
Aku pun menangis sejadi jadinya. dan aku bersumpah aku bakal mengakhiri hubungan gak normal ini.
Aku tau mereka para orang kaya paling gak suka sama cewek matre.
Bahkan kevin berani keluarkan uang banyak supaya bisa siksa aku seperti ini. aku berfikir kalau aku gak ngelakukan hal ini, aku pasti yakin aku gak bakal tau sifat kevin yang sebenarnya. semenjak itu aku berfikir lebih baik aku cari cowok seperti Hendra yang terang terangan tapi gak munafik.
Kevin yang aku kenal lembut,halus dan perhatian malah lebih kasar dari Hendra.
akirnya Kevin pun mencapai klimaks. dan dia langsung pergi ke kamar mandi tanpa melihat wajahku.
aku merasa aku seperti pelacur yang habis melayani tuan nya yang maniak akan ****.
Kami berdua pun gak berbicara satu sama lain. dipikiran aku cuma ada dua hal.
yang pertama aku ambil uang itu,anggap aja kompensasi dia sudah nyiksa aku. atau hal ke dua aku tinggalin dia gitu aja tanpa mengambil sepeser pun. dan membuktikan bahwa aku bukan pelacur kecil.
aku pun langsung kekamar mandi sambil bawa hp tanpa melihat wajah kevin. dan aku langsung telpon Vita.
Dela: hallo sai, kamu dimana? ( dengan nada tenang )
Vita: aku masih sama Hendra. nie bareng ma Tina ma Vivi. gimana sai?
Dela: bisa jemput aku gak dihotel?
Vita: bisa sih. lah emang Kevin kemana? kamu berantem ya?
Dela: nanti aku jelasin. kamu tggu di parkiran ya. aku mandi dulu.
Vita: baiklah sai. aku jemput 10 menit lagi sampai...
Dela: ok sai... makasi ya...
Aku pun mengakhiri telponku. dan aku langsung cepat cepat mandi.
habis aku pakai baju aku pun langsung siap siapkan barang barangku.
Kevin: kamu mau kemana? ( dengan nada bicara yang dingin )
Dela: kita selesai sampai sini. dan ini uangmu aku balikin. maaf ya vin,aku bukan pelacur seperti apa yang kamu bilang tadi. (sambil melempar uangnya ke badan kevin)
Kevin: kamu yakin mau selesai?
Dela: makasi atas semuanya. semoga mimpi buruk ini gak buat aku trauma.
Kevin langsung tarik tanganku dan peluk aku. dia kaget karena aku buang uang yang dia kasih.
__ADS_1
Kevin: maafin aku sayang... aku terlalu cinta ma kamu dan aku cuma syok aja kamu minta uang sebanyak itu sama aku. bukannya aku pelit sama kamu,tapi cara kamu meminta uang nya itu aku gak suka. (sambil menangis)
Dela: simpan air mata buayamu vin. aku emang masih kecil, tapi aku gak sebodoh itu juga.
Kevin: aku menyesal. aku tau kamu kesakitan.
Tanpa sepatah kata pun aku langsung lepasin pelukan kevin. aku seperti mati rasa sudah. rasa sayang ma cintaku sudah hilang buat kevin. tapi aku liat penyesalannya jadi gak tega juga. soalnya aku liat tangannya luka. mungkin dia tadi dikamar mandi sempat pukul tembok. tapi aku keburu ilfil ma kevin. jadi rasa iba dan kasihanku hilang.
Dela: maaf vin,aku butuh waktu sendiri. kalau kamu beneran cinta dan sayang sama aku, aku mohon berikan aku ruang. aku pengen sendiri. aku pergi dulu. aku janji sebelum kamu berangkat,aku bakal temuin kamu.
Kevin: jangan tinggalin aku sendiri.
Tanpa menjawabnya,aku langsung pergi keluar. diluar pun aku lari takut dikejar kevin. jadi aku putar otak untuk lewat tangga emergency dan sambil telpon vita.
