
Akirnya kami pun masuk kelift menuju ruangan manager... dan kami mengetuk pelan pelan pintu tersebut... tok..tok...tok...
***Manager: masuuukkkk...
Vita: (dengan manja buka pintu dan langsung kepangkuan manager).. abannnggg gimana tadi penampilan Dela?
Manager: heemmmm lumayan lah... pemain bandnya juga suka ma perfomnya Dela.
Vivi: jadi ditrima lah bang? (berharap cemas)
Tina: ayolah bang...
Manager: tenaaannnggg dia lolos kok... mulai minggu depan kamu yang jadi vokalis cewek ya.. nie juga kesepakatan band bersama kok.
Dela: makasi banyak ya pak....
Manager: aduh... jangan panggil bapak dunk.. panggil abang aja kayak temen kamu...
Dela: iya bang...
Manager: kamu kayaknya masih polos ya?
Vita: eiiitttssss abang jangan macam macam ya.... dia masih virgin lho... jangan ganggu dia ya bang... biar gimana pun mereka itu sahabatku...
Manager: enggak lah sayang... kan ada kamu... (sambil cipokan).. (cipokan artinya ciuman bibir bahasa gaul jadul)
Vivi: ih.... jijik aku liatnya.. (menunjukkan ekspresi tidak suka)
Tina: ayo keluar... kalian lanjut cek in aja... ( sambil merangkul aku keluar )
Dela: permisi bang saya pulang dulu...
Manager: tunggu dulu... ini upahmu hari ini.. kamu tanda tangani kontrak dulu buat 1 bulan. jadi 4 kali pertemuan setiap minggu sore. ingat ya Dela. jam 1 sudah disini. pembayaranmu per 1 bulan ya. tapi kalau kamu butuh kamu bisa minta langsung.
Dela: oke bang.. makasi banyak ( sambil ambil amplop yang dikasih manager)
__ADS_1
Tina: ayo Vit ditunggu hendra dibawah...
Vita: oke...
abang Vita pulang dulu. nanti calling ya bang... muaaaccchh (sabil cium jidat manager).
Manager: oke kalian hati hati ya....
Vivi: oke bang***....
Dan kami pun pergi kembali keparkiran. diparkiran sudah ada mobilnya hendra yang menunggu kami.
***Hendra: Dela,kamu duduk didepan ya...
Dela: gak usah. aku dibelakang aja. makasi.. ( dengan tatapan sinis )
Vita: santai sai.... dia gak gigit kok. sudah jinak palingan kamu dijilat. (sambil tertawa keras)
Dela: as* kamu nie... (sambil merengut***)
tapikan dia bukan anak sekolah. melainkan anak kuliahan.
Tiba tiba hendra memecah keheningan dimobil.
***Hendra: Dela,kamu udah punya pacar apa belum? (sambil ngelirik aku)
Vita: gimana mau pacaran klo mamanya killer ndra? (merekapun tertawa lagi)
Dela: emang penting ya punya pacar? biasa aja tuh... ( dengan ekspresi tidak senang )
Hendra: ya gak papa sih... kan bagus berarti kamu hati hati orangnya...
Dela: makasih. ( dan akupun kembali diam***)
Gak lama kamipun sampai dikafe pinggir jalan yang kebetulan ditepi laut.
__ADS_1
***Dela: kita mau kemana sih sai? (tanyaku pada 3 sahabatku)
Vivi: tenaannggg kita ke kafenya hendra..
Tina: dia ini pengusaha sai walaupun masih kuliah. dan kafenya pun bukan rombong biasa. melainkan kafe elite. dan kafe pertama dikota ini yang mempunyai Shisha..
(sejenis rokok yang dibakar pakai arang dan menggunakan tabung. menghisapnya pun pakai selang agak panjang dan asapnya mempunyai rasa macam macam)..
Dela: wooowww keren juga....
Vita: kita lagi jalan bukan sama orang sembarangan sai... ( sambil berlenggok masuk kedalam kafe*** )
Tiba tiba hendra muncul lagi...
***Hendra: santai aja disini. kalian pesan apa aja nanti aku yang urus semua.
Vita: ndra,kita pesan shisha dunk. yang rasa capuccino. minumnya avocado coffe. itu kesukaan Dela lho minumannya...
Hendra: wah... kita 1 selera dunk... (sambil tersenyum manis)
Dela: kebetulan aja itu... ( nada ku sedikit ketus)
Tina: jangan jutek jutek sai... nanti gak ada cowok yang mau ma kamu... ( sambil ngerangkul pundakku )
Dela: gak mau juga gak papa kok... pikirkan kah... (sambil belajar merokok dan hisap shisha***)
Kemudian kami pun bercanda dan bersenda gurau. lama kelamaan aku pun bisa menerima kehadiran hendra. tetapi masih sebatas teman biasa. dan akupun gak ada niatan mau berhubungan dengan orang yang jauh lebih tua dari aku. walaupun beda 5 tahun. tetap aku pun jaga jarak. karena aku juga sadar kalau aku masih dibawah umur. karena badanku yang semok dan tinggi jadi banyak yang mengira aku sudah lulus sekolah. padahal aku masih SMP kelas 3.
waktu pun berlalu dengan cepat. dan kamipun bersiap untuk pulang kerumah. teman temanku pun gak lupa akan pesanan kata kunci mamaku...
***Vivi: ndra,nanti mampir dulu ya ketukang nasi goreng. mamanya Dela tadi pesan.
Hendra: apa sih yang gak buat Dela.... ( sambil melirik dengan manja )
Dela: waduh.... jijik eh aku dengarnya... (sambil tertawa tapi dalam hati senang juga digombalin sama cowok. walaupun basi gombalannya*** )
__ADS_1
Kemudian kami pun mampir ke tukang nasi goreng. dan mereka ber 4 mengantarkan aku pulang sampai depan rumah. aku sedikit takut juga. karena mamaku sudah nungguin didepan rumah dengan roll rambut dimana mana.. kami 5 bersaudara tau kalau mama pakai roll rambut, pasti lagi marah. jadi pas aku liat mamaku,agak deg degan... dan kami pun turun dari mobil...