
Saya dulu adalah anak yang sangat ceria dan bahagia.
Saya selalu merasa senang,karena saya merasa tidak pernah sendirian.
Ada kakak saya dan pembantu saya.
Tetapi dibalik itu semua saya memiliki kesedihan yang mendalam.
Karena saya sangat jarang merasakan belaian dan pelukan hangat orang tua.
__ADS_1
Karena bapak yang sibuk bekerja dan mama yang sibuk dengan teman-teman sosialita nya.
Hingga suatu saat kakak perempuan saya memutuskan untuk kuliah diluar kota.
Dan kakak laki-laki ku memilih bekerja jauh dari rumah.
Kehidupan ceria yang aku miliki mulai hilang.
Disitulah awal mula aku jadi pemberontak dan aku sering dipukul mamaku.
__ADS_1
*Dela: ma,ak sudah gak mau lagi pakai pembantu. aku sekarang sudah smp. aku malu tiap temanku kesini ak selalu dibully anak manja*.
Mama: kalau kamu sudah gak mau diurus pembantu,terus siapa yang mau ngurus kamu. jangan merasa sekarang kamu sudah besar ya... (dengan nada marah dan membentak )
Dela: Lho kan ada mama. trus buat apa ada pembantu kalau ada mama. harusnya mama itu ngurusin aku. bukan pergi sosialita sama teman-teman mama yang orang-orang kaya itu.
Mama: Kamu ini sama orang tua mulai kurang ajar ya... (tangan menampar wajahku)
Dela: (*masuk kamar dan menangis) pokoknya aku gak mau kayak gini terus. aku harus mulai cari jati diriku sendiri***.
__ADS_1
Disitulah awal mula ak mencari jati diriku sendiri dan awal dari kehidupan pahit yang aku rasakan akibat dari pemikiran pendek ku.
Aku mulai salah jalan. dan kumpul dengan teman-teman yang gak bener.