Dela: hallo vit,kamu geser kejalan sebelah ya. aku takut nanti dikejar Kevin. soalnya aku lari. nie aku lewat tangga darurat. nanti aku lanjut lift. aku lewat pintu belakang hotel.
Vita: baiklah. aku nunggu didepan pintu belakang hotel ya.. kamu hati hati sai...
Dela: oke... makasi sai...
Sesuai dugaanku kevin nyusul aku. tapi aku gak sempat ketemu sama dia karena aku lewat tangga dan begitu dia sampai lantai dasar,aku baru menggunakan lift. aku turun 2 lantai lewat tangga. jadi aku selisihan sama dia. pas aku sampai dilantai dasar,aku putar arah kebelakang supaya gak ketemu kevin.
tapi aku malah ketemu teman kakakku karena dia bell boy disana. (aku lupa namanya dan sekarang orangnya sudah meninggal dunia)
Bellboy: lho dek,kamu disini?
Bellboy: tenang dek. aman.. kamu mau kemana lewat belakang?
Dela: aku mau pulang. nanti kalau ketemu lagi aku ceritain deh. maaf kak aku buru buru.
Bellboy: oke dek. hati hati ya.
Dela: oke kak. makasi aku pergi dlu.. (sambil berlari lagi)
kemudian aku pun sampai dipintu belakang dan langsung keluar. disitu aku kaget, karena 3 sahabatku itu dimobil Hendra.
Vita: buruan masuk...
Dela: oke...
Aku pun langsung masuk kedalam mobilnya Hendra. dan dia pun ngeliatin aku sampai heran.
Hendra: sayang sebenarnya ada apa kamu sama kevin?
Dela: udah jangan banyak tanya. jalan aja dulu. kita ke kafemu aja.
__ADS_1
Hendra: oke.
Vita: kenapa sih sai... ya ampuunnn...
Vivi: ayo lah cerita...
Tina: tadi kalian baik baik aja lho pas kita tinggal.
Dela: nanti dikafe aku cerita ya. (nadaku gemetaran)
Vita: oke oke. kamu tenang dulu. nie minum dulu...
Aku pun langsung minum air yang dikasih Vita. dan sambil tenangin diri aku menikmati lagu yang diputar dimobil Hendra. aku juga gak banyak bicara. tapi 3 sahabatku ini menyimpan beribu pertanyaan buat aku. mereka juga diam. karena mungkin mereka mau kasih aku ruang untuk tenang dulu.
gak lama kami pun sampai dikafenya Hendra. karena kotaku itu gak terlalu besar,jadi jaraknya gak terlalu jauh.
Kemudian Hendra parkir mobilnya dan aku cepat cepat masuk ke kafenya.
Dela: ndra,aku pesan shisha ma avocado coffe ya...
Hendra: iya sayang...
Aku pun duduk didalam dan disusul 3 sahabatku.
Vita: sudah tenang belum?
Dela: iya sai... aku sudah bisa cerita sekarang.
Hendra: emang ada apa sih sayang?
Dela: (sambil menghela nafas) aku berantem hebat ma Kevin.
Vita dan yang lainnya kaget bukan main. dan vivi tanpa sengaja ngeliat bekas gigitan dan bekas tamparan dimukaku.
Vivi: jangan bilang kamu dipukul sama Kevin?
Dela: tenang sai. aku sudah biasa kok dipukul. (dengan nada santai)
Hendra: bangssssaaaattttttt aku gak terima. (sambil pukul meja dan berdiri)
Dela: cukup ndra. ini pribadi aku. (sambil tarik tangan hendra)
Vita: tapi gak bisa gitu sai...
Dela: dia sebenarnya menyesal makanya dia tadi kejar aku. tapi dia kalah gesit..
__ADS_1
Aku pun tertawa dan mereka sedikit bingung. tiba tiba tertawaku berubah jadi air mata. aku sudah berusaha supaya bisa kuat dan gak nangis tapi gak bisa. aku manusia biasa. aku punya emosi dan rasa sakit. serta aku pun punya rasa trauma. dan sekarang aku bener bener trauma banget. bahkan aku tulis ini pun gak kerasa air mataku keluar karena ingat kejadian waktu itu.