kehidupan pahit yang berakir bahagia

kehidupan pahit yang berakir bahagia
52


__ADS_3

Sepanjang jalan aku di olokin terus sama sepupuku. aku cuma senyum senyum aja di olokin terus. karena dia tau aku lagi senang hatinya.


1 jam kemudian kami sampai di apartement K.


dan kemudian langsung bergegas ke lift.


berhubung aku pegang kunci apartement, jadi aku gak perlu minta di bukakan pintunya sama Hendra.


sebelum aku masuk,aku sempat sms Hendra.


aku tanya dia dimana? katanya di apartement.


jadi aku tanpa ragu ragu langsung buka pintu kamarnya.


kebetulan apartementnya agak besar. dan ada 2 kamar.


tanpa mengeluarkan suara, aku langsung menuju kekamar yang sedikit terbuka.


aku mendengar ada 2 orang sedang ngobrol. tapi suara nya seperti aku kenal. dan itu suara seorang cewek.


pas aku masuk, aku syok gak karuan.


Hendra lagi bercinta sama SAHABATKU. yaitu VITA.


Berhubung lampu kamar dimatikan dan yang hidup cuma lampu tidur,mereka gak sadar kalau aku sudah lihat mereka. dan aku duduk disofa dekat kasur mereka.


Dengan tenang aku menonton mereka lagi bercinta. sampai Hendra keluar. mereka bercinta sambil ngobrol dengan desahan desahan lembut.


Hendra: sayang, gimana? enak kan burungku?


(sambil menggenjot Vita)


Vita: kamu masih hebat sayang...


Hendra: kamu bisa bertahan juga ya tungguin aku pacaran sama Dela. aku takutnya kamu cemburu.


Vita: sayang,kita sudah selingkuhan lama jadi aku sudah biasa.


Hendra: kamu memang the best sayang.


Vita: iya lah... gimana permainanku kalau dibandingkan Dela?


Hendra: dia menang di ****** sayang. punya dia bagus banget. wangi sama keset.


Vita: jadi punyaku gak bagus?


Hendra: bagus juga kok. cuma masih hebat kamu. dia gak bisa ngapa ngapain kayak kamu. banyak variasi.

__ADS_1


Vita: iya lah. kepuasan itu nomor 1. klo aku gak pintar kamu sudah pergi dari aku kan.


Hendra: iya deh.... kamu sempat tidur ma Kevin juga gak?


Vita: gak sayang,Kevin susah didapat.


Hendra: sok cool dia orangnya. hahaha


mereka pun melanjutkan permainan itu. dan aku cuma nonton serta sakit hati liat mereka. dan aku hampir ngamuk disitu.


gak lama Hendra pun sama Vita klimaks.


disaat hendra mau bangun dia kaget liat ada orang duduk dekat mereka.


Hendra pun langsung cepat cepat nyalakan lampu utama.


dia dan vita seketika kaget bukan main.


begitu tau yang duduk disitu aku.


Hendra: lho sayang, katanya kamu balik?


(sambil pakai handuk)


Vita: sai... kamu dengerin aku dulu ya...


(dengan nada tenang dan sambil nyalakan rokok)


Vita: aku bisa jelasin semua sama kamu sai...


Dela: udah gak usah. santai aja kali sai... ini kan emang kerjaanmu. JUAL DIRI.


(aku pun tetap dengan nada suara yang tenang tapi menjatuhkan)


Hendra: sayang, dengar dulu.


(mencoba memelukku)


Dela: (menepis tangan Hendra) maaf ya, kamu belum mandi dan cuci tangan. nanti aku alergi dan gatal gatal. tolong jangan sentuh aku.


Vita: sai aku tau aku salah. kita sahabatan sudah lama. masa gara gara gini aja kita ribut? (mulai menangis)


Dela: Vita, kalau aku mau ribut sama kamu, aku berani jamin saat ini dan sebelum kalian selesai, mukamu sudah ku tinju. tapi maaf, itu bukan gayaku. aku gak mau berantem sama orang cuma karena rebutan cowok kayak Hendra. gak LEVEL.


