kehidupan pahit yang berakir bahagia

kehidupan pahit yang berakir bahagia
46


__ADS_3

Gak lama setelah pesanan kami datang, tiba tiba dari belakang ada 2 tangan yang menutup mataku.


sontak aja aku kaget lah.


***Dela: siapa ini?


Kevin: tebak dunk siapa.


Dela: mood aku lagi jelek tolong jangan mainan kayak gini. aku gak suka.


Kevin: hadeehhhh kamu ini*** ..


Pas lepaskan tangan itu dan berbalik kebelakang, kagetnya aku bukan main dan bercampur senang. 3 sahabat gila ku muncul.


***Vita: kenapa nie suasana hatimu buruk?


Vivi: kecapekan yah? (sambil tertawa kecil)


Tina: butuh pijatan bu? (dengan nada mengejek)


Dela: mataaaamuuuuuu.... (sedikit teriak)


Kevin: aku undang mereka kesini biar kamu gak jenuh sayang... oiya kalian pesan dulu.


Dela: makasi ya... (sambil pegang tangan Kevin)


Kevin: sama sama sayang. (mencium tanganku)


Tina: tolong ya didepan para jomblo hilangkan kemesraan kalian. (mukanya cemberut)


Dela: makanya jangan terlalu banyak pilih pilih cowok. repot kan jadinya. hahahaha***


Kami ber 4 pun bercanda dan tertawa bareng. Kevin hanya memperhatikan kita dan sambil tersenyum manis. dia pun melanjutkan pekerjaannya. dan aku sibuk bergosip sama 3 sahabatku itu.


***Tina: sai ada gosip ( sambil berbisik )


Dela: kenapa? (dengan suara pelan)


Vita: Hendra mau balik ke sini.


Dela: truuuussss???? ( dengan nada cuek )


Vivi: kamu tau gak dia itu tanyain kamu terus..


Dela: emang dia tanyain gimana? (sambil meminum avocado coffe)


Vita: nih baca sendiri sms nya ke aku. (sambil menunjukkan hp nya*** )


Aku pun membaca smsnya.


Kagetnya aku pas tau Hendra ternyata memohon sama 3 sahabatku buat ketemu sama aku.


Karna selama ini dia hubungi aku gak pernah aku gubris.


Mungkin dia menyerah dan langsung hubungi para sahabatku.

__ADS_1


***Dela: cuekin aja lah...


Vita: ya.... itu terserah kamu sai...


Vivi: eh sai kapan kevin berangkat?


Dela: mungkin minggu depan sai. emang kenapa?


Tina: jarak jauh dunk? yakin bisa setia? ( nada mengejek)


Dela: gak yakin sih... hahaha (sambil tertawa)


Vita: paling Hendra lagi yang disampingmu..


Dela: emang cowok cuma dia doank?


Tina: yang berani rebut kamu dari Hendra itu cuma Kevin. soalnya sama sama berpengaruh di kota sini sai. beruntung kamu dapat Kevin..


Dela: halaaahhhh gak urus aku sama begituan sai. ngomong ngomong kalian kok tau aku disini?


Vivi: ya tau lah... secara kevin telpon vita tadi... disuruh nyusul kesini. katanya kamu kangen ma kita...


Dela: seriusan dia yang telpon?


Vita: yups... dia yang telpon aku tadi***.


Kami ber 4 sibuk dengan perbincangan kita. tanpa menghiraukan Kevin disebelahku yang sudah selesai dengan kerjaannya.


***Kevin: main bilyard yuk...


Kevin pun membayar tagihan kita tadi. dan langsung menuju tempat bilyard yang tepat disebelah excelco.


Dia pun memesan meja favoridku dipojok dekat jendela.


Kami pun asik bermain dan sambil bercanda.


gak lama kemudian masalah pun datang menghampiri kami.


Hendra: wooiii vin tumben kamu main bilyard disini?


Kevin: ngajak ratu ku nah main disini ma selir selirnya... hehehe (sambil tertawa kecil)


Hendra: boleh gabung gak?


Dela: gak boleh banyak meja kok disana. ( nadaku jutek banget)


Kevin: gabung aja bro... aku ada temannya. dari tadi cowok sendiri.


Dela: bikin gak mood aja ada dia...


