kehidupan pahit yang berakir bahagia

kehidupan pahit yang berakir bahagia
45


__ADS_3

Kami berdua pun melakukannya dengan nikmat. pijatan pijatan tangannya di susuku pun sangat halus. tidak seperti tadi.


Aku pun menikmati itu semua. dan kami melakukan posisi 69. karena itu posisi favorid aku.


Tanpa sadar ak sudah gak tahan untuk melakukan tempuran dasyat sama Kevin.


***Dela: vin gak usah lama lama pemanasannya ya...


Kevin: kenapa sayang?


Dela: aku lagi bernafsu pengen goyang kamu. (sambil mulai merubah posisi menaiki badannya Kevin)


Kevin: baiklah, kamu yang atur***..


Aku pun langsung memasukan otongnya ke mekiku. dan aku genjot naik turun dengan cepat. walaupun agak perih tapi aku tetap genjot sampai akirnya Kevin dan aku pun klimaks.


***Kevin: sayang, ayo lanjutkan mandi. kita harus cari makan. soalnya dah 2 ronde. (sambil bergegas ke kamar mandi)


Dela: heemmmm baiklah... (Pergi kekamar mandi dengan kaki gemetar***)


Kami berdua mandi bareng dan saling menggosokan punggung secara bergantian.


Gak tau kenapa kok yang tadinya aku cinta banget,berubah kayak perasaan jenuh. apa karena sudah berhari hari selalu bareng?


apa ini yang dinamakan labil?


dalam otakku banyak banget pertanyaan.


tapi aku selalu mengabaikan semua pertanyaan itu. tanpa sadar aku sudah diperhatikan oleh kevin..


***Kevin: sayang, kamu kenapa? (agak heran)


Dela: gakpapa sayang. emang kenapa? (aku mulai tersadar dengan pikiran kacauku)


Kevin: kok kamu bengong? apa masalah tadi masih buat kamu marah? (mulai memelukku)


Dela: gak kok. udah buruan mandinya yuk. soalnya aku laper banget. pengen sop saudara nie. (sambil pegang perut***)


Kevin: iya sayang...


Kami berdua menyelesaikan mandi dan bergegas keluar hotel cari sarapan pagi.


Dari dalam lift sampai mobil,aku gak ada ngomong sama sekali.


Mungkin aku trauma sama perlakuan pertama Kevin tadi.


Aku merasa seperti aku diperkosa.

__ADS_1


Jadi di otakku yang terekam itu perlakuan kasar dia.


Aku agak heran, kenapa Hendra seperti itu aku gak trauma?


Tapi Kevin seperti itu buat aku agak trauma?


Apa karena dari awal Hendra emang udah kasar? jadi aku terbiasa?


Sedangkan Kevin dari awal memang lembut terus aku jadi syok karena dia berubah jadi kasar?


Di otak ku banyak sekali pertanyaan yang belum terjawab.


***Kevin: sayang, kamu kenapa? kok kamu diam dan seperti orang linglung?


Dela: gakpapa kok. (nada bicaraku agak dingin)


Kevin: jujur aja sayang. biar aku gak kebingungan gini..


Dela: baiklah klo kamu mau aku jujur. aku agak bingung dengan sikap kamu aja. kenapa kamu tadi seperti bukan Kevin yang aku kenal.


Kevin: maaf sayang. aku juga gak tau. aku seperti takut kehilangan kamu aja.


Dela: vin, kamu lupa aku masih remaja? berfikir untuk menikah itu masih jauh banget diotak ku. aku masih mau nikamti masa muda dan senang senang.


Kevin: aku paham. tapi gak tau kenapa kamu beda banget dari perempuan diluar sana.


Dela: Vin,semua cowok memang penasaran sama aku. bahkan aku sudah sering banget dijadikan taruhan sama mereka. karena aku terlalu dingin sama cowok. dan aku juga tau kamu sama seperti aku. tapi sikap berlebihan kamu itu buat aku mulai gak nyaman Vin.


Dela: jadi kamu gak percaya ma pendirian aku?


Kevin: bukan begitu sayang. aku percaya.


Dela: terus kenapa kamu kayak gini?


