
selesai kami makan malam,kami pun berdua menuju ke balkon. liat kota kami yang berada dipinggir laut. benar benar indah banget. dia memelukku dari belakang. dan aku pun menggenggam tangannya. aku berfikir diusia yang masih muda banget ini apa seperti ini pantas? tapi disisi lain aku berfikir bahwa aku pantas mendapatkan semua ini setelah aku melewati masa masa yang sedikit mengerikan.
***Kevin: sayang,masih sakit hidungnya?
Dela: masih nyeri sih. nie lho bengkak.
Kevin: nanti aku cium hilang sakitnya. hehehe
Dela: buat aku ini gak ada apa apanya vin. asal aku gak kehilangan kamu aja sudah cukup. (mataku mulai berair)
Kevin: kamu gak akan kehilangan aku sayang. asal kamu mau nunggu aku nanti.
Dela: aku mau jujur ma kamu vin.. aku nie gak yakin aku bisa nunggu kamu atau gak. aku masih labil. dan aku masih dilingkungan orang orang yang berfikir menggunakan logika. kemungkinan aku terpengaruh tuh besar banget. aku gak mau tutupin ini semua dari kamu. (sambil nangis)
Kevin: dengarin kata hatimu. dan jangan dengarin omongan orang. karena yang ngejalanin ini semua kamu. bukan orang lain.
Dela: iya sih vin. tapi aku gak yakin. soalnya dimasa umur segini biasanya setiap orang yang masih labil itu mencari jati diri. seperti aku sekarang ini. aku takut pendirian aku soal kamu berubah. karena bentar lagi aku masuk ke SMA. dan kamu tau disekolahku itu seperti apa? dan disana bukan ajang belajar. tapi ajang pamer. jadi mereka gak mungkin gak sibuk cari cewek. dan disekolah situ rata rata anak anak orang kaya semua. ya setara lah. cuma bedanya mereka minta ma orang tua. gak kayak kamu. kerja sendiri.
Kevin: sayang, dipikiran aku cuma satu. aku berharap kamu gak kelain hati. cukup aku dihati kamu. oiya aku mau ngomong ma kamu agak sedikit serius. ayo sambil duduk aja.
Dela: kenapa vin?
Kevin: sayang,aku tau masalah kamu sama Hendra. bahkan perawan kamu diambil sama dia. aku gak masalah. kamu tau gak? kenapa aku deketin kamu dan jadi jatuh hati?
Dela: emang kenapa?
Kevin: karena aku gak mau kamu jatuh ditangan buaya kayak dia. aku itu ada dendam pribadi ma dia. dia pernah tidurin pacar ku dan dia juga yang tidurin adik sepupuku.
Dela: hah?? serius?? (aku kaget bukan main)
Kevin: iya sayang. pas dugem kemarin itu aku tau kalau kamu pacaran sama dia. kebetulan juga kamu godain aku. jadi kemarin itu aku niatnya mau manfaatin kamu aja. tapi aku malah jatuh cinta ma kamu.. maafin aku sayang.
__ADS_1
Dela: kenapa kamu bisa suka ma aku? trus kamu jadi lupa sama tujuan awal kamu buat manfaatin aku? tolong jelaskan. (nada agak jutek)
Kevin: aku suka ma kamu itu selain permainan ranjang aku suka ma kepribadian kamu aja sayang. aku juga gak tau kenapa kok aku jadi cinta ma kamu.
Dela: jujur ya vin. aku sedikit marah ma kamu. karna tujuan awal kamu gak bener ma aku. tapi aku ada rasa simpatik ma kamu karena kamu mau jujur ma aku.
Kevin: aku tulus ma kamu. kamu boleh cari info soal aku. walaupun aku sering kumpul ma mereka yang playboy, tapi aku gak pernah seperti mereka.
Dela: iya aku tau. (sambil pegang pipinya kevin) tapi jujur aku agak gak enak hati aja. aku gak bisa tutupin perasaanku dari kamu. karena aku gak mau ada kebohongan lagi. aku juga minta maaf sudah bohong soal hubungan aku sama Hendra***.
Aku langsung pergi ke tempat tidur dan pakai selimut. sambil menyalakan tv. Kevin pun ngikutin aku berbaring disebelahku. dan dia gak berani ngomong sepatah kata pun. mungkin dia tau kalau aku lagi agak BT sama dia. yang pasti aku syok banget awal dia deketin aku gara gara mau balas dendam ma Hendra.
***Dela: aku capek. mau istirahat dulu.
Kevin: maafin aku sayang. (sambil peluk aku dari belakang***)
Kami pun ketiduran. biasanya dia gak bisa liat aku nganggur diranjang langsung dihajarnya. tapi berhubung dia tau aku lagi gak enak hati. jadi dia gak berani macam macam. cuma peluk aku tidur aja.
***Kevin: sayang,aku minta maaf banget nah. jangan nangis.
Dela: aku pengen tenang dulu vin. aku gak tau kok rasanya dengar alasan kamu deketin aku tuh buat aku sakit hati banget. apa mungkin aku yang terlalu sensitif. tapi aku menghargai kejujuran kamu. makanya aku masih disini.
Kevin: sayang,sekarang aku beneran sayang ma kamu. tolong jangan tinggalin aku***.
Kevin orang ke 2 yang memohon supaya gak aku tinggalin sesudah hendra. aku bingung dan sakit hati pada saat itu. tapi mau gimana lagi, aku juga sayang ma dia. dan aku lama lama ketiduran. kevin pun ketiduran. mungkin gara gara tempur tadi jadi kecapekan.
kemudian aku pun terbangun karena aku kehausan. dan aku liat kevin duduk dimeja makan sambil minum sisa wine semalam.
***Dela: lho kamu gak tidur? ini masih subuh lho.
Kevin: aku tadi sudah tidur juga kok. (sambil minum wine nya)
__ADS_1
Dela: kamu kenapa? kok kayak frustasi gini?
Kevin: kamu gak sadar ini gara gara kamu? (tatapannya sedikit dingin)
Dela: aku sudah maafin kamu. udah stop minumnya ya... (aku berfikir apa wine bisa buat orang mabuk ya)
Kevin: apa buktinya kalau kamu maafin aku?
Dela: kamu mau bukti apa***?
Tiba tiba kevin menarikku. dan dia langsung cipok aku. terus dia membuka bajuku. dan seperti binatang liar yang mau melahap mangsanya. aku sedikit kaget dan takut.
***Dela: vin,kamu kenapa kasar kayak gini sih?
Kevin: kamu suka kan sama perlakuan kasar diranjang seperti yang dilakukan Hendra?
Dela: kamu nie ngomong apa sih?
Kevin: aku cuma mau tubuh kamu. aku mau kamu ngelayani aku sekarang ini. ato aku yang ngelayani kamu.
Dela: kamu nie kenapa sih? sakitttt vin....
Kevin: kamu cukup nikmati aja. kamu suka cowok liar kan?
Dela: sadar vin. kamu dibawah pengaruh wine...
Kevin: wine segini gak bisa buat aku mabuk.
Dela: vin... pleaseeeee jangan gini. (aku mulai nangis***)
Kevin tetap aja maksa aku. dan dibayangan aku apa yang dilakukan Hendra dulu sekarang dilakukan Kevin. badanku rasanya sakit banget. dia gigit susuku sampai berbekas. dan dia seperti sengaja nyiksa aku. aku gak tau maksud dia seperti ini kenapa. aku cuma bisa nangis tanpa suara dan diam. dipikiran aku saat ini, hubungan kami pasti berakir setelah ini.
__ADS_1