
selama di perjalanan aku pendam semua rasa amarah.
aku kepingin banget teriak dan nangis. tapi aku juga berfikir aku bukan orang selemah itu.
dan aku berfikir bahwa ini bukan akhir dari semua.
justru ini motivasi aku buat lebih baik lagi kedepannya.
sehingga aku berjanji dan bersumpah mulai detik ini dan seterusnya, aku akan lebih selektif lagi pilih teman,sahabat, dan pacar.
dan aku gak mau nanti kedepannya jika punya pacar, aku suruh pacarku akrab dengan teman atau sahabatku lagi.
kemudian aku pun sampai di tempat bilyard.
kakak sepupuku pun bertanya.
Albert: kenapa dek? mana pacarmu?
Dela: putus kak.
Albert: kenapa?
Dela: dia gituan ma sahabatku. tadi ke Gep ma aku mereka diapartement.
Albert: seriusan?
Dela: yups... dah ah.. biarin aja kak. cowok gak cuma 1 aja. buanyaaakkk didunia. hahaha
Albert: jangan kawatir dek. kamu cantik dan body bagus. jadi gampang mau cari cowok.
(dia berusaha menghiburku)
Dela: alaaahhh gak mikir itu aku kak. mau nikmatin jomblo dulu lah. jadi gak diatur atur sama gak punya pikiran.
Albert: hahahaha jadi sikap dinginmu ke cowok muncul lagi nie? (dengan nada mengejek)
Dela: prasaan biasa aja deh...
kami pun bermain bilyard sampe tengah malam. dan dilanjut dugem bareng. selama disana aku gak ada mood mau ngapa ngapain. jadi aku gak terlalu gubris mereka.
setelah kejadian itu aku hanya diam dirumah dan tidur tiduran. sampai waktunya aku harus balik ke kotaku. oiya sebelum balik ke kotaku, aku ganti nomor hp ku. jadi aku bener bener gak ada berhubungan sama teman teman ku lagi. termasuk Vivi dan Tina.
disitu lah awal mula kami berempat pecah persahabatan.
aku juga sempat marah sama Vivi dan Tina. karena mereka ikut tutupin kebusukan Vita. jadi aku pikir dimata mereka aku bukan sahabat. tapi cuma di manfaatkan aja.
dan akirnya aku pun balik ke kotaku.
__ADS_1
begitu sampai aku dijemput sama kakakku Wawan dan Nita.
Wawan: akirnya sudah sampai kamu dek. aku sudah dengar dari albert soal kamu sama Hendra. (sambil elus kepalaku)
Nita: sakit kan ditikung sahabat? (nada jutek)
Dela: iya nah. sakit banget rasanya...
Nita: aku sering ngalami kayak gitu. bahkan suamiku aja ditikung teman kok. makanya aku jadi janda. aku gak salahkan pelacur ya. cuma dimata mereka, persahabatan gak ada artinya. lebih berarti uang dimata mereka. ya... walaupun gak semua pelacur sama sih dek. ada yang lebih pentingkan sahabat dari pada uang. tapi itu cuma 1 banding 10. kamu sudah dapat pelajaran berharga kan sekarang? jadi kamu harus lebih selektif lagi ya...
Wawan: kita bukan gak sayang sama kamu. kenapa kita kemarin agak keras. karena bakal sakit klo sudah kejadian kayak gini. kamu baru melek didunia begini. tapi kita kemarin putuskan kita bebasin karena kita berfikir kamu harus punya pengalaman. entah itu pahit atau manis. itu namanya hidup.
Dela: iya aku tau...
Nita: sekarang kamu sudah SMU. dan sudah bukan anak kecil lagi. kita harap pengalaman ini kamu jadikan pelajaran. karena di SMU nanti lebih parah dari pada ini. kamu harus siap mental lahir batin lho.
Dela: iya...
