
Hendra pun bersiap untuk mengantarkanku pulang ke rumah... disepanjang jalan dia hanya memegang tanganku seperti gak mau pisah dari aku.
***Hendra: sayang, mulai sekarang kamu milik aku sepenuhnya...
Dela: liat aja nanti ( dengan nada cuek***)
Dijalan aku pun sempat berfikir..
setelah lepas perawanku,dia seperti lebih protektif lagi ke aku. bukannya aku senang tapi aku mulai merasa risih dan jenuh. karena aku bukan tipe cewek yang suka hal romantis. tapi aku suka tantangan. dan aku suka sedikit drama dalam kehidupan. aku juga berfikir kalau sekarang sudah gak ada sensasinya lagi. hanya seks,seks, dan seks.
semua mulai terasa hampa. apakah sekarang aku sudah seperti pelacur atau karena aku mulai jenuh dengan hubungan ini. padahal ini baru beberapa hari. aku bosan karena dari kecil aku selalu dimanja orang tua. dan aku hampir mendapatkan kebebasan dengan penuh tantangan tapi sekarang aku malah kembali ke kehidupan awalku dengan hidup penuh kemanjaan. kemudian kami pun sampai didepan rumahku. dengan romantisnya dia mencium keningku. dan aku langsung turun dari mobil.
akupun sampai diruman mandi lagi dan menyalakan musik untuk persiapan besok aku harus nyanyi di pub x.
gak lama kemudian hpku pun berdering...
***Hendra: sayang, kamu dimana?
Dela: dirumah lah sayang. kenapa? baru jg kamu anter aku pulang. dah kangen aja. (nadaku menggoda)
Hendra: hehehe kok tau sih... ntar malam aku ada acara keluarga. nanti kamu aku jemput ya...
Dela: aduh... aku capek sayang... bisa lain kali aja gak?
Hendra: iya sudah aku gak maksa. aku cuma mau kenalin kamu sama keluarga besarku.
Dela: next time aja ya sayang....
Hendra: oke... (langsung menutup telpon***)
kemudian aku mendapat sms dari kakak sepupuku. dia mengajak aku pergi makan disalah satu restoran seafood yang enak dikotaku.
akirnya kami pun pergi... kami janjian sama semua saudara saudaraku. kebetulan semua saudaraku kebanyakan cowok.
aku gak tau kalau kami 1 restoran dengan keluarga Hendra. kebetulan yang sampai duluan disitu aku berdua dengan sepupuku yang sms aku tadi. kebetulan dia seorang cowok. karena Hendra belum kenal keluarga besarku, dan dia pun salah paham sama kami.
***Hendra: sayang, kamu nie ternyata bohong ma aku ya... (dengan nada emosi) kamu bilang mau istirahat. ternyata malam mingguan ma cowok lain. aku ini mau serius ma kamu bukan main main. makanya aku tuh mau kenalin kamu sama keluarga besarku...
Syamsir: lho kenapa ini? (sepupuku kebingungan)
Hendra: kamu siapa? ini pacarku. ngapain kamu jalan sama dia? kamu gak tau kalo aku nie Hendra yakuza? (dengan nada membentak)
Dela: cukup... jangan buat masalah dan buat malu... ( suaraku lebih nyaring dari Hendra)
__ADS_1
Hendra: aku kurang apa? kamu mau uang? aku kasih. kamu minta apapun aku kasih. tadi siang kurang kah uang 3 juta?
Dela: kamu kira aku pelacur? (sambil menampar mukanya Hendra***)
Akirnya gak lama kemudian kakak kandungku yang 4 orang itu datang beserta saudara saudara besar ku...
***Wawan: ada apa ini? (nada kebingungan)
Hendra: kamu siapa***?
Kemudian kakak cowok dari Hendra pun menghampiri...
***Didi: kenapa nie. kok malah rame rame gini?
Wawan: lho Di,kamu ngapain disini? apa kabarmu?
Didi: lho wan kamu juga disini... aku baik aja. kamu gimana kabarnya? (sambil berjabat tangan dan berpelukan***)
Aku dan Hendra pun heran. kenapa Wawan dan Didi bisa seakrab itu...
