
aku pun menunggu Vita menjemputku. dan dia pun gak lama kemudian datang. didalam mobil ada Tina. dan Vivi ditahan Hendra di gerbang sekolah...
***Vita: sai buruan masuk.... (nada panik)
Dela: oke.... emang kenapa kok kamu kayak buru buru banget? (tanyaku keheranan)
Vita: gini sai... Vivi ditahan ma Hendra..
Dela: lho kok bisa? ( aku pun mulai panik)
Tina: udah lah sai nanti biar dia yang hadapi Hendra. kamu gak usah kawatir.. (dengan nada tenang).
Dela: anter aku ke gerbang sai... (nada memaksa)
Vita: yakin kamu siap hadapi Hendra? (menunjukan kekawatiran***)
Abangnya vita pun jadi bingung dan kemudian bertanya...
Abang: emang kalian ini kenapa? (sambil menyetir)
Dela: gakpapa bang...
Vita: abang pernah dengar nama keluarga yakuza?? (maaf author gak bisa sebutkan marga aslinya. karena agak sensitif dan mengandung konten pribadi)
Abang: lho kalian kenal ma keluarga itu to? itu mafia lho dikota ini... (sedikit terkejut)
Vita: salah satu anak dari keluarga yakuza itu pacarnya Dela abang.... anak bungsunya keluarga yakuza itu ngejar ngejar Dela bang. nie Dela lagi menghindar. makanya tadi aku bantuin. (menjelaskan dengan cepat)
Abang: jangan libatkan aku ya dimasalah kalian. nie Dela mau dianter ke mana? klo abang saranin mendingan diselesaikan dulu. kasian teman kamu terlibat dalam hubungan kalian. (nada menasehati)
Dela: iya juga sih bang. gak mungkin juga aku selalu lari... kota kita nie kecil bang. takutnya dia nanti nekat kerumah... tolong anter ke gerbang sekolah aja bang...
Abang: oke...
Vita: kamu yakin sai...
Dela: ini masalahku. gak seharusnya aku lari gini...
Tina: kita hargai keputusanmu Del....
kemudian aku pun sampai didepan gerbang. dan aku liat Vivi masih di tahan sama Hendra... lalu turun lah aku didepan Hendra... terkejut lah dia liat aku...
***Hendra: sayang kamu beberapa hari ini kemana? telponku ma sms ku kenapa gak dibalas? kamu pulang sekolah lewat mana?
Dela: Vi kamu ditggu Vita ma Tina di mobil sai... aku pulang sama Hendra... ada yang harus aku omongkan... ( sambil memeluk Vivi)
__ADS_1
Vivi: oke sai... kamu hati hati ya... Ndra aku balik dulu...
Hendra: oke hati hati Vi***...
kami berdua pun jalan kearah mobilnya Hendra. sesampai didalam mobil,Hendra tiba tiba peluk aku...
Hendra: sayang, tolong jangan hukum aku kayak gini... ( sambil memelukku)
Dela: apa yang mau kamu bicarakan? (dengan suara datar tapi gak membalas pelukan Hendra)
Hendra: aku mau minta maaf dan aku mau tanggung jawab sama kamu...
Dela: buat apa? semua sudah terjadi. anggap aja itu mimpi burukku... (mulai menitikan air mata)
Hendra: sayang aku cinta sama kamu... aku gak mau kehilangan kamu... (matanya berkaca kaca)
hatiku pun tiba tiba kayak diiris pisau... kenapa baru sekarang setelah aku mendapatkan trauma baru kamu bilang cinta. kemarin kamu hanya bilang sayang. dan gak pernah bilang cinta.. namanya aku masih ABG naluriku pun mulai goyah...
***Dela: kenapa setelah kamu mendapatkan virginku,kamu baru bilang cinta?
Hendra: aku baru sadar setelah hari hariku tanpa kamu...
Dela: jangan berlebihan deh... sok puitis banget. sekarang maumu gimana?
Dela: oke... aku gak kemana mana... tapi aku minta uang 3juta cash sekarang kamu bisa kasih gak? dan tolong jangan tanya buat apa...