Hendra: kenapa sayang? (sambil membelai rambutku)


Kevin: maaf bro ini pacarku. klo kamu gak sopan gini mendingan cari meja lain. (muka penuh dengan emosi)


Hendra: sabar bro... aku cuma mau bilang sebelum kamu dia itu pacarku dan blm ada kata putus. kamu lupa siapa yang ambil perawan dia? kamu cuma dapat bekas bro.. klo aku mau ambil dia kembali ya gak masalah dunk.

__ADS_1


Vita: kapan kamu balik Ndra? katanya masih beberapa hari lagi? (mengalihkan pembicaraan)


Hendra: ini kejutan. sudah waktunya aku ambil milikku kembali. aku selama ini sudah diam Dela diambil Kevin. sekarang aku sudah gak mau diam lagi.


Kevin: klo mau berantem ayo keluar. (mulai mengepalkan tangan) klo brani gak usah kroyokan. tapi kita satu lawan satu. kalian yang dibelakang Hendra klo gak mau hilang 1 tangan kalian, lebih baik mundur.


Suasana mulai tegang banget. aku dengan santainya masih main bilyard dan bakar rokok. 3 sahabatku sibuk pisahin mereka. bahkan keamanan sama karyawannya gak berani ikut campur karna mereka berdua orang berpengaruh.


***Vita: sai bantuin dunk. repot klo berantem. malah kamu main ma ngerokok dengan santai. (kepanikan melanda Vita)


Dela: udah biarin aja. mereka berdua jagoan kok. klo mereka gini kan aku malah ilfil trus aku tinggal aja mereka berdua. jadi aku gak pacaran sama salah satu dari mereka. simpel kan? (nadaku cuek dan santai***)


Sontak Hendra dan Kevin langsung menatapku.


***Vivi: jangan memperkeruh keadaan deh...


Dela: dah ah... aku mau balik. gak asik jadinya. oiya Vin gak usah anter aku. ntar naik taksi aja. 1 lagi kamu langsung cek out aja aku mau pulang. kalian berdua dah pada dewasa tapi kayak anak SD. norak banget.


Kevin: tunggu sayang..


Hendra: tunggu aku sayang..


Dela: klo ada dari kalian yang berani dekatin aku ato kalian berantem, aku bersumpah demi orang tua ku aku gak mau kenal kalian berdua. sudah cukup sikap kekanakan kalian buat aku malu disini. Kalian bertiga gak usah ikutin aku. aku mau pulang tolong jaga 2 anak kecil ini. kabarin aku klo mereka masih lanjutkan perkelahian mereka. jadi aku biar lega jauh dari mereka yang suka buat masalah***.


Aku pun langsung pergi tanpa memperdulikan mereka. kebetulan di mall itu ada banyak taksi argo yang standby. jadi aku gak perlu repot repot cari taksi.


baru separuh perjalanan gak lama taksiku dihadang sama mobilnya Kevin. dia pun langsung turun dan datangin aku.


***Kevin: sayang ayo turun kita selesaikan ini. (sambil bayar taksinya)


Dela: baiklah... (sambil mengikuti kevin***)


Kami berdua masuk ke dalam mobil. dan dimobil cuma ada Tina dan Vivi.


***Dela: vita mana?


Tina: dia sama Hendra.


Vivi: biar dia tenangin hendra dulu del.


Dela: baguslah. aku sisa ngurus anak kecil disebelahku ini. (sambil menatap dengan tajam)


Kevin: sayang maafin aku...


Dela: nanti kita bahas. cepat nyetirmu aku mau cepat selesaikan masalah ini di hotel. dan kalian berdua harus ikut aku. jadi saksiku disana.


Vivi: baiklah***...


Mereka berdua ikut sampai dihotel. aku selama perjalanan hanya diam seribu bahasa dan hanya mendengarkan lagu yang ada dimobil.


Vivi dan Tina pun juga gak berani bicara banyak sama aku. karena mereka tau disaat aku serius, aku gak bisa diajak bercanda. disaat masalahku belum selesai aku gak mau diajak ngomong gak berguna.


dan akirnya kami sampai dihotel.


aku langsung cepat cepat turun dari mobil dan menuju kelift.

__ADS_1


begitu kami sampai didepan kamar hotel,kami pun bergegas masuk supaya bisa cepat menyelesaikan masalah ini.


__ADS_2