Akirnya kami sampai dirumah. aku disambut keluarga besarku. dan mamaku masak besar.
aku pun berfikir,aku gak butuh sahabat atau teman di luar sana. aku hanya butuh keluarga ku dan sepupu ku. mereka lebih mengerti aku dan mendukungku.
sejak kejadian itu aku gak pernah lagi keluyuran gak jelas. dan kemanapun aku pergi,aku selalu bareng saudaraku. kami akirnya kumpul kumpul bareng tanpa adanya perbedaan tua atau muda.
aku menikmati ini semua dan melupakan kejadian kemarin kemarin.
binder persahabatan kami ber 4 sudah aku buang. dan aku memulai lembaran baru dengan membuat binder baru yang berjudul: Keluargaku adalah sahabat terbaikku.
aku sekolah disalah satu SMU bergengsi dikotaku. dan dijamin disitu bukan pelajaran yang ditonjolkan, melainkan sekolah buat ajang pamer kekayaan.
aku sebenarnya malas banget masuk sekolah itu. tapi karena keluargaku semua sekolah disitu,jadi mau gak mau generasi terakir harus disitu.
kebetulan sepupuku kakak kelasku. aku kelas 1 dia kelas 3. dan aku kesekolah bareng dia. karena rumah kami berdekatan.
akirnya tiba masa kami pergi sekolah.
dan dia jemput aku dirumah.
sesudah aku pamit dengan orang tuaku, aku langsung pergi. jaraknya lumayan jauh. jadi diperjalanan kami pun sempat mengobrol.
Syamsir: (ini bukan nama sebenarnya). dela, kamu disekolah situ hati hati ya... banyak penjilat..
Dela: iya kah? tenang aja sir,aku gak bakal banyak teman disana.
Syamsir: aku yang bakal repot ditanyai teman temanku nantinya.
Dela: lho kok bisa?
__ADS_1
Syamsir: teman temanku emang gitu. klo ada murid baru yang agak bening dikit pasti mereka sibuk sendiri.
Dela: hahaha tenang,kamu kan tau sifatku.
Syamsir: mudah mudahan aja kamu masih sedingin es kayak dulu. klo ada apa apa ma kamu, aku repot hadapin mamamu.
Dela: hahaha tenang aja sir,aku bukan cewek gampangan.
Syamsir: hati hati juga sama emosimu ya. jangan sembarangan pukul orang.
Dela: klo itu aku gak bisa jamin sir. hahaha
Syamsir: tolong aja nah. namaku disekolah bagus soalnya.
Dela: iya iya... tenang aja...
Akirnya kami sampai di sekolah.
sesuai dugaan syamsir, baru aja parkir motor diparkiran, teman teman syamsir sudah nongkrong disitu.
ada beberapa temannya yang berusaha kepo soal aku.
klo gak salah ingat namanya Denis.
Denis: wih.... pacarmu sekolah disini kah sir?
Syamsir: matamu... ini adek sepupuku tau...
Denis: serius? salamin nah. kenalin dulu...
Syamsir: ku hajar kamu macam macam. dia adeknya Vicky. adek kandung...
Denis: iya kah? aku cuma kenalan aja kok...
Syamsir tanpa dengerin omongan Denis langsung jalan menuju kelas. dan aku cuma senyum sama mereka terus masuk kelas. kebetulan kelasku dekat sama parkiran.
aku cuma senyum senyum dikelas karena aku pikir cuma disinetron aja ada geng sekolah. ternyata dikehidupan nyata juga.
disini aku gak sempat ikut MOS karena aku belum pulang dari kota J. aku dapat keringanan karena om ku berpengaruh disekolah situ.
selama sekolah seminggu gak ada kesan menarik, dan aku pun lebih banyak dikelas sendirian. dan menutup diri untuk akrab dengan teman teman lain.
teman teman syamsir pun sering mampir ke kelasku, tapi gak ku gubris.
suatu hari aku sempat kaget, karena teman temanku lari keluar kelas semua. dan liat ada mobil mewah masuk serta cowok ganteng didalamnya.
aku pun penasaran, dan mengikutin mereka ke aula utama. kata mereka itu alumni sekolah kita dan dia punya predikat cowok tercakep disini. dan playboy.
__ADS_1
pas dia turun dari mobil dan aku liat mukanya, ya ampuuunnn aku kaget gak karuan dengan apa yang aku liat.
dan ternyata dia adalah..........