Kevin: bukan gitu sayang. (belum selesai bicara)


Dela: (memotong pembicaraan Kevin) Vin,aku tau aku memang masih remaja. bahkan masih anak anak. tapi apa kamu lupa kalau lingkungan aku orang orang seperti apa? kamu lupa aku ini termasuk anak yang dewasa belum waktunya?


Kevin: sayang jangan marah dunk. aku jelasin dulu.


Dela: silahkan, saya mendengarkan.


Kevin: gini lho sayang,aku sudah bilang berkali kali kalau aku takut kehilangan kamu. aku aja bahkan sampai mau kamu ikutin aku ke luar negri. dan aku urus semua sekolahmu. bahkan mau biayain kamu. aku paham umur kita jaraknya lumayan jauh. justru karna itu aku semakin takut kalau ingat itu semua. karena kamu masa perkembangan dan aku sudah difase kematangan. bukan hanya **** aja dipikiran aku. tapi banyak hal tentang kamu.


Dela: oke klo pemikiran kamu seperti itu. aku terima. tapi apakan didalam suatu hubungan tidak ada rasa percaya? aku juga lagi penjajakan masa menuju kedewasaan Vin. itu semua butuh proses. aku gak perduli umur kita beda sampai 8 tahun. tapi aku butuh proses. aku berharap kamu bisa bimbing aku. jangan jadikan hubungan ini menemukan titik kejenuhan. aku juga sayang sama kamu. aku juga takut kehilangan kamu. tapi aku butuh kepercayaan dari diri kamu. dan aku butuh bimbingan dari kamu. bukan seperti ini.


Kevin: aku tau. aku egois. aku cuma gak mau kehilangan kamu.

__ADS_1


Dela: Vin kita baru memulai hubungan ini dalam waktu singkat. kita butuh pemahaman satu sama lain. dan itu butuh waktu yang gak sebentar. kita masih belum paham sifat kita masing masing Vin.


Kevin: sayang berjalan seiringnya waktu pasti kita bisa memahami satu sama lain.


Dela: dah aku lagi gak mood bahas masalah ini. lagian sudah mau sampai***.


Kami berdua pun sampai di rumah makan.


Dan kami berdua makan tanpa berbicara satu sama lain.


Aku mulai ngerasa agak sedikit terbebani karena dia mulai buat aku gak nyaman.


Sikap dia yang mulai arogan dan rasa takut kehilangan nya buat aku sedikit takut.


Aku takut kalau nanti dia yang baik dan lembut bisa jadi berubah kasar dan gak lembut lagi.


Aku banyak mengalami trauma akibat kekerasan. dan aku gak mau mengalami itu untuk kesekian kalinya.


Dan kami pun selesai makan.


kami berdua balik kemobil tanpa bicara.


***Kevin: sayang mau kemall gak? kamu mau shoping?


Dela: aku malas. aku sebenarnya gak hobi shoping.


Kevin: yaudah kita ngopi aja yuk.


Dela: terserah kamu aja.


Kevin: tunggu bentar didalam. aku mau telpon kantor.


Dela: baiklah***.


Aku pun masuk kemobil dan membiarkan Kevin menelpon diluar.


Aku berfikir,gimana klo aku belajar bawa mobil. tapi aku gak mau kasih tau Kevin. aku bakal malu banget klo dia tau aku gak bisa bawa mobil. secara dirumah banyak mobil nganggur tapi aku malah gak bisa pakai.


***Kevin: yuk jalan kemall didepan.


Dela: iya***.


Kami berdua meluncur kemall yang jarak nya gak jauh dari rumah makan kami tadi.


Dijalan pun aku gak ada bicara sama kevin.


dan jarak yang gak terlalu jauh kami pun akirnya sampai diparkiran mall tersebut.

__ADS_1


dan kami berdua masuk kedalam mall langsung menuju ke exelco. dia tau banget aku suka minum avocado coffenya sama tofu nya. bahkan sampai sekarang.


kita berdua sibuk dengan hp masing masing. dan kevin mengeluarkan laptopnya. dia mengerjakan kerjaan nya. aku sibuk main hp.


__ADS_2