
Saya hiatus karena saya mengalami pergejolakan rumah tangga dan berakhir perceraian. Saya tidak bisa melanjutkan episode berikutnya karena sedikit menyakitkan alurnya.
Setelah mengalami semua yang saya ceritakan sebelumnya, akhirnya saya menikah dengan seorang pria yang sangat saya cintai walaupun tidak direstui papah saya karena perbedaan kasta.
Ternyata dari pengalaman ini saya bisa mengerti mengapa restu orang tua itu sangat penting.
Saya sangat kecewa dengan mantan suami saya, karena dia tidak menghargai pengorbanan saya.
Padahal saya rela di coret dari warisan keluarga dan saya rela meninggalkan kota kelahiran saya demi dia.
Saya sedih harus berpisah dari anak-anak saya. Tapi saya harus mengambil keputusan besar ini. Setelah 12 tahun menikah dan selwlu dihianati dan dibohongi.
Saya ingin membawa anak-anak untuk ikut saya kembali ke kampung halaman. Tapi karena biaya, saya tidak bisa membawa mereka.
Dan mereka tidak ingin berpisah dari ayahnya.
Jadi saya harus meninggalkan mereka. Bukan karna saya tidak sayang atau tega. Tapi saya menghargai keputusan anak-anak.
__ADS_1
Ketika saya sudah berpisah, saya juga masih di tipu dan di bohongi.
Sebelum saya pergi, dia menangis dan berkata : bunda, kamu kok tega tinggalin aku sama anak-anak.
'aku bukan tega tinggalin kamu yah. Tapi kamu tidak ada perubahan dalam sikap dan hidupmu.
'aku bersyukur karena kamu sudah tidak main tangan lagi. Tapi aku kecewa karena kamu tidak pernah hargai saya dan jujur sama saya.
Saya membantu keuangan dengan jualan makanan sana sini demi bertahan hidup. Tapi hasil jualanku kamu habiskan buat judi.
Dia berkata jika dia khilaf dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Apa kah saya bisa percaya lagi? Sedangkan saya memberi waktu selama 3 tahun untuk dia berubah menjadi lebih baik.
Aku lelah menjalani rumah tangga yang tidak ada kejujuran dan bahkan melakukan kekerasan.
Aku nekat untuk meminta bantuan dengan keluargaku untuk membelikan tiket pesawat. Hingga akhirnya aku bekerja di dunia malam.
Setelah saya kembali ke kota kelahiran saya, saya mulai mencari pekerjaan. Karena tidak membawa syarat untuk bekerja, saya menerima tawaran saudara saya untuk bekerja di dunia malam.
__ADS_1
Awalnya saya di suruh menjadi ladies, karena body dan wajah saya yang masuk dalam syarat untuk menjadi ladies.
Tapi ketika saya interviuw, pihak kantor meminta saya untuk menjadi mami ladies. Karena usia saya tidak memenuhi syarat.
Akhirnya saya menerima pekerjaan itu dan saya bersyukur jika saya tidak menjadi ladies.
Hari demi hari aku lalui dengan air mata. Karena kangen dengan anak-anakku disana. Tapi keluargaku menguatkan aku.
Mereka berkata jika aku harus bersabar dan harus bisa melanjutkan hidup ini. Karena suatu saat nanti anak-anak akan kembali kepadaku.
Aku giat bekerja di tempat hiburan malam itu. Dan aku selalu berdoa untuk kesehatan dan rejeki anak-anakku.
Aku menghubungi mantan suamiku lagi. Aku meminta beberapa dokumen penting untuk mengurus perceraian. Tetapi mantan suamiku tidak setuju dan berkata akan menunggu aku kembali ketika hatiku sudah tenang.
Tapi hati kecilku sudah tidak bisa menerima pernikahan ini lagi. Karena trauma besar yang aku alami.
Hampir setiap hari aku tidak bisa tidur karena tagihan utang mantan suami yang gila main judi dan berselingkuh.
__ADS_1