Vita: sai aku mohon aku minta maaf. dengarin penjelasan aku dulu.


Dela: apa lagi? aku sudah dengar semua kok disaat kalian pas main tadi. semua percakapan kalian aku tau. bahkan bilang Hendra aku gak pintar di ranjang pun aku tau. apa lagi yang mau diomongin? semua yang aku dengar sendiri tadi itu udah jelas banget.

__ADS_1


kamu mau sama Hendra itu silahkan.. tapi gak usah pake acara diam diam gini sai. apalagi sebelum aku sama Hendra kalian sudah berhubungan.


Hendra: sayang, aku minta maaf. aku janji gak akan ulangi lagi.


Dela: banyak laporan sampai dikupingku ndra. cuma aku males tanggapi karena kamu memang PK. tapi yang buat aku syok itu, sahabat terbaikku hianatin aku dan bohong sama aku. itu aku gak bisa terima. aku marah gini bukan karena aku sayang sama kamu. tapi karna aku dibohongin sahabatku.


Vita: maafin aku sai...


Aku tanpa menjawab langsung pergi keluar kamar. Vita nangis sejadi jadinya dan berusaha kejar aku. Hendra juga berusaha kejar aku.


dan aku sempat dihalangi Hendra didekat pintu keluar apartement.


Hendra: sayang,tolong nah. jangan gini.


Vita: sai tolong nah. aku janji gak gini lagi.


Dela: nie aku tadi belikan kamu parfum. oiya aku harap sementara ini kalian berdua jangan ganggu aku dulu. kalian tau kan aku belum sembuh dari trauma. kalian sekarang buat aku lebih trauma lagi memilih pasangan dan sahabat. ini lebih sakit dari aku dipukul Kevin. jujur ya ndra aku gak masalah kamu berhubungan sama siapapun, asal jangan sama sahabatku. disini aku ngerasa aku perebut pacar orang. karena sebelum kamu sama aku ternyata kamu sudah pacaran duluan sama Vita. dan kamu Vita, makasi banyak hampir 4 tahun ini jadi sahabat aku. dan aku harap suatu saat kamu bisa berubah dan bisa jadi lebih baik lagi. anggap ini permintaan terakir dari seorang sahabat. karena selanjutnya aku gak tau masih bisa jadi sahabat mu atau gak. dan aku minta sebelum hilang kesabaranku, tolong kalian minggir. karena aku sudah jijik sama kalian.


(nadaku tetap tenang walaupun rasanya ingin teriak dan maki maki mereka, bahkan ingin tampar muka mereka)


mereka pun berikan aku jalan.


dan aku langsung keluar. karena sepupuku sudah pergi, jadi aku cari taksi. dan aku telpon sepupuku tadi pas didalam taksi.


Dela: halo kak, kamu dimana?


Albert: aku lagi main bilyard dek. gimana?


Dela: kirim alamatnya aku nyusul kesana. nie aku sudah ditaksi.


Albert: lho gimana pacarmu?


Dela: nanti aku cerita sampai disana.


Albert: yaudah aku sms kamu alamatnya ya...


Dela: oke kak.


Aku langsung tutup telponnya dan langsung dapat sms alamat nya.


aku nyusul kesana. disepanjang jalan Hendra dan Vita sms aku untuk meminta maaf. gak tau berapa kali mereka sms aku.


aku sudah buat keputusan aku gak mau berhubungan dengan 2 orang itu lagi.


dan aku putuskan kalau persahabatan aku dengan Vita, stop sampai disini.


aku gak mau punya sahabat yang gak mau jujur. sedangkan aku selalu jujur. dia lupa akan persahabatan kita hanya karena materi semata.

__ADS_1


PS: ini pelajaran buat kita semua. jangan terlalu percaya akan sahabat. saudara aja kadang menyakiti dan menipu apa lagi orang lain.


__ADS_2