

__ADS_1


Vivi: aku juga mau kali sai jadi pelacur cowok cakep trus bujangan. tajir pula. hadeehhh bodohnya manusia kamu nie...


Dela: helllloooo gak mungkin aku nikah ma dia sai... umur beda jauh. ntar klo aku masa dewasa dia sudah masa tua. hadeeehhh***...


Mereka berdua pun tertawa terbahak bahak. gak lama kamar kami pun diketuk. dan ternyata Kevin balik lagi kekamar.


***Kevin: itu 15 juta buat kamu. kalau masih kurang bilang aja sama aku. (nada nya agak kesal)


Dela: kenapa? aku seperti pelacur ya? (nadaku mengejek)


Kevin: kalian berdua tolong keluar. ini uang 1 juta buat kalian. tolong jangan balik kesini aku masih ada urusan...


Vivi: okeeee baiklah... (dengan nada gembira***)


Mereka berdua pun keluar dan kevin mengantar mereka sampai depan pintu dan langsung mengunci kamar. dia pun langsung datangin aku.


***Kevin: kamu sudah dapat uang 15 juta. kamu sekarang layani aku. (menarik aku dengan paksa)


Dela: oke... kamu gak perlu kasar sama aku ya KAK KEVIN.


Kevin: cepat kerjakan. ( nada membentak*** )


Sontak aku kaget dan terdiam.


tapi kevin berubah jadi buas lagi seperti tadi.


dan dia mulai membuka paksa baju dan seluruh pakaian dalamku. bahkan badanku digigit sama kevin sampai biru.


rasa sakit yang luar biasa ini buat aku jadi menangis sekencang kencangnya. dan Kevin seperti gak memperdulikan tangisan dan teriakan kesakitanku akibat ulahnya.


Kevin: ini kan yang kamu mau? jadi pelacur kecil hah? (nadanya sedikit emosi)


Aku pun gak jawab pertanyaan dia. hatiku tambah hancur dia mengatai aku seperti itu. dan perlakuannya semakin kasar ke aku. bahkan dia memaksa memasukan burungnya kemulutku. jika aku gak buka mulut dia langsung menampar pipiku. karena aku gak mau buka mulutku tiba tiba dia langsung...


plaaakkkkk Suara tamparan pipiku sangat keras.


***Kevin: ayo pelacur kecil... puasin aku...


Dela: jadi ini kan kamu yang sebenarnya? dasar munafik kamu vin. selama ini kamu baik sama aku hanya pura pura kan?


Kevin: kamu mau uang kan. sudah aku kasih cepat puasin aku (dia berteriak dengan keras***)

__ADS_1


Malam itu sekali lagi aku merasakan trauma yang amat pedis. bahkan aku mengalami kekerasan. gak terhitung kevin tampar mukaku. aku gak tau kenapa dia berubah jadi begitu. apa karena dia terlalu sayang atau gimana aku gak ngerti. aku cuma berharap ini semua harus berakir.


__ADS_2