Hendra: kamu kenal ma dia kak?
Didi: iya ini temanku ngumpul jaman dulu. nakal nakalnya kita dulu.. (sambil ngerangkul Wawan)
Wawan: kamu ribut kenapa?
Wawan: kamu yakin dia selingkuh? (sambil tertawa terbahak bahak)
Hendra: tuh dia ma cowok berdua disini... (sambil menunjukku)
Edi: itu sepupunya... ( berjalan mendekati kami ) kenalin aku kakak pertama Dela namaku Edi kebetulan teman kakakmu Didi juga. Nie Wawan kakak ke 2 Dela... nie Nita kakak ke tiga Dela. dan nie Vicky kakak ke 4 Dela. yang lainnya ini sepupu Dela semua. (sambil tertawa)
Vicky: Dela ini kalo jalan rame rame gini tuh emang sering cewek sendiri kalo mba Nita gak ada. jadi kamu harus hafalin muka kita semua. (sambil tertawa)
Hendra: maaf ya... aku gak tau... aku kayak gini karena aku sayang ma Dela.
Edi: aku sebagai kakak tertua cuma mau ingatkan aja. kamu lebih baik cari yang dah dewasa. dia ini masih anak kecil.
Hendra: bentar lagi juga dewasa kok kak...
Edi: ayo gabung disini aja...
Didi: gak lah kami juga lagi pertemuan keluarga... (sambil menarik Hendra kembali ke meja mereka)
__ADS_1
Edi: kamu tau siapa mereka? kenapa kamu menjalin hubungan sama keluarga mereka? (dengan nada cemas)
Wawan: kita gak ngelarang dek... tapi mereka itu mafia..
Nita: sudah sudah... selagi dia suka ma Dela mungkin aman aja.
Wawan: aku berani jamin. hidupmu kayak disangkar. tapi ada enaknya apa apa tinggal telpon. hahahaha
Edi: ingat jangan bikin malu orang tua. kamu sudah besar. aku juga sudah gak mungkin pukul kamu lagi. kita kumpul nie mau ngebahas masa pubermu.
Wawan: kami kasih kebebasan. tapi kamu harus janji jangan sembunyikan apapun dari kami. supaya kami bisa bantu kamu kalo ada apa apa.
Edi: kami mungkin gak akan pukul kamu lagi. tapi kamu tau mama kayak apa. kami berusaha buat kamu lebih nyaman lagi. tapi kamu harus hati hati.
Dela: iya mas. makasi. bisa gak kita makan dulu. aku laper... (sambil ambil nasi)
Kami pun makan rame rame. sambil bersenda gurau. hingga kami lupa waktu.
disitulah awal mula semua saudara dan kakakku care ma aku...
aku merasa perlahan lahan semua kenangan burukku mulai hilang...
karena kami sudah kemalaman, muncullah ide kakakku ngajak dugem.
***Wawan: dugem yuk....
Nita: ayo aja...
Edi: aku pulang. kamu tau kan biniku kayak macan. (sambil tertawa)
Vicky: gak seru kamu mas... masa ma istri aja takut... ( dengan nada mengejek)
Edi: mata mu itu nah. aku mending berantem ma orang dari pada dilempar samurai ma biniku... ( ekspresi takut)
Wawan: maka nya binimu itu di masukan kandang. jadi gak buas... ( sambil tertawa***).
Akirnya kami memutuskan untuk pergi dugem di pub x tempat aku nyanyi.
Hendra pun telpon aku
***Hendra: kamu dimana sayang?
Dela: aku dugem ma kakakku di pub x.
__ADS_1
Hendra: tunggu aku kesana...( langsung menutup telpon*** )
Dia pun bergegas ke pub x sama teman teman eksmudnya. ( eksekutif muda ) dan mereka cakep cakep tapi PK semua. aku pun sempat dijadikan ajang taruhan mereka. tapi karena aku terjerat ma Hendra. taruhan pun berenti. karena aku sudah jadi milik Hendra.