kehidupan pahit yang berakir bahagia

kehidupan pahit yang berakir bahagia
02


__ADS_3

Setelah merenungi semua kejadian kemarin yang berulang terus menerus, aku mulai suka dengan kehidupan malam.


Dan ak mulai salah bergaul.


Disatu sekolahku itu ada seorang temen yang hobinya dugem dan menjajakan tubuhnya ke pria-pria hidung belang.


Disitulah aku mulai terjun didunia malam.


Setiap malam kamis atau yang biasa kita sebut rabu gaul dan malam minggu,aku pasti menyelinap keluar rumah untuk pergi dugem.


Hingga suatu hari kakak tertuaku yang bekerja diluar kota pun balik. karna dia dipindahkan tugas ke kota B lg. namanya Edi.


**Edi: dela qm mau kemn jam segini?


Dela: ak mau kerja kelompok.

__ADS_1


Edi: Lebih baik kamu jujur,ak ini bukan anak kecil yang bisa kamu bohongin. ak sudah dengar dari mama katanya kamu sekarang suka pergi dugem.


Dela: ak ini kerja kelompok mas. terserah aja mau percaya atau gak. itu urusanmu.


Edi: (dengan wajah penuh emosi) awas aja ya kalau sampai aku dengar kamu macam2. kamu bakal berurusan sama aku.


Dela: Iyaaaaa**......


Malam itu kakakku juga kebetulan pergi dugem sama teman-temannya.


ditariknya aku dan diajak pulang kerumah.


**Edi: (dengan tangan kanannya yang mencekik leherku) aku sudah bilang klo kamu sampai ketangkap sama aku,bakal berurusan sama aku.


dela: (tahan sakit karena dicekik) aku ini bukan anak kecil lagi. tolong lah kalian mengerti.

__ADS_1


Edi: kamu bilang, kamu bukan anak kecil lagi? (dengan ekspresi ingin membunuh)


Dela: iya,aku juga pergi dugem gak minta uang sama mama sama bapak. kenapa kamu yang repot...


Edi: kamu tau gak temenmu itu pelacur?


Dela: iya aku tau. terus kenapa? aku berteman dengan siapapun gak masalah. asal aku gak ikut-ikutan jadi pelacur. karena aku tau batasan dan tau harus jaga nama baik bapak.


Edi: sudah tau begitu kenapa masih berteman sama pelacur? itu tuh penyakit. kamu bisa ketularan. dia itu pernah diboking temenku.


Dela: masalah dia diboking itu bukan urusanku. yang penting aku gak kayak mereka**.


Seketika pula kakakku melayangkan tinjuannya. tapi dia gak tinju mukaku. dia melayangkan tinjuannya di dinding pas disebelah mukaku. dan kemudian dia pergi tanpa berkata-kata.


Sehabis kejadian itu,tiap malam yang biasa aku pergi dugem,dia selalu menunggu diruang tamu sambil menonton tv. jadi aku gak bisa kemana-mana. karena sebenarnya aku juga takut sama dia.

__ADS_1


__ADS_2