Hendra: Oh.... (jawabnya singkat***)
sengaja aku ngomong gitu biar dia ilfil karena dia bilang tiap cewek selalu mata duitan dan mau sama dia cuma karena duitnya aja. berarti dia benci ma cewek matre... jadi aku buatlah diriku jadi matre dimata dia...
kemudian dia terdiam dan kami pergi dari area sekolah. aku gak tau dia mau ajak aku kemana. ternyata dia mengajakku ke kafenya..
***Dela: kenapa kita ke kafemu? (tanyaku heran)
Hendra: ikut aja nanti kamu tau sendiri***...
Kami pun berdua masuk ke kafe dan langsung naik ke atas. dia menelpon ke bawah. aku disana kemeja komputernya sambil main solitare di komputernya..
Hendra tetap gak ngomong sama aku. dia masih diam. mungkin dia syok aku tiba tiba minta uang segitu banyak.
sangking asiknya aku main komputer, aku gak perhatikan gerak gerik Hendra.
Kamarpun diketuk. dan pelayan bawa makanan seperti biasa.
***Hendra: makan dulu sayang (dengan nada lembut)
__ADS_1
Dela: Oh... iya... ( dengan nada heran kenapa dia gak marah aku minta uang sebanyak itu)
Hendra: (sambil memelukku dari belakang) sayang,aku kangen sama kamu...
Dela: kangen sama aku apa sama vaginaku? (ketusku)
Hendra: kok kamu segitunya sama aku? kamu masih marah ya? (mencium leherku***)
Makanan pun ku taruh dimeja. dan aku minum air segelas. kemudian aku berlagak seperti cewek nakal. pikiranku cuma 1. mungkin dengan aku berubah jadi seperti ini dia akan mulai menjauhiku karena dimata dia aku sama aja seperti pelacur diluar sana...
***Dela: kamu mau nge seks ma aku? (sambil buka kancing bajuku dan mengelus dadanya Hendra)
Hendra: kamu kenapa sayang? kok jadi gini? (Hendra keheranan melihat tingkahku yang nakal)
Dela: bukannya kamu suka tantangan? (nada menggoda)
Hendra: sayang tolong jangan kayak gini.. ini bukan seperti kamu yang ku kenal... (seperti ketakutan)
Dela: apa bedanya sekarang aku ma cewek murahan diluar sana. sekarang aku sudah gak virgin lagi... (menindis badan Hendra dengan bagian atasku yang hanya tersisa BH aja)
Hendra: sayang tolong kontrol.... (sambil membanting badanku kesamping***)
Kemudian hendra pergi kedekat meja dan membuka lacinya... dia pun berhasil menghindar dari godaanku... lalu dia memberikan uang 3juta sama aku. aku pun terkejut...
***Hendra: sayang,kalo butuh apa apa bilang ma aku ya... apapun yang kamu minta pasti aku kasih... (dengan nada tegas)
Dela: apapun itu kamu penuhi? (nadaku menggoda)
Hendra: iya kalo aku bisa penuhi,pasti aku penuhi... (menghindar dari aku)
Dela: sayang,kenapa kamu menjauh? (aku pun membuka rok ku)
Hendra: sayang aku tau kamu masih marah. tapi tolong jangan kayak gini ma aku...
Dela: kamu kan yang buat aku jadi gini (sambil membuka baju Hendra***)
Gak tau kenapa aku yang tadinya cuma mau menggoda kok tiba tiba libidoku jadi naik. dan tanpa sadar akupun memulai semua itu... mulailah aku mencium bibir Hendra. aku jadi seperti orang kerasukan. dan gak bisa tahan nafsuku. nafas kami pun semakin berat. dan mulailah Hendra melepas celana dan melepas BH ku...
***Hendra: sayang, jangan salahkan aku kalau aku berbuat lebih jauh lagi... (sambil melepas sempaknya)
Dela: semua sudah terjadi.. buat apa ditahan lagi... (dengan nafas yang semakin berat)
Hendra: baiklah... kita mulai pertempurannya. dan aku akan buat kamu puas. sampai kamu ketagihan dengan burungku... (menatapku dengan tatapan tajam***)
Mulailah kami beradu kembali... dia pun melakukan pemanasan yang membuatku benar benar melayang... walaupun aku ada trauma. tapi jujur dari hati yang paling dalam aku sangat menikmati permainan Hendra yang bener bener hebat itu...
